Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kusnandar Putra

Adalah guru SMP Islam dan Madrasah Aliyah Tanwirussunnah, Gowa. Diamanahkan "memegang" mata pelajaran IPA, IPS, selengkapnya

Kekeliruan Najwa Shihab (Anak Quraish Shihab) dalam Perkara Jilbab

OPINI | 27 February 2014 | 09:24 Dibaca: 6285   Komentar: 55   20

بسم - الله - الرحمن - الرحيم

Najwa Shihab berkata,

Syubhat Pertama:
“Sampai saat ini saya tidak merasa ada kewajiban atau beban untuk berjilbab,”

Tanggapan:
Sesungguhnya komentar ini berangkat dari kurangnya memahami ayat-ayat al-Qur’an.

Mari kita simak dengan hati yang jernih, Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,

“Hai Nabi katakanlah kepada istri-istrimu, anak- anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin: Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha pengampun lagi Maha penyayang.”
[Al-Ahzab: 59]

Berdasarkan ayat ini dan ayat serta hadits lain yang berbicara tentang jilbab, menunjukkan bahwa mengenakan jilbab bagi wanita muslimah adalah sebuah KEWAJIBAN.

Al-Imam Ibnu Katsir rahimahullah berkata,

“Allah ta’ala memerintahkan Rasul-Nya
shallallahu’ala

ihi wa sallam agar beliau
MEMERINTAHKAN para wanita mukminah -lebih khusus lagi kepada istri-istrinya dan anak-anak perempuannya karena kemulian mereka- untuk menutupkan jilbab-jilbab mereka ke seluruh tubuh mereka, agar berbeda dengan wanita- wanita Jahiliyah dan wanita-wanita budak.” [Tafsir Ibnu Katsir, 6/481]

Dalam kaidah ushul yang sudah dimaklumi, jika sebuah kata bermakna PERINTAH maka hukum asalnya adalah WAJIB kecuali ada dalil yang memalingkannya dari mewajibkan kepada anjuran. Dan tidak ada satu dalil pun yang memalingkan dari hukum wajibnya.

Kalau kita mau pikir, sudah sangat jelas ayat-ayat dan hadits shohih tentang wajibnya berjilbab. Namun, kadang karena berangkat dari jauhnya seseorang menuntut ilmu dan sibuknya dengan dunia, maka seorang muslimah lupa mempelajari kewajibannya. Inilah faktor terbesar munculnya kerancuan dalam berfikir.

Syubhat Kedua:
“Karena sejauh saya bisa menjalankan kewajiban saya sebagai muslimah tidak masalah berjilbab atau tidak.”

Tanggapan:
Ini lagi! Bagaimana mungkin jilbab bukan wajib? Apakah hanya sholat yang diwajibkan untuk seorang muslimah?

Alloh subhanahu wa ta’ala berfirman,
“Hai anak Adam, Sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian utk menutup auratmu & pakaian indah utk perhiasan. & pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, Mudah-mudahan mereka selalu ingat.”
(QS. Al-A’raaf: 26)

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah ditanya tentang aurat, maka beliau bersabda,

“Jagalah auratmu, kecuali dari (penglihatan) suamimu atau budak yang kau punya.” Kemudian beliau ditanya, “Bagaimana apabila seorang perempuan bersama dgn sesama kaum perempuan ?” Maka beliau menjawab, “Apabila engkau mampu utk tak menampakkan aurat kepada siapapun maka janganlah kau tampakkan kepada siapapun.” Lalu beliau ditanya, “Lalu bagaimana apabila salah seorang dari kami (kaum perempuan) sedang bersendirian ?” Maka beliau menjawab, “Engkau lebih harus merasa malu kepada Allah daripada kepada sesama manusia.”
(HR. Abu Dawud [4017] & selainnya dgn sanad hasan, lihat Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 381)

Abu Malik berkata:
“Ketahuilah wahai saudariku muslimah, bahwa para ulama telah sepakat wajibnya kaum perempuan menutup seluruh bagian tubuhnya, & sesungguhnya terjadinya perbedaan pendapat –yang teranggap- hanyalah dlm hal menutup wajah & dua telapak tangan.”
(Fiqhu Sunnah li Nisaa’, hal. 382)

Maka dari dalil-dalil dan keterangan di atas, sangat jelaslah bahwa seorang muslimah dalam menjalankan syariat jilbab, bukan masalah “terserah”. Namun, ini adalah perintah dari Alloh. Yang menciptakan alam semesta, maka hendaknya kita bertakwa kepada Alloh, tidak bermain-main dengan perkara jilbab.

Kita mesti ingat bahwa mengenakan jilbab bukanlah kekurangan bagi seorang muslimah, namun ia adalah lambang kemulian seorang muslimah, ikon ketakwaan, dan alamat keselamtan seorang muslimah.

Semoga Alloh subhanahu wa ta’ala memberikan taufik kepada kita semua…[]

–Bontote’ne, 21 Rabiul Akhir 1435 H

Tags: freez

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Pemuda Papua Unjuk Kreativitas Seni ‘Papua …

Viktor Krenak | | 28 November 2014 | 11:45

Dari (Catatan Harian) Kompasiana ke (Sudut …

Lizz | | 28 November 2014 | 16:22

Terpana Danau Duma …

Lukman Salendra | | 28 November 2014 | 12:25

Senangnya Terpilih Menjadi Host Moderator …

Edrida Pulungan | | 28 November 2014 | 13:43

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Kongkalikong Dokter dengan Perusahaan Obat …

Wahyu Triasmara | 3 jam lalu

Lagu Anak Kita yang Merupakan Plagiat …

Gustaaf Kusno | 7 jam lalu

Edisi Khusus: Kompas 100 Halaman dalam …

Tubagus Encep | 7 jam lalu

Ahok Narsis di Puncak Keseruan Acara …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Tamu Negara Suguhin Singkong Rebus …

Ifani | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pas dan Cerdas! Gelar Kompasianival di TMMI …

Teguh Hariawan | 7 jam lalu

Gara-gara Tidak Punya ‘Kartu Emas’, Mak …

Adjat R. Sudradjat | 7 jam lalu

Filipina Terlalu Waras untuk Menang versus …

Joko Siswonov | 8 jam lalu

Sakit …

Katedrarajawen | 8 jam lalu

1 Desember, Hari Keramat untuk Papua? …

Evha Uaga | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: