Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Adi Daffa

ada dan tiada http://dekatterasing.blogspot.com

Moralitas dalam Kesadaran

OPINI | 13 June 2013 | 00:00 Dibaca: 150   Komentar: 3   1

Bagaimana alam ini berada “sebelumnya”, manusia tak mengerti caranya.

Tetapi ketika Kitab Suci mengatakan sesuatu tentang “nanti”, ia bertanya : “bagaimana mungkin?”.

Sebagian manusia mengira bahwa keberadaan kehidupan saat ini adalah produk terhebat dan terakhir dari keberadaan. Sehingga berkesimpulan tak akan ada lagi kehidupan setelah ini. Tetapi mungkin ia terlupa bahwa sebenarnya tak ada batas tentang kemampuan keberadaan. Karena yang “ada” pastilah berdiri bebas sebebas bebasnya di atas ketiadaan.
Terlebih ketika pikiran secara alamiah mampu bercita-cita tentang hal yang ideal, maka alangkah naifnya apabila keberadaan yang telah memproduksi pikiran itu tak dapat memenuhi apa yang terlahir dari pikiran manusia.

Berbicara tentang keberadaan saat ini, apa yang paling tinggi bagi manusia adalah moral hidup. Moral dalam kesadaran. Moral yang mengakui bahwa manusia adalah produk, sehingga ia selayaknya berterimakasih dan tidak menyombongkan diri.

Bermoral kepada Kedahsyatan tak terbatas, dengan cara mengakui adanya kemampuan tak terbatas yang berada di luar manusia.

Bermoral kepada Keabadian, dengan cara mengakui adanya keabadian yang berada di luar rentang waktu manusia.

Bermoral kepada Kebebasan tak terbatas, dengan cara mengakui adanya kehendak yang bebas atas manusia.

Dalam menyaksikan kenyataan hidup manusia, pikiran secara alamiah mengiyakan keadilan dan kedamaian. Maka keadilan dan kedamaian itu pastilah terwujudkan oleh Kedahsyatan tak terbatas. Kedahsyatan yang telah membuat produk yang berwujud pikiran manusia.

Bagaimanakah keadilan dan kedamaian sejati itu terwujud? Manusia tak perlu mengenyitkan dahi, sebagaimana ia tak mengerti tentang asal muasal sejati dari segalanya.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kalau Bisa Beli, Kenapa Ambil yang Gratis?! …

Tjiptadinata Effend... | | 01 November 2014 | 14:03

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Danau Toba, Masihkah Destinasi Wisata? …

Mory Yana Gultom | | 01 November 2014 | 10:13

Traveling Sekaligus Mendidik Anak …

Majawati Oen | | 01 November 2014 | 08:40

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 5 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 6 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 7 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Mencari Azan ke Kampung Segambut …

Rita Kunrat | 8 jam lalu

Wonderful Indonesia: Menelusuri Jejak …

Casmudi | 8 jam lalu

Memanfaatkan Halaman Rumah untuk Tanaman …

Akhmad Sujadi | 8 jam lalu

Jangan-jangan Jokowi (juga) Kurang Makan …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Susi yang Bikin Heran …

Mbah Mupeang | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: