Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dadan K. Ramdan

1. Pemerhati : Kebijakan Penerapan Teknologi, Energi dan Migas Nasional 2008 sampai dengan sekarang; dan selengkapnya

Penyaksian Alam Semesta (Lanjutan)

OPINI | 29 April 2013 | 12:54 Dibaca: 253   Komentar: 2   1

B. Suasana Kehidupan Alam Semesta

Sebagaimana dijelaskan diatas, bahwa Allah telah menciptakan ruang semesta kemudian memisahkan langit dan bumi dalam dua masa, periode selanjutnya Allah menciptakan bumi dan segala sesuatu yang terdapat didalamnya selama empat masa, hingga penciptaan langit dan bumi dengan segala isinya menghabiskan waktu sekitar enam masa, namun demikian terlepas dari polemic pemikiran tentang pentafsiran lebih lanjut berkenaan pengertian masa dan klasifikasi penciptaan setiap periode dan masa yang habis untuk penciptaan alam semesta dan isinya, hal berikutnya mari kita mencoba melihat tentang fenomena kehidupan alam semesta beserta makhluq yang ada dilangit dan bumi.

Pemisahan langit dan bumi diawali dengan peristiwa pengembunan kabut – kabut yang berkumpul dalam setiap pusaran dan kemudian terpisah menurut kumpulan kabut baru didalam pusaran – pusaran, pusaran – pusaran ini terjadi akibat ada ikatan dari gaya gravitas yang saling menarik “ Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya (Qs Fush Shilat 11)” dalam keadaan sedang terjadi pusaran kabut sambil berjalan menekan kesetiap dinding tapal tanpa batas (alam azali) sebagian pengabutan terjadi pengembunan, lalu dari pengembunan kemudian muncul air dan kemudian mengkristal “Dan dari air Kami jadikan segala sesuatu yang hidup “, kristalisasi embun semakin lama semakin membesar, namun demikian karena gesekan atsmosfir yang tinggi dengan percepatan dalam buihan yang cukup kuat, maka pada tingkat pemadatan tertentu mulai muncul sifat panas dalam benda tersebut, hingga akhirnya terbakar, tetapi kemudian bola api itu hinggap dalam satu edaran tertentu dan tertumpuk gumpalan asap berikutnya, semakin lama gumpalan asap itu terdapat sedimentasi dalam proses pengembunan dan pada bola api hingga bola api tersebut bertambah meningkat jarak diameternya, sementara disisi lain timbul gaya gravitasi dan didorong gaya sentrifugal akibat putaran dalam rotasi membuat tumpukan tersebut membentuk bola yang sangat padat, sementara ruang semesta terus meluas dan membengkak, hingga mengakibatkan pada ruang awal dalam jarak tertentu lebih dekat pada bulatan benda yang terlihat lengang, karena kabut yang lain terbawa arus gravitas benda yang lebih besarnya, ditempat lain terjadi pengabutan serupa hingga membentuk bola – bola beterbangan dan saling menarik dengan benda langit yang lebih besarnya, pada sisi ini langit dan bumi (planet lainnya) mendapatkan perintah untuk mengurus dirinya sendiri, Dan Kami menjadikan langit itu sebagai atap yang terpelihara, sedang mereka berpaling dari segala tanda-tanda (kekuasaan Allah) yang terdapat padanya. (Qs Al Anbiyaa’ 32) hingga langit seakan – akan menjadi atap planet – planet dan gugusan – gugusan bintang termasuk bumi. Langit dan bumi serta seluruh penghuninya menjadi terbelenggu oleh aturan dari urusan Dan kepada Allah sajalah bersujud segala apa yang berada di langit dan semua makhluk yang melata di bumi dan (juga) para malaikat, sedang mereka (malaikat) tidak menyombongkan diri.(Qs An Nahl 49) yang telah ditetapkan oleh Sang Engineer, hingga semuanya terpaku pada aturan permainan perluasan ruang alam semesta.

Sejak terjadi pengembunan dan Tuhan memisahkan langit dan bumi menjadi gumpalan yang terpisah dan dia berada dalam pusaran kabut yang disebut dalam pusaran galaksi bima sakti, galaksi ini pada jarak yang sangat jauh adalah merupakan pusaran kabut juga, menurut penemuan terakhir para ilmuwan astronomi galaksi dalam pusaran kabut tersebut terdapat 300 milyar gumpalan galaksi, dan dalam galaksi Bima Sakti terdapat 100 milyar bintang, sementara bintang yang kita kenal dengan nama Matahari dan dalam kumpulan tata surya matahari ini memiliki 9 satelit (planet), galaksi terdekat dengan Bimasakti adalah Adromeda dengan jarak 1 000 000 tahun perjalanan cahaya memiliki 200 milayar bintang, kemudian galaksi M84 dan M86 berjarak 50 000 000 tahun perjalanan cahaya dan M100 berjaraka 1 500 000 000 tahun perjalanan cahaya.

Hari

Lamanya Hari

(Milyar Tahun Cahaya)

Proses Penciptaan

1

15.75

Big Bang (letusan maha dahsyat) menandai penciptaan alam semesta, cahaya membebaskan diri sebagai electron – electron yang terikat keinti atom, galaksi – galaksi mulai terbentuk

2

7,75

Galaksi Milky Way terbentuk, matahari terbentuk

3

3,75

Bumi mulai mendingin dan cairan air mulai mucul yang hamper secara langsung diikuti oleh atom – atom pertama kehidupaan, bakteri dan alga fotosintesis

4

1,75

Athmosfer bumi menjadi lebih transparan, fotosistesis menghasilkan atmosfer yang kaya akan oxygen

5

0,750

Hewan multiseluler pertama muncul, air dikerumuni oleh hewan hidup yang memiliki badan besar dari semua hewan dimasa mendatang eksekta bersayap muncul

6

0,250

Kemusnahan massif merusak lebih dari 90 % kehidupan, daratan dihuni kembali oleh hominid dan kemudian manusia

Hipotesis menyatakan, bahwa planet dibentuk dari putaran debris, debu dan gas yang mengitari matahari. Kekuatan gravitas menggumpalkan materi tersebut, panas dilepaskan dan batuan dan gas keluar, membentuk atmosfer awal dibumi, gas – gas dalam atmosfer ini meliputi carbon dioxide (CO2), hydrogen ( H2), uap air (H2O), nitrogen (N2), methane (CH4) dan ammonia (NH2),. Gas Oxygen (O2) belum ada,.

Kejadian pada saat proses kristalisasi dan penguatan gumpalan pada setiap bola planet maka Tuhanpun mendatangi nya “ … dan kepada bumi (planet – planet) : … “(Qs Fush Shilat 11) sebagaimana Dia mendatangi langit. Kedatangan Tuhan pada langit dan bumi sebetulnya bukan kehadiran wujud Dia tetapi berupa panggilan, hal ini karena tidak mungkin Tuhan yang memiliki kapasitas lebih besar dari pada langit dan bumi, lantas dia masuk kedalam ruangan keduanya, jika logika demikian maka kehadiran Tuhan pada sisi ini berupa panggilan kepada langit dan bumi dalam bentuk Tuhan berfirman pada keduanya, “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”(Qs Fush Shilat 11). Munculnya firman Tuhan ini pada realitas penciptaan merupakan isyarat ketika bola –bola planet dalam bentuk api untuk masuk kedalam garis edar yang muncul akibat setiap bulatan yang lebih besar memiliki gaya tarik menarik, pada sisi tarik menarik ada titik setimbang gaya yang terbentuk sebagai penyeimbang diantara kedua jarak benda planet dengan benda yang lebih besarnya, Firman Tuhan tersebut berupa perintah kepada langit dan bumi kemudian langit dan bumi menyahuti dalam pengertian untuk tunduk dan patuh pada perintah Tuhan dengan bahasa “Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.(Qs Fush Shilat 11). Tunduk dan patuh ini, pada pengertian selanjutnya adalah terjadi proses penyempurnaan kejadian bola – bola planet dan kemudian masuk kedalam garis edarnya.

Bumi sebagai bagian dari penghuni ruang angkasa merupakan planet ketiga yang ada di dalam tata surya setelah planet merkurius, venus lalu bumi, mars kemudian yupiter, Uranus, neptunus saturnus, dan Pluto. Menjadi bagian dari hasil proses kristalisasi yang cukup kuat dan memiliki kepadatan yang luar biasa, pembentukan kepadatan masing – masing planet ini membentuk bola yang memiliki diameter dan jarak yang berbeda, termasuk tingkat suhu yang dimiliki oleh masing – masing planet, dibawah ini kita bisa melihat table klasifikasi berdasarkan diameter, jarak terhadap matahari dan masing – masing suhu yang dimiliki oleh setiap planet.

Sementara matahari sebagai pusat orbit kesembilan planet menjadi supplier sumber panas yang memancarkan kesetiap belahan masing – masing planet tersebut, hal ini terjadi menurut permukaan yang menghadap pada sinar tersebut, permukaan planet – planet ini terkena sinar matahari karena masing – masing berputar dalam porosnya selama satu hari , kemudian mengelilingi matahari, selama satu tahun, Dan Dialah yang telah menciptakan malam dan siang, matahari dan bulan. Masing-masing dari keduanya itu beredar di dalam garis edarnya. (Qs Al Anbiyaa’ 33) hitungan hari dan tahun dimasing – masing planet memiliki kadar waktu yang berbeda, misalkan bumi dengan mars, venus dengan merkurius,hal ini dipengaruhi oleh kecepatan putaran poros jarak, besaran volume dan keliling bola planet juga sudut keliling mengitari matahari.

No

Nama Planet

Jarak ke Matahari

(Jt Km)

Diamter Planet (Jt Km)

Temp. Planet (C°)

1

Merkurius

58

4,879

3,400

2

Venus

108

12,104

500

3

Bumi

150

12,756

23 – 33

4

Mars

228

6,787

- 70 – - 30

5

Yupiter

778

141,700

-100

6

Saturnus

1,426

120,000

-145

7

Uranus

2,872

50,800

-214

8

Neptunus

4,490

48,600

-218

9

Pluto

5,910

40,500

-238

Bola – bola yang beterbangan disana sini, semua berjalan berputar dalam satu pusaran mengelilingi sentrum tata surya yang berada dalam putaran pusar buih yang lebih besar yaitu galaksi, sementara didalam galaksi tersebut terdapat hampir 300 milyar, suasana yang terbagi dalam Dan Dialah yang menjadikan bintang-bintang bagimu, agar kamu menjadikannya petunjuk dalam kegelapan di darat dan di laut. Sesungguhnya Kami telah menjelaskan tanda-tanda kebesaran (Kami) kepada orang-orang yang mengetahui. (Qs Al An’aam 97) orbitasi bintang – bintang seperti matahari dan ke 300 milyar orbitasi bintang – bintang itu berputar menjadi satu buih bagaikan pusaran asap – asap, dan setiap orbit bintang bila kita lihat dari bumi menjadi berbentuk rasi Demi langit yang mempunyai gugusan bintang,(Qs Al Buruuj 1) dan gugusan bintang yang dapat dijadikan pedoman untuk para akhli nujum, dan (Dia ciptakan) tanda-tanda (penunjuk jalan). Dan dengan bintang-bintang itulah mereka mendapat petunjuk. (Qs An Nahl 16).akhli falak para petani dan pertanda alam, sementara gemerlap dari kejauhan berupa bintang, bila dilihat lebih dekat hal tersebut merupakan sebuah kumpulan planet yang mempunyai mataharinya, Maha Suci Allah yang menjadikan di langit gugusan-gugusan bintang dan Dia menjadikan juga padanya matahari dan bulan yang bercahaya.(Qs Al Furqon 61) dan dibeberapa planet atau disetiap planetnya ada satelit yang mengiringinya yaitu bulan - bulannya. Dan bila kita melihat dibagian utara dan selatan bumi akan terlihat gugusan bintang – bintang terdekat maksudnya yang dapat kita lihat dengan kasat mata tanpa melalui teleskop, dan itulah bintang – bintang yang terdekat dengan planet bumi khususnya dengan tata surya kita ini, gugusan yang dapat kita lihat dengan mata telanjang itu akan Sesungguhnya Kami telah menghias langit yang terdekat dengan hiasan, yaitu bintang-bintang,(Qs Ash Shaafa’at 6) terlihat menghiasi angkasa langit dikegelapan karena memiliki cahaya (yaitu) bintang yang cahayanya menembus,(Qs Ath Taahriq 3) yang dapat dipandang (tembus) oleh mata. Bintang – bintang tersebut berkelap kelip terkadang kita melihat cahaya bintang yang bergerak melesat dan memiliki ekor Sesungguhnya Kami telah menghiasi langit yang dekat dengan bintang-bintang dan Kami jadikan bintang-bintang itu alat-alat pelempar syaitan, dan Kami sediakan bagi mereka siksa neraka yang menyala-nyala.(Qs Al Mulk 5), menurut para akhli astronomi bintang berekor yang bergerak dengan cepat itu adalah meteor, yaitu batu langit yang terlepas dari garis edar karena memiliki berat yang lebih ringan dibanding dengan benda langit tempat dia berada, karena dia berada dalam titik medan magnet yang tidak seimbang.

Kembali pada gugusan bintang – bintang, bila kita memperhatikan sepintas seakan – akan gugusan Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan gugusan bintang-bintang (di langit) dan Kami telah menghiasi langit itu bagi orang-orang yang memandang (nya),(Qs Al Hijr 16) bintang – bintang tersebut diam, pada hal mereka melakukan hal yang sama seperti terjadi dalam tata surya yaitu bergerak dalam ruangan yang sangat luas, menurut perhitungan para akhli astronomi dengan menggunakan teleskop, bintang – bintang disekitar kita terdapat 3000 bintang bila dilihat disebelah utara dan 3000 bintang disebelah selah selatan, mereka berada dekat dengan kita karena dalam satu galaksi, ke 6000 ribu bintang ini bergerak dalam satu kendaraan galaksi, sementara galaksi ini berputar dalam satu pusaran buih yang bergerak terdapat 300 milyar galaksi.

Sementara bumi tempat kita berpijak, berputar dalam porosnya dengan pembulatan mendekati 24 jam, kemudian bumi dikelilingi bulan selama kurang lebih 30 hari dan bumi beserta bulan bergerak mengelilingi matahari selama kurang lebih 365 hari, hal ini merupakan kejadian dari sebuah aturan dari garis edar yang telah terbentuk secara alamiah berdasarkan kekuasaan Tuhan”Maka Aku bersumpah dengan Tuhan Yang Mengatur tempat terbit dan terbenamnya matahari, bulan dan bintang; sesungguhnya Kami benar-benar Maha Kuasa.(Qs Al Ma’arij 40)” dalam menjadikan perputaran roda yang bergulir menjadi waktu, munculnya matahari dalam ukuran pandangan mata kita dibumi, menyatakan seakan – akan matahari dan bulan yang bergerak mengelilingi bumi, hal ini disebabkan gerak relative yang terjadi karena ukuran kita sangat kecil dibandingkan dengan bumi dan kita berada dalam gaya tarik (gravitasi) bumi yang sangat kuat, dari perputaran ini Dan Dia menundukkan malam dan siang, matahari dan bulan untukmu. Dan bintang-bintang itu ditundukkan (untukmu) dengan perintah-Nya. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda-tanda (kekuasaan Allah) bagi kaum yang memahami (nya),(Qs An Nahl 12) muncul siang dan malam secara bergantian.

Didalam Tata surya bumi menjadi sentrum pembahasan dalam Al – qurr’an karena memiliki aktifitas kehidupan manusia yang akan menjadi pelaku utama (khalifah al ardh) dalam mengelola bumi sebagai bagian dari evolusi dan revolusi alam yang hadir dipermukaan bumi jutaan tahun kemudian setelah proses kristalisasi dengan proses jutaan tahun lamanya muncul partikel – partikel Dan Dia menciptakan di bumi itu gunung-gunung yang kokoh di atasnya. Dia memberkahinya dan Dia menentukan padanya kadar makanan-makanan (penghuni) nya dalam empat masa. (Penjelasan itu sebagai jawaban) bagi orang-orang yang bertanya. (Qs Fush Shilat 10) dari unsur – unsur kimiawi hingga menjadi makhluq – makhluq yang mendiami bumi Kemudian Dia menuju langit dan langit itu masih merupakan asap, lalu Dia berkata kepadanya dan kepada bumi: “Datanglah kamu keduanya menurut perintah-Ku dengan suka hati atau terpaksa”. Keduanya menjawab: “Kami datang dengan suka hati”.(Qs Fush Shilat 11), sekalipun secara ruhaniah (makrifat) yaitu keterbentukan jiwa dan tiupan ruh memiliki proses tersendiri, namun demikian kejadian jasad (basyar) itu terjadi dari proses pemurnian dari unsure – unsure kimiawi yang berasal dari tanah (bumi)[1].


[1] Dibahas pada sub pembahasan tentang ruh, nafs dan basyar

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 13 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 15 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 17 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Fakta & Rahasia Saya Tentang Buku …

Indria Salim | 14 jam lalu

Hanya Tontowi/Liliyana di Final Perancis …

Sapardiyono | 14 jam lalu

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 14 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 15 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 15 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: