Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Zen Assegaf

"Love is my religion and love is my belief"

Islam Menolak Kehidupan Rahib

OPINI | 04 August 2013 | 17:30 Dibaca: 412   Komentar: 9   0

Islam adalah agama yang berlandaskan pada Tauhid yang disebut dalam quran sebagai kalimat thayyibah. Q.S Ibrahim ayat 24. Dimana dalam ayat itu Allah memberikan perumpaan sebagai pohon yang baik dengan tiga sifat utama.

1. Akarnya berpegang kuat di bumi.
2. Cabangnya menjulang hingga ke langit
3. Produktif dan selalu menghasilkan.

Ketiga sifat itu harus ada bersamaan pada setiap yang beriman. Islam menolak orang yang menyatakan keimanan tapi tidak produktif sebagai mukmin. Ya boleh saja dia disebut muslim, tapi tidak sebagai mukmin. islam sangat menekankan setiap muslim untuk terus beraktifitas yang produktif. “Maka kalau sdh selesai dari suatu kegiatan, maka ambillah kegiatan yang baru lagi” dalam sebuah hadis disebutkan bahwa ” siapa yang memiliki air dan tanah tetapi lebih memilih untuk miskin dan menganggur, maka Allah menjauhkan orang itu dari Rahmat-Nya”.

Islam menolak kehidupan rahib yang hanya sibuk beribadat (ritual) dan meninggalkan aktifitas kehidupan yang lain. Seharusnya setiap mukmin harus menyadari bahwa Allah mewariskan bumi dan segala isinya ini bagi mereka, maka apabila mereka berkhianat dan maksiat dengan tidak mengelolanya secara baik maka Musuh-musuh Allahlah yang akan mengambil kesempatan itu. Dalam hadis qudsi disebutkan “Apabila hamba yang mengenalKu bermaksiat kepadaKu maka Aku jadikan mereka dikuasai oleh MusuhKu”

Zikir adalah salah satu kewajiban yang datang dari Allah. Tetapi zikir tidak boleh dibatasi hanya dengan mengucap tasbih, tahmid dan tahlil saja. Dalam sebuah hadis dari Imam Jakfar as disebutkan ” bahwa setiap kewajiban yang datang selalu memiliki batasan. Allah telah mewajibkan puasa, maka bagi siapa yang telah menunaikan maka itu adalah batas kewajibannya. Allah telah memerintahkan haji maka bagi siapa yang telah menunaikannya itulah batasan kewajibannya , tapi tidak dgn zikir, Allah tidak pernah memberikan batas atas kewajiban tersebut, Allah perintahkan manusia untuk melaksanakan zikir sebanyak mungkin. Tapi yang saya maksudkan bukan dengan mengucap subhanallah walhamdulillaj walaailaaha illah wallahu akbar, meskipun zikir berasal darinya. Tetapi berjalan sesuai dengan apa yang diperintahkan dan meninggalkan apa yang dilarang”

Maka sangat penting bagi muslim untuk keluar menuju kepada kedudukan sebagai mukmin dengan memenuhi tiga persyaratan yang disebut dalam Q.S Ibrahim.

Berhenti memikirkan kemiskinan sebagai kebajikan. Itu adalah keburukan yang umum. (Imam Ali)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Masril Koto Bantah Pemberitaan di …

Muhammad Ridwan | | 23 September 2014 | 20:25

Tanggapan Rhenaldi Kasali lewat Twitter …

Febrialdi | | 23 September 2014 | 20:40

“Tom and Jerry” Memang Layak …

Irvan Sjafari | | 23 September 2014 | 21:26

Kota Istanbul Wajib Dikunjungi setelah Tanah …

Ita Dk | | 23 September 2014 | 15:34

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Habis Sudah, Sok Jagonya Udar Pristono …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Jangan Sampai Ada Kesan Anis Matta (PKS) …

Daniel H.t. | 9 jam lalu

Mengapa Ahok Ditolak FPI? …

Heri Purnomo | 12 jam lalu

Apa Salahnya Ahok, Dimusuhi oleh Sekelompok? …

Kwee Minglie | 13 jam lalu

Join dengan Pacar, Siswi SMA Ini Tanpa Dosa …

Arief Firhanusa | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi & The Magnificent-7 of IndONEsia …

Sam Arnold | 8 jam lalu

Diperlakukan-Dikerjain-Anda Bagaimana? …

Astokodatu | 8 jam lalu

Pelajaran dari Polemik Masril Koto …

Novaly Rushans | 8 jam lalu

Kemana Hilangnya Lagu Anak-anak? …

Annisa Ayu Berliani | 9 jam lalu

[Nangkring Cantik] Cantik itu harusnya luar …

Bunda Ai | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: