Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Marudut Mujur Sinaga

Teknik Industri Universitas Dipnegoro, Batak, Travelling,and Laughing. Adore to Jesus.

Menjadi Pribadi yang Lebih Baik!

OPINI | 04 May 2013 | 21:02 Dibaca: 240   Komentar: 1   2

Sebenarnya jika ditanya, apakah batasan atau parameter seseorang itu dikatakan “baik”? apakah saat dia memberi ? apakah saat dimana dia dibutuhkan dia selalu ada? apakah saat dia menolong orang dengan tulus hati? atau apakah saat dia melakukan sesuatu yang “baik” menurutnya.

Apakah dia dunia ini ada orang yang bisa “baik” seperti yang diinginkan oleh semua orang?. Tentu saja tidak mungkin. Konsep kebaikan sungguh beraneka ragam bergantung daripada objek yang mengalami “kebaikan” itu. Dulu sewaktu saya kecil orangtua saya mengajrakan saya bahwa anak yang “baik” adalah anak yang rajin belajar, rajin beribadah dan menurut terhadap perintah orang tua, namun yang menjadi pertanyaan , apakah hal tersebut merupakan konsep kebaikan? Ya , itu kebaikan menurut saya dan orangtua saya. Semakin saya bertumbuh dan berkembang saya mendapat banyak masukan mengenai konsep kebaikan itu sendiri.

Apakah ada orang yang baik 100 % di dunia ini? apakah ada orang yang jahat 100% di dunia in? Jawabannya tentu saja tidak. Karena sesungguhnya tak ada satupun yang bisa melakukan 100 % kebaikan itu.
Jadi apakah kebaikan itu yang sebenarnya? Kalo memang kebaikan itu relatif adakah tolak ukur yang bisa kita jadikan ukuran untuk mengatakan itu baik? Jawabannya, tentu saja ada.

Menurut pemahaman saya kebaikan itu akan dikatakan baik jika kebaikan itu memiliki dampak perubahan “positif” bagi orang yang menerima. Lalu mengapa harus ada perbuatan baik di dunia ini? Jawabannya, karena kebaikan itu adalah satu cara yang bisa kita lakukan untuk menjalin dan mendapatkan ketentraman duniawi. Kebaikan itu juga merupakan ajaran semua aliran agama yang diajarkan kepada umatnya.

Ada satu hal yang ajaib dari kebaikan itu, dimana jika setiap kebaikan itu dilakukan maka akan memperoleh kebaikan dari yang lain. Jadi semakin banyak berbuat kebaikan maka akan semakin banyak menerima kebaikan juga, itu nyata dan pasti terjadi.

Lalu pada saat kapankah kita bisa menjadi pribadi yang lebih baik? apakah ketika masih kanak-kanak? apakah ketika remaja? atau ketika sudah berumah tangga? dan kepada siapakah kebaikan itu kita lakukan? Jawabannya, sesungguhnya kebaikan itu bisa kita lakukan sedini mungkin saat kita sudah mengerti dasar kebaikan itu, bukan dari banyaknya memberi atau melakukan sesuatu namun melakukan sesuatu yang berdampak positif bagi orang lain itu yang terpenting. Kebaikan itu harus dilakukan kepada semua orang yang ada disekitar kita, siapapun itu tanpa membeda-bedakan.

Marilah kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, menjadi pribadi yang selalu melakukan hal yang menghasilkan “positif” bagi orang lain. :)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 11 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 12 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 13 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 14 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 12 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 12 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 12 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 13 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 13 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: