Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Firman Pratama

Seorang pakar pikiran dan praktisi pendidikan yang membuat dua buah metode dahsyat yaitu Alpha Telepati selengkapnya

Mantra, Doa dan Sugesti adalah Kekuatan dari Pikiran

OPINI | 16 May 2013 | 12:19 Dibaca: 2885   Komentar: 1   1

Kita sering dibingungkan dengan tiga istilah yang ada di judul artikel ini, mantra, doa dan sugesti. Karena ketika saya memberikan kelas training banyak yang bertanya “Mas…apa sih bedanya mantra ama doa ?”¬† “lalu apa sih bedanya, doa dan sugesti?” Kita akan bahasa satu persatu dari pengertian mantra, doa dan sugesti. Saya akan memulai dengan bertanya kepada anda, dimana biasanya anda menemukan ketiga kata tersebut, ditempat yang sama dengan orang yang sama atau berbeda? Pasti..kebanyakan dari kita menemukan ketiga kata tersebut pada tempat yang berbeda dengan orang yang menyampaikan juga berbeda. Mungkin, hanya di blog saya ini anda melihat mantra, doa dan sugesti menjadi satu yang terlihat akur dan bersahabat…he.he. Jika oleh pihak lain, pasti ketiga kata ini dianggap saling bertentangan bahkan salin bertolak belakang, bahkan yang lebih ekstrim menyatakan mantra adalah HARAM sedangkan DOA yang Halal. Mereka yang berkata seperti itu juga tidak salah, sebab memang pemahamannya seperti itu.

Sekarang, perhatikan kalimat ini ya :

“Sing ayu, sing wedon, sopo sopo wong wedon sing ayu pasti mlayu nang atiku”, paham ngga artinya? he.he..itu bahasa jawa yang saya pernah baca di buku jaman dulu Mantra penarik wanita. Dalam buku itu dijelaskan, bahwa membaca kalimat itu 11x saat ditempat keramaian sambil memegang kertas yang sudah dituliskan huruf arab. Bagi anda yang tidak memahami artinya, tentu hanya bermodal keyakinan terhadap siapa yang memberinya kan, jika yang memberinya adalah seorang yang dianggap “dukun”, “orang pinter” pasti anda percaya. Tetapi bagi anda yang memahami bahasa jawa, tentu menjadi lebih percaya lagi kan, sebab arti dari kalimat diatas dalam bahasa Indonesia adalah “yang cantik, yang perempuan, siapa saja orang perempuan yang cantik pasti masuk ke hatiku”

Mantap kan artinya, he.he..sekarang saya bertanya lagi,apakah kalimat diatas termasuk kategori mantra, sugesti atau doa? Mungkin anda menjawab, saat menggunakan bahasa jawa itu namanya mantra, sedangkan ketika saya artikan menjadi bahasa Indonesia maka anda sebut sebagai sugesti, benar kan? Lalu kalau saya mengubah kalimatnya menjadi seperti ini:

“Ya Allah, siapa saja perempuan cantik yang melihat saya langsung tertarik ke saya, bantu saya ya Allah..”


Anda pasti mengatakan jika kalimat diatas adalah DOA kan, kalau begitu maka sama saja kan antara mantra, sugesti dan DOA. Semua adalah bersumber dari kata-kata yang anda desain sendiri agar mudah anda pahami. Coba ketika anda membaca tulisan yang tadi bahasa jawa, pasti kurang paham bahkan sama sekali tidak paham kan. Tetapi begitu sudah saya ganti menjadi bahasa Indonesia menjadi lebih paham dan lebih meresap kan ke pikiran anda.

Sugesti, Mantra dan DOA adalah “benda” yang sama tetapi terkadang disampaikan oleh orang yang berbeda, jika sugesti sering disampaikan¬† oleh teman-teman trainer, motivator dan hipnoterapis. Tetapi mantra disampaikan oleh dukun dan spiritual, sedangkan DOA disampaikan oleh pemuka agama. Tetapi bentuknya sama kan, adalah sekumpulan kata-kata yang memiliki makna untuk membuat diri kita yakin dan percaya tentang sesuatu yang kita inginkan dapat terjadi. Itulah definisi yang saya buat untuk memudahkan pemahaman tentang ketiga kata diatas.

Lalu apakah ada keterkaitan hal mistis? Dimana mistisnya, kan itu hanya sebuah sekumpulan kata-kata saja, siapa yang memahami kata-kata itu? diri kita sendiri kan? Jadi..ketiga kata tersebut, mantra, doa dan sugesti bersumber dari diri kita.

sumber

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | | 02 September 2014 | 11:41

Yakitori, Sate ala Jepang yang Menggoyang …

Weedy Koshino | | 02 September 2014 | 10:50

Hati-hati Menggunakan Softlens …

Dita Widodo | | 02 September 2014 | 08:36

Marah, Makian, Latah; Maaf Hanya Ekspresi! …

Sugiyanto Hadi | | 02 September 2014 | 02:00

Masa Depan Timnas U-19 …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 21:29


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 4 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 5 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 8 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

Menyaksikan Sinta obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | 8 jam lalu

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | 9 jam lalu

Prof. Suhardi & Kesederhanaan Tanpa …

Hazmi Srondol | 9 jam lalu

Siapa Ketua Partai Gerindra Selanjutnya? …

Riyan F | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: