Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Firman Pratama

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati selengkapnya

Mantra, Doa dan Sugesti adalah Kekuatan dari Pikiran

OPINI | 16 May 2013 | 12:19 Dibaca: 2952   Komentar: 1   1

Kita sering dibingungkan dengan tiga istilah yang ada di judul artikel ini, mantra, doa dan sugesti. Karena ketika saya memberikan kelas training banyak yang bertanya “Mas…apa sih bedanya mantra ama doa ?”¬† “lalu apa sih bedanya, doa dan sugesti?” Kita akan bahasa satu persatu dari pengertian mantra, doa dan sugesti. Saya akan memulai dengan bertanya kepada anda, dimana biasanya anda menemukan ketiga kata tersebut, ditempat yang sama dengan orang yang sama atau berbeda? Pasti..kebanyakan dari kita menemukan ketiga kata tersebut pada tempat yang berbeda dengan orang yang menyampaikan juga berbeda. Mungkin, hanya di blog saya ini anda melihat mantra, doa dan sugesti menjadi satu yang terlihat akur dan bersahabat…he.he. Jika oleh pihak lain, pasti ketiga kata ini dianggap saling bertentangan bahkan salin bertolak belakang, bahkan yang lebih ekstrim menyatakan mantra adalah HARAM sedangkan DOA yang Halal. Mereka yang berkata seperti itu juga tidak salah, sebab memang pemahamannya seperti itu.

Sekarang, perhatikan kalimat ini ya :

“Sing ayu, sing wedon, sopo sopo wong wedon sing ayu pasti mlayu nang atiku”, paham ngga artinya? he.he..itu bahasa jawa yang saya pernah baca di buku jaman dulu Mantra penarik wanita. Dalam buku itu dijelaskan, bahwa membaca kalimat itu 11x saat ditempat keramaian sambil memegang kertas yang sudah dituliskan huruf arab. Bagi anda yang tidak memahami artinya, tentu hanya bermodal keyakinan terhadap siapa yang memberinya kan, jika yang memberinya adalah seorang yang dianggap “dukun”, “orang pinter” pasti anda percaya. Tetapi bagi anda yang memahami bahasa jawa, tentu menjadi lebih percaya lagi kan, sebab arti dari kalimat diatas dalam bahasa Indonesia adalah “yang cantik, yang perempuan, siapa saja orang perempuan yang cantik pasti masuk ke hatiku”

Mantap kan artinya, he.he..sekarang saya bertanya lagi,apakah kalimat diatas termasuk kategori mantra, sugesti atau doa? Mungkin anda menjawab, saat menggunakan bahasa jawa itu namanya mantra, sedangkan ketika saya artikan menjadi bahasa Indonesia maka anda sebut sebagai sugesti, benar kan? Lalu kalau saya mengubah kalimatnya menjadi seperti ini:

“Ya Allah, siapa saja perempuan cantik yang melihat saya langsung tertarik ke saya, bantu saya ya Allah..”


Anda pasti mengatakan jika kalimat diatas adalah DOA kan, kalau begitu maka sama saja kan antara mantra, sugesti dan DOA. Semua adalah bersumber dari kata-kata yang anda desain sendiri agar mudah anda pahami. Coba ketika anda membaca tulisan yang tadi bahasa jawa, pasti kurang paham bahkan sama sekali tidak paham kan. Tetapi begitu sudah saya ganti menjadi bahasa Indonesia menjadi lebih paham dan lebih meresap kan ke pikiran anda.

Sugesti, Mantra dan DOA adalah “benda” yang sama tetapi terkadang disampaikan oleh orang yang berbeda, jika sugesti sering disampaikan¬† oleh teman-teman trainer, motivator dan hipnoterapis. Tetapi mantra disampaikan oleh dukun dan spiritual, sedangkan DOA disampaikan oleh pemuka agama. Tetapi bentuknya sama kan, adalah sekumpulan kata-kata yang memiliki makna untuk membuat diri kita yakin dan percaya tentang sesuatu yang kita inginkan dapat terjadi. Itulah definisi yang saya buat untuk memudahkan pemahaman tentang ketiga kata diatas.

Lalu apakah ada keterkaitan hal mistis? Dimana mistisnya, kan itu hanya sebuah sekumpulan kata-kata saja, siapa yang memahami kata-kata itu? diri kita sendiri kan? Jadi..ketiga kata tersebut, mantra, doa dan sugesti bersumber dari diri kita.

sumber

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | | 25 October 2014 | 14:51

Kompasiana Nangkring Special di Balikpapan …

Bambang Herlandi | | 25 October 2014 | 13:44

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 17 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 17 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 18 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 21 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Dwi Wailissa, Anggota BIN yang Gugur …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Belajar Ngomong:”Mulutmu …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

MEA 2015; Bahaya Besar bagi Indonesia …

Choerunnisa Rumaria | 8 jam lalu

Bersenang-Senang dengan Buku …

Mauliah Mulkin | 8 jam lalu

Kematian Pengidap HIV/AIDS di Kota Depok …

Syaiful W. Harahap | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: