Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Akhirat Kita

OPINI | 06 July 2013 | 22:23 Dibaca: 125   Komentar: 0   0

Selama ini setiap orang memahami akhirat sebagai suatu kehidupan setelah seseorang meninggal dunia, yaitu berupa hari pembalasan tentang amal yang telah dilakukan selama ia hidup didunia apakah ia masuk surga atau neraka tergantung amalan yang dilakukan. Tidak salah memang jika diartikan demikian, tetapi hanya akan membuat kita selalu hidup dalam imajinasi belaka dan terus berharap sesuatu yang abstrak.
Berbeda jika akhirat kita pahami sebagai program jangka panjang yang harus kita persiapkan di dunia ini pasti kita akan lebih memiliki motivasi hidup yang luar biasa. Karena sesungguhnya Qur’an turun untuk menjawab semua permasalahan manusia di dunia ini, mengenai kehidupan setelah seseorang meninggal adalah urusan Allah SWT. Kita tidak bisa menerka apa yang akan terjadi nanti setelah manusia meninggal dunia karena sejak zaman Adam sampai saat ini atau bahkan sampai kapanpun orang yang telah meninggal dunia tidak akan bisa kembali kedunia serta menceritakan kejadian yang telah dialaminya.
Disadari atau tidak, dari 24 jam usia kita dalam sehari, hanya beberapa persen saja yang kita gunakan untuk persiapan akhirat. Selebihnya pasti terbuang sia-sia oleh kegiatan yang hanya berkutat dalam urusan duniawi. Coba kita ingat nikmat Allah yang tak terhingga, setiap saat mengalir dalam tubuh kita. Detak jantung yang tidak pernah berhenti, kedipan mata yang tak terhitung berapa kali dalam seharian penuh dan selalu kita nikmati. Kita sengaja selalu melupakan hal itu tetapi sering mudah berterima kasih kepada seorang yang berjasa kepada kita sementara kepada Allah yang selalu memanjakan kita dengan nikmat-nikmatNya, kita sering kali memalingkan ingatan.
Orang-orang bijak mengatakan bahwa dunia ini hanyalah keperluan, ibarat WC dalam sebuah rumah, dibangun semata sebagai keperluan. Karenanya siapapun dari penghuni rumah itu akan mendatangi WC jika perlu saja, setelah itu ditinggalkan. Sungguh sangat aneh bila ada seorang yang diam di WC sepanjang hari dan menjadikannya sebagai tujuan utama dari dibangunnya rumah itu. Begitu juga sebenarnya sangat tidak wajar bila manusia sibuk mengurus dunia setiap waktu dan menjadikannya sebagai tujuan hidup, sementara akhirat dilupakan. Kita hanya mementingkan keperluan akhirat saja tanpa memedulikan kepentingan dunia, hanya sibuk beribadah dan tidak memperhatikan keadaan lingkungan di sekitarnya.
Setiap orang takut akan siksa neraka yang konon memiliki panas yang sangat dahsyat, maka dari itu mereka selalu bersiap diri untuk itu semua yaitu dengan melakukan ibadah. Tetapi tidak sedikit pula orang yang dengan remeh tidak peduli pada dirinya sendiri misalnya merokok, mengkonsumsi makanan atau minuman yang berbahaya bagi tubuh. Mereka berpikir akhirat itu nanti setelah kita meninggal, tanpa sadar mereka melupakan sesuatu yang akan dan pasti terjadi yaitu siksa di alam nyata yaitu berupa penyakit.
Dan ada (pula) orang-orang lain yang ditangguhkan sampai ada keputusan Allah; adakalanya Allah akan mengadzab mereka dan adakalanya Allah akan menerima tobat mereka. Dan Allah Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana (QS. At-Taubah[9]: 106).
Maksudnya adalah ketika masa lalu seseorang merokok kemudian dia bertobat (tidak merokok lagi sampai kapanpun) maka di masa yang akan datang ia terbebas dari penyakit atau kalaupun ada mungkin hanya sedikit saja.
niscaya Allah akan mengampuni sebagian dosa-dosamu dan menangguhkan kamu sampai kepada waktu yang ditentukan. Sesungguhnya ketetapan Allah apabila telah datang tidak dapat ditangguhkan, kalau kamu mengetahui”. (QS. Nuh[71] : 4).
Balasan di masa depan bisa berubah tergantung perbuatan kita pada saat ini, akan tetapi ketika masa depan sudah datang kita tidak bisa menolaknya dan kita tidak bisa kembali ke masa lalu karena balasan kita sudah sangat jelas yaitu sesuai dengan perbuatan kita.

Indikasi Akhirat
1. Kekal
Kehidupan akhirat kekal karena merupakan fase akhir dari kehidupan di dunia ini. Akhir perjalanan hidup seorang manusia jika namanya harum di masyarakat di akhir hidupnya maka ia akan selamanya dikenal baik akan tetapi sebaliknya jika namanya dikenang buruk oleh masyarakat maka selamanya ia akan dikenang buruk.
2. Lawan dari dunia
Seperti halnya ciptaan Allah yang lain yaitu berpasang-pasangan maka akhirat dapat dipahami lawan dari dunia. Jika dunia dipahami sebagai program jangka pendek maka akhirat adalah program jangka panjang dan jika dunia di pahami sebagai materi maka akhirat adalah spiritual.
3. Sebuah penantian atau tujuan
Akhirat adalah sesuatu yang ditunggu-tunggu oleh setiap orang karena kita dapat merasakan balasan setiap perbuatan yang pernah kita lakukan pada masa lalu. Bisa juga disebut sebagai cita-cita dan impian setiap orang.
4. Hanya untuk para muttaqin
Qur’an sering mengungkap akhirat adalah tempat untuk orang-orang yang bertaqwa yaitu orang yang memiliki konsep yang bersumber dari Qur’an itu sendiri.
5. Balasan (kausalitas)
Akhirat adalah suatu bentuk balasan apa yang kita lakukan di alam ini. Dampak baik atau buruknya tergantung perbuatan kita. Setiap orang pasti merasakannya karena merupakan sunatullah yang akan di terima oleh setiap mahluk.

Kapan datangnya?
Kapan terjadi akhirat hanya Allah yang tahu tetapi paling tidak ada tandanya yaitu salah satunya kematian seseorang. Setiap orang dituntut untuk untuk mempersiapkan segala sesuatunya untuk menghadapi akhirat. Apa yang kita dapat diakhirat sesuai dengan prilaku atau amalan kita selama hidup di dunia yang fana ini. Qur’an dan sunah Rasulullah tidak membicarakan sedikit pun tentang masa kedatangan akhirat. Bahkan secara tegas dalam berbagai ayat dinyatakan tidak seorang pun mengetahui kapan kehadirannya.
(Orang-orang kafir) bertanya kepadamu (Muhammad) tentang hari berbangkit, kapankah terjadinya? Siapakah kamu (sehingga) dapat menyebutkan (waktunya)? Kepada Tuhanmulah dikembalikan kesudahannya (ketentuan waktunya) (QS. An-Nāzi’āt[79]: 42-44)
Telah dekat kepada manusia hari penghitungan segala amalan mereka, sedang mereka berada dalam kelalaian lagi berpaling (dari padanya). (QS. Al-Anbiyā’[21]: 1).
Apakah ayat di atas menunjukkan kedekatan kiamat dari segi waktu? Boleh jadi. Akan tetapi tidak dapat dipahami bahwa kedekatan itu hanya dalam arti besok, seribu atau sepuluh ribu tahun kedepan dan boleh jadi ayat tersebut tidak menginformasikan kedekatan dalam arti waktu. Agaknya informasi Qur’an tentang kedekatan ini lebih dimaksudkan untuk menjadikan manusia selalu siap menghadapi kehadiran akhirat yang datang secara tiba-tiba. Seperti firman Allah:
Apakah mereka merasa aman dari kedatangan siksa Allah yang meliputi mereka, atau kedatangan kiamat kepada mereka secara mendadak, sedang mereka tidak menyadarinya? (QS. Yūsuf[12]: 107).
Untuk menghadapi kehidupan akhirat maka kita harus mempersiapkannya dengan bertakwa sebenar-benarnya takwa kepada Allah dan beribadah secara maksimal sesuai dengan yang tertera dalam Qur’an dan tuntunan Rasulullah. Akhirat merupakan konsekuensi logis yang akan dirasakan setiap manusia tergantung perbuatannya serta kondisi masa depan seseorang yang masih hidup di dunia, kekal sifatnya yakni berupa balasan apa yang pernah dilakukan saat ini atau pada masa lampau.
Terjadinya akhirat hanya diketahui Allah sedangkan manusia hanya wajib mempersiapkannya. Seseorang harus jeli memilih hal yang tepat bagi masa depannya karena segala sesuatunya tergantung apa yang ia kerjakan saat ini. Setiap yang dilakukan makhluk pasti memiliki hubungan yang erat, yang tidak bisa dipisahkan satu sama lain. “Hari ini adalah hasil pilihan kita kemarin dan hari esok adalah hasil dari pilihan kita hari ini”

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haru Jokowi-JK di Kapal Phinisi …

Yusran Darmawan | | 25 July 2014 | 10:00

Island Getaway ala Robinson Crusoe ke Nusa …

Ivani Christiani Is... | | 25 July 2014 | 14:32

US Dollar Bukan Sekedar Mata Uang …

Arif Rifano | | 25 July 2014 | 11:21

Yuk Bikin Cincau Sendiri! …

Ahmad Imam Satriya | | 25 July 2014 | 15:03

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Dilema MK …

Akhmad Yunianto | 2 jam lalu

Kunjungan Clinton ke Aceh, Misi Kemanusiaan …

Rafli Hasan | 6 jam lalu

Demokrasi ala SBY Jadi Perhatian Pakar Dunia …

Solehuddin Dori | 7 jam lalu

Kebijakan Obama yang Bikin Ciut Nyali Orang …

Andi Firmansyah | 8 jam lalu

Mengapa Harus Jokowi yang Terpilih? …

Ryan Perdana | 9 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: