Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kuncoro Adi

Lahir di semarang, tinggal di Jakarta. Penulis, editor buku dan pembicara publik. Tulisan tentang kerohanian, selengkapnya

Rumah yang Diberkati Tuhan (Perspektif kristen)

OPINI | 15 June 2013 | 08:52 Dibaca: 1555   Komentar: 0   1

Banyak orang percaya melihat rumah mereka tidak sesuci dan ”sepenting” gereja. Banyak orang kristen telah mengabaikan peran penting rumah sebagai sumber berkat Tuhan.Padahal dalam banyak teks di Perjanjian Lama, Tuhan sering berkata tentang berkat di dalam rumah umat-Nya! Mis. Ul. 6:4-9; Bil.18:31;Ul.12:7.

Itu artinya Tuhan memandang rumah dan keluarga sebagai hal yang amat penting!

Tuhan memulai kehidupan manusia dengan perkawinan dan keluarga. Komunitas pertama yang Tuhan bangun adalah keluarga dan rumah tangga!

Jadi, rumah (dimana di dalamnya keluarga tinggal) adalah sesuatu yang sangat penting.

Oleh sebab itu kita perlu tahu bagaimana agar rumah (keluarga) kita diberkati Tuhan!

BAGAIMANA MENDATANGKAN BERKAT TUHAN ATAS RUMAH KITA

1. Jadikan rumah anda sebagai ”rumah Tuhan” – Maz.101:2

Selama ini kita sering salah kaprah menilai bahwa rumah Tuhan itu hanya gereja. Tapi sebenarnya rumah dimana kita tinggal pun adalah rumah Tuhan. Artinya, ”tempat” dimana Tuhan mau tinggal dan berdiam disana!

Perilaku kita di rumah seharusnya sama seperti perilaku kita di gereja – menyembah, mengasihi, melayani, berdoa dsb. Kalau ini terjadi, hasilnya akan luar biasa – lih Maz.128:1-6 :

(a) Berbahagia dan baik keadaannya (sehat, damai sejahtera, banyak berkat)

(b) Isteri akan menjadi seperti pohon anggur (sumber sukacita) dalam keluarga.

(c) Anak-anak seperti tunas pohon zaitun ( memiliki masa depan yang gemilang seperti tunas yang sedang tumbuh).

(d) Laki-laki (suami) diberkati Tuhan (pekerjaan dan usahanya maju).

2.Undanglah hadirat Tuhan dalam rumah anda – 2 Sam.6:9-11

Jadikan rumah anda sebagai altar doa bagi Tuhan. Ini tidak berbicara tentang altar harafiah, tetapi hati yang dipenuhi kerinduan untuk bersekutu dengan Tuhan!

Kalau ada doa yang dinaikkan dalam rumah, maka hadirat Tuhan akan hadir. Dan kalau hadirat Tuhan hadir, maka mujizat pasti terjadi:

(a) Yang sakit menjadi sembuh

(b) Yang susah menjadi senang

(c) Yang lemah menjadi kuat

(d) Yang kekurangan menjadi kelimpahan. dsb.

Orang yang rumahnya dipenuhi hadirat Tuhan akan merasa betah dan nyaman tingal dirumahnya!

3. Bangunlah bahtera keselamatan dalam rumah anda – Ibr.11:7

Dari kisah hidup Nuh kita tahu bahwa ia melakukan segala macam cara untuk menyelamatkan keluarganya dari bahaya banjir bandang.

Nah, orang tua juga harus melakukan hal yang sama untuk anak-anaknya.

Kita memang tidak bisa menyelamatkan jiwa anak kita (hanya Tuhan yang bisa), tapi kita bisa (malahan harus) mendekatkan anak kita kepada Tuhan. Bagaimana caranya ?

(a) Sering-seringlah mengajak ngobrol anak anda tentang Tuhan dan karyaNya yang ajaib dalam hidup keluarga anda.

(b) Tunjukkanlah teladan iman kepada anak-anak anda, seperti : sering berdoa, tetap tenang ketika ada masalah, baca Firman Tuhan setiap hari dsb.

(c) Bangunlah prinsip-prinsip Firman Tuhan dalam hidup berkeluarga, seperti : cinta kasih, kesetiaaan, penghormatan akan orang lain, pengampunan dsb.

(d) Doronglah anak-anak anda untuk beribadah. Kalau sejak dini kita lakukan , hasilnya anak-anak akan merasakan beribadah sebagai sebuah kebutuhan!

(e) Ajarlah anak-anak anda dengan cara yang sesuai Firman Tuhan di rumah anda!

4. Jadikan rumah anda benar-benar sebuah ”rumah” (home)

Jadikan rumah anda sebuah home, dan bukan house. Artinya, sebuah home adalah sebuah tempat tinggal yang nyaman, damai, ada kasih, ada suasana kekeluargaan di dalamnya.

Sementara sebuah house hanyalah sebuah tempat untuk tinggal bersama tanpa ada suasana kekeluargaan di sana. Kalau rumah anda adalah sebuah home, maka berkat Tuhan akan mengalir kesana !

Kalau semua anggota keluarga rukun dan damai (suasana home), maka kesanalah berkat-berkat Tuhan akan dilimpahkan! – Maz.133:1-3

5. Jadikan rumah anda tempat ”pelatihan” untuk melayani – Yos.24:15

Rumah kita harus menjadi seperti gereja, yaitu tempat untuk latihan melayani! Yosua berkomitmen bahwa ia dan seisi rumahnya akan melayani Tuhan!

Nah, kita pun harus berkomitmen bahwa seisi rumah kita akan melayani Tuhan.

Di rumah kita bisa belajar melayani lewat :

(a) Doa bersama – dengan doa bersama kita akan terlatih untuk suka dan bisa berdoa.

(b) Saling melayani – sebagai sesama anggota keluarga kita bisa berlatih untuk saling melayani. Ini modal yang luar biasa agar memiliki hati seorang hamba!

(c) Saling mengasihi – kasih harus menjadi landasan dalam umah kita. Dengan demikian kita nanti akan terbiasa hidup dalam kasih. Ini modal hebat untuk menjadi pelayan Tuhan yang sejati!

(d) Saling mengampuni – seperti gereja adalah komunitas orang-orang yang sudah diampuni, maka keluarga juga harusnya menjadi komunitas orang-orang yang saling mengampuni.

Rumah yang penghuninya belajar untuk melayani Tuhan dan sesamanya akan menjadi rumah yang sangat diberkati Tuhan!

Akhirul kalam, rumah dimana kita tinggal adalah tempat dimana Tuhan juga mau tinggal! Oleh sebab itu jadikan rumah anda sebuah home (suasananya damai dan penuh kekeluargaan), maka berkat-berkat Tuhan akan dicurahkan di sana!

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Indahnya Rumah Tradisional Bali: Harmoni …

Hendra Wardhana | | 26 October 2014 | 06:48

Perjuangan “Malaikat Tak …

Agung Soni | | 26 October 2014 | 09:17

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | | 26 October 2014 | 01:02

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59



HIGHLIGHT

Rahasia Mantan …

Witri Prasetyo Aji | 7 jam lalu

Kompasiana …

Siti Nur Hasanah | 7 jam lalu

Menelusuri Pusat Keramaian Pusat Kota Malang …

Muhammad Azamuddin ... | 8 jam lalu

Perawatan Penyakit pada Sistem Pernapasan …

Meli Yunita Agustin | 8 jam lalu

Dari Pameran Foto Arsip …

Ade Aryana Uli Pan... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: