Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Khusnul Abid

Saat ini Menjadi Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Jurusan Ilmu Komunikasi sekaligus menjadi selengkapnya

Kebaikan Cinta

OPINI | 30 September 2013 | 19:39 Dibaca: 136   Komentar: 1   0

Munjat dan ikhtiar merupakan suatu tindakan yang tidak dapat dipisahkan di dunia ini. Aku pun menuai inspirasi untuk melegakan segala tendensi kegalauan, hanya semata-mata untuk menciptakan nuansa yang inspiratif. Segala bercak jejak yang ku pijakan di bumi ini hanya semata-mata untuk mengindahkan segala karunia ciptaan Allah.

Di dalam hatiku selalu tertuang bercak kagum yang dahsyat akan keistimewaan ciptaan TuhanKu, bahkan hatiKu sampai luluh lantah dibuatnya, siapa dia? dia adalah kekasih tercintaKu. Yang setiap hari selalu menyirami hatiku, sehingga dalam hidup ini terasa fantastis dan bahagia. Suka duka itu pasti, bahkan itu merupakan pilihan yang wajib kita jalani. Akan tetapi sumber kesukaran dan kebahagiaan merupakan testimoni yang akan selalu mengkroscek seberapa sabar dan kuatnya kita terhadap sebuah ujian ataupun ujian.

Jangan dianggap sebuah ujian hanya berupa cacian bahkan hinaan, akan tetapi pujian itu merupakan bagian dari ujian hidup juga. Seberapa jauh kita bertahan pada zona nyaman tersebut. Jika kita menganggap pujian semata-mata karena menjunjung prestasi ataupun kebahagiaan kita, itu belum tentu selalu baik. Nah, oleh sebab itu, patut kiranya kita selalu mengaca pada pribadi kita mulai dari cara bicara, bersikap, maupun bermunjat.

Niat baik pasti akan selalu bermuara pada kebaikan pula, demikian janji Allah kepada hambanya. Itu merupakan suatu alasan logis bahwa suatu kebaikan pasti akan diganjar oleh Allah SWT. Ya Allah berikan aku cinta yang benar-benar tulus dan suci, sehingga nantinya aku akan menjaga cinta itu dengan indahnya.

Aku yakin, bahwa engkau maha pengasih sekaligus maha pemaaf, namun goresan dosa hamba ini mohon engkau maafkan. Meskipun maaf engkau sedikit, namun hamba akan tetap meminta tulus sampai goresan dosa-dosa hamba ini bisa tersembuhkan oleh pintu maaf engkau . . .

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | | 01 September 2014 | 14:02

Karet Loom Bands Picu Kanker …

Isti | | 01 September 2014 | 20:48

Manajemen Pergerakan dan Arah Perjuangan …

Jamesallan Rarung | | 01 September 2014 | 22:12

Florence …

Rahab Ganendra | | 01 September 2014 | 19:09

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Ratu Atut [Hanya] Divonis 4 Tahun Penjara! …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Benarkah Soimah Walk Out di IMB Akibat …

Teguh Hariawan | 10 jam lalu

Kisah Nyata “Orang Vietnam Jadi …

Tjiptadinata Effend... | 12 jam lalu

Pak Jokowi, Saya Jenuh Bernegara …

Felix | 15 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

V2 a.k.a Voynich Virus (Part 21) …

Ando Ajo | 9 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu

Pemuda Solusi Terbaik Bangsa …

Novri Naldi | 11 jam lalu

Rasa Yang Dipergilirkan …

Den Bhaghoese | 11 jam lalu

Kisah Rhoma Irama “Penjaga …

Asep Rizal | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: