Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ilmaddin Husain

Penyuka bubur kacang hijau, writer, fotografer, peminat travelling dalam rangka menyaksikan kebesaran Allah SWT, Belajar selengkapnya

Kriteria Aliran Sesat Versi MUI Pusat

OPINI | 21 June 2013 | 13:04 Dibaca: 495   Komentar: 5   0

Menindaklanjuti maraknya berbagai aliran & keyakinan yang berkembang di masyarakat Indonesia, Pada tanggal 6 November 2007 Majelis Ulama Indonesia (MUI) Pusat mengeluarkan Fatwa tentang 10 Kriteria Aliran Sesat sebagai pedoman identifikasi aliran sesat, pedoman yang dikemukakan dalam penutupan rakernas MUI di Hotel Sari Pan Pacific, Jl MH Thamrin, Jakarta, Selasa (6/11/2007) yaitu :

1. Mengingkari rukun Iman & Rukun Islam

2. Mengakui & atau mengikuti akidah yang tidak sesuai dalil syariat (AlQuran & As-Sunnah)

3. Meyakini turunnya wahyu setelah Al-Quran

4. Mengingkari otensitas & atau kebenaran isi Al-Quran

5. Melakukan penafsiran Alquran yg tidak berdasar kaidah tafsir

6. Mengingkari kedudukan Hadits Nabi sebagai sumber ajaran Islam

7. Melecehkan atau merendahkan para Nabi & Rosul

8. Mengingkari Nabi Muhammad SAW sebagai Nabi dan Rasul terakhir

9. Merubah,menambah & mengurangi  pokok-pokok ibadah yang telah ditetapkan oleh syar’i, seperti haji tidak ke Baitullah, shalat fardhu tidak 5 waktu

10. Mengkafirkan sesama Muslim tanpa dalil syar’i, seperti mengkafirkan muslim hanya karena bukan kelompoknya.

Naudzubillah min dzalik, semoga kita terhindar dari hal-hal di atas. Alhamdulillah LDII tidak termasuk 10 kriteria aliran sesat di atas.

Tuhannya LDII yaitu ALLAH SWT, Nabinya yaitu Nabi Muhammad SAW, Pedomannya hanya Alqur’an dan Al-Hadits, Hajinya ke Baitullah, LDII juga mengamalkan Rukun Islam dan Rukun Iman.

Adapun tuduhan yang sering di alamatkan kepada LDII yaitu dianggap mengkafirkan orang lain yang bukan kelompoknya. Hlalah saudaraku..bukankah urusan menilai Kafir & Iman hanya otority (kewenangan) Alloh SWT semata, seperti yang difirmankan-Nya dalam Kitab Suci Alquran, manusia tidaklah berhak memvonis orang lain kafir. Berdasarkan sabda Rasulullah SAW : “Barangsiapa yang menuduh kafir pada orang lain dan ternyata ia tidak seperti yang dituduhkan, maka tuduhan tersebut akan berbalik padanya….(Al-Hadits).  Mengkafirkan orang lain bukanlah produk dan doktrin LDII.

Saudaraku,…mari kita resapi salah satu Sabda Rosululloh SAW:

“Man amila amalan, laisa alaihi amruna, fahuwa roddun..” …Barangsiapa yang mengamalkan suatu amalan (padahal amalan yang dia kerjakan itu) bukanlah perintahku, maka amalan tersebut DITOLAK… masyaAlloh! sama dengan cape gawe, teu kapake, kalahka meunang teke….

Kita hanya hidup satu kali saja, tidak ada remedial atau her hidup setelah kita mati. Beribadah harus benar supaya tidak menyesal di kemudian hari. Bagaimanakah supaya kita tidak sesat/tersesat mengikuti ajaran yang bukan perintah Alloh dan Rasulnya? tentu saja kita harus mengaji, kita harus buka dan bedah isi AlQuran dan Al Hadits, seperti disabdakan oleh Rosululloh SAW :

“Taroktu fiikum amroini, maa tamassaktum bihima, kitabillah wasunnati nabiyyihi SAW…”

artinya:

“telah kutinggalkan diantara kalian dua perkara, kalian tidak akan sesat, selama kalian berpegang teguh pada dua perkara tersebut, 2 perkara tersebut yaitu AlQuran dan AlHadits.

Jadi selama kita pegang teguh dua perkara (2 perkara itu bukanlah meja & kursi, bukan pula koran dan majalah gadis, dst), 2 perkara itu adalah Quran + Hadits, selama kita pegang teguh, selama tidak kita campuri dengan bidah, khurofat, tahayul, jin-jinan dan lain-lain, maka Alloh SWT melalui RasulNya menjamin kalian TIDAK AKAN SESAT.

Nah, kemudian kalau ada orang yang menganggap sesat kepada orang-orang yang belajar dan mengamalkan Quran+Hadits, lha yang tidak sesat yang bagaimana donk…???

Mari kita kembali kepada Kitabillah Wasunnati Nabiyyihi, jangan hanya menjadi slogan saja, sementara prakteknya tidak diamalkan. Persoalannya adalah bagaimana mau yakin dan diwujudkan dengan pengamalan, sementara isi Quran+Hadits saja kita tidak tahu!? jangankan isinya, sampulnya saja, prejengannya Hadits itu seperti apa malah tidak tahu, bagaimana bisa kita beramal kalau kita tidak mengkajinya, mendalami isinya.

Naah, kadang-kadang apabila tidak kita terima dengan hati yang legowo, hati yang haus akan kebenaran, dalil-dalil di atas kalau dibunyikan seseorang seperti perwujudan “merasa pol dewek/pol sendiri, siga surga teh nu manehna sorangan..” padahal hanya membunyikan dalil-dalil Rosululloh SAW yang sudah lama terpendam dan tidak dipelajari mendalam. Banyak lho hal-hal yang prinsip menyangkut surga-neraka nya seseorang yang justru tidak disadarinya/tidak diketahuinya itu hal yang prinsip, gara-gara kita tidak mempelajari isi Quran+Hadits padahal merupakan hal yang prinsipil untuk kelangsungan hidup setelah mati kita.

Sumber : http://www.jabar.ldii.or.id/10-kriteria-aliran-sesat-fatwa-mui-pusat/

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mereka Meninggalkan Ego demi Kesehatan …

Mohamad Nurfahmi Bu... | | 31 October 2014 | 00:51

Rokok Elektronik, Solusi Stop Merokok yang …

Gaganawati | | 31 October 2014 | 01:19

Profit Samsung Anjlok 73,9%, Apple Naik …

Didik Djunaedi | | 31 October 2014 | 07:17

Ihwal Pornografi dan Debat Kusir Sesudahnya …

Sugiyanto Hadi | | 31 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39


TRENDING ARTICLES

Kabinet Kerja Jokowi-JK, Menepis Isu …

Tasch Taufan | 9 jam lalu

Saat Tukang Sate Satukan Para Pendusta …

Ardi Winata Tobing | 11 jam lalu

Jokowi-JK Tolak Wacana Pimpinan DPR …

Erwin Alwazir | 11 jam lalu

Pengampunan Berisiko (Kasus Gambar Porno …

Julianto Simanjunta... | 13 jam lalu

Mantan Pembantu Mendadak PD, Berkat Sudah …

Seneng | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | 8 jam lalu

Ketika Lakon Itu Kembali Dimainkan …

Sarie | 8 jam lalu

Negeri Suka Tandingan …

Didi Eko Ristanto | 9 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: SKILL, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: