Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Beda Pemimpin dengan Karyawan

REP | 28 October 2013 | 13:34 Dibaca: 236   Komentar: 3   0

Apa beda pemimpin dengan karyawan? Pertama, Pemimpin adalah sosok yang kuat, tangguh dan tidak sentimentil bila berhadapan dengan sesuatu tekanan, sindiran, ancaman, hinaan sekalipun. Sedangkan karyawan adalah orang yang memikirkan weekend liburan bersama keluarga, sedangkan pemimpin tidak memikirkan liburan bersama keluarga selagi ia melihat negerinya masih memerlukan pengabdiannya sebagai pemimpin.

Pemimpin itu siapa saja? Ia bisa berupa orang yang tengah memangku jabatan sebagai presiden di sebuah negara.

Kedua, pemimpin mempunyai ketangguhan untuk bertahan tetap sebagai pemimpin bukan ingin menjadi orang lain apalagi merebut porsi orang lain. Ini pemimpin berkelas negarawan,bukan berkelas pedagang apalagi berkelas karyawan. Ia tidak ingin berupaya menjadi musisi, penyanyi atau pelawak sekalipun. Karyawan bisa melakukan perubahan disana-sini, ia bisa menjadi pedagang atau lainnya dan dilakukan oleh dirinya.

Jadi, pemimpin yang dibutuhkan untuk Indonesia 2014 adalah pemimpin yang bagaimana? Adalah pemimpin yang mampu mengatur negeri mampu rakyatnya makmur dengan menjual potensi Indonesia dengan lebih baik: menghasilkan potensi pertanian,peternakan, perikanan dengan baik. Semua ia lakukan dengan kekuatan fisik dan fikirannya demi kemajuan negerinya.

Kalau tidak mampu, maka pemimpin itu hanya sekelas karyawan saja, yaitu pemimpin yang hanya suka memikirkan bagaimana mengisi waktu liburannya. Ya, mirip dengan karyawan yang bekerja ala kadarnya saja menunggu tanggal muda sebagai kompensasi gajian. Menakutkan sekali bila negara ini dipimpin dengan tipikal sebagai karyawan. Apalagi bila sang pemimpin hanya mampu menjadi penguasa belaka, menguasai eksekutif sebagaimana yang diamanatkan dalam setiap pemilu demi pemilu (pilpes demi pilpres).

Jangan sampai negeri ini ada pemimpin yang cenderung mau jadi musisi atau seniman, karena yang seniman dan musisi saja sangat ingin menjadi presiden. Alamak !

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Johannes Karundeng Mengajari Kami Mencintai …

Nanang Diyanto | | 21 September 2014 | 15:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

[Daftar Online] Nobar Film “Tabula …

Kompasiana | | 21 September 2014 | 10:33


TRENDING ARTICLES

Pak SBY, Presiden RI dengan Kemampuan Bahasa …

Samandayu | 11 jam lalu

Setelah Ahok, Prabowo Ditinggal PPP dan PAN, …

Ninoy N Karundeng | 12 jam lalu

MK Setuju Sikap Gerindra yang Akan …

Galaxi2014 | 14 jam lalu

Ini Tanggapan Pelatih Valencia B tentang …

Djarwopapua | 20 September 2014 16:34

Kalau Tidak Mau Dirujuk, BPJS-nya Besok …

Posma Siahaan | 20 September 2014 13:00


HIGHLIGHT

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah Untuk …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Usul Mengatasi Kemacetan ” Kiss and …

Isk_harun | 8 jam lalu

Kakek Moyangku Seorang Pelaut …

Sunu Purnama | 9 jam lalu

Harga Mahasiswa …

Muhammad Nur Ichsan | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: