Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Khoirul Arjuna Sihombing

Keberuntungan bisa direncanakan Pin 75656D88

Apa Sih Filsafat Itu

OPINI | 25 April 2013 | 17:12 Dibaca: 567   Komentar: 1   0

Apasih Filsafat itu?
Pernahkah anda menanyakan “Mengapa manusia diciptakan?” Ketika anda berusaha untuk menjawab pertanyaan itu. Saat itu juga anda sedang berfilsafat. Seharusnya kalimat saya atau lebih tepatnya kesimpulan saya pada awal kalimat sudah bisa menjawab pertanyaan apa itu filsafat. Walau saya harus menambahkan hal-hal yang perlu dibatasi dalam pemahaman kita mengenai apa itu filsafat.
Banyak orang yang berfikir filsafat itu sangat sulit dipahami. Kenapa?  karena dalam proses filsafat sangat mengendalkan argumen-argumen yang  terkadang tidak memiliki pijakan ilmu, melainkan hanya nalar manusia yang diaktifkan. Hal ini tentu mengecilkan jarak antara argumen terpercaya atau argumen duga-duga.
Bahkan, ada orang yang merasa bangga bila terlihat seperti seorang filosof. Sehingga, ia merasa  senang bila orang melihatnya sebagai orang yang selalu berfikir. Dan merasa hebat ketika bertemu seseorang dia menjadi penyelesai masalah atau debat dalam sebuah diskusi. Memang itu yang diharapkaan dari seorang filosof, ia hars mampu menyelesaikan masalah yang terlalu berbelit-belit dan menjadi perdebat. Dan pasti harus dengan argumen yang logis.
Filsafat tentu memilki nilai positif karena bukti rasa syukur terhadap pemberian tuhan berupa akal. Suatu karunia yang membedakan manusia dengan hewan dan tumbuhan.  Manusia menggunakan akalnya untuk memahami alam sekitar. Dengan cara ini manusia tidak hanya diam dengan menganut aliran pasrah. Atau tidak beranggapan terserah tuhan mau menjadikan saya nanti apa.
Tapi perlu diingat bahwa menjadi merasa lebih berkuasa daripada tuhan adalah hal yang berbahaya. Merasa lebih berhak terhadap dirinya tanpa merasa ada yang mengawasi dan mengatur. Seperti halnya dalam sebuah dialog film holliwod. Ketika dua orang sedang bertemu kemudian seseorang bertanya “Apa kamu kenal tuhan?” kemudian temannya menjawab dengan enteng.  “Ya.. ketika engkau berdoa, Dialah yang pertama kali meninggalkanmu.”
Walau terkadang sering para filosof mempertanyakan “Apakah tuhan ada?”. Kemudian mereka mulai membuat argumen yang dapat membuktikan keberadaan tuhan. Tidak jarang para filosof malah menjadi ateis(Tidak bertuhan). Mungkin karena mereka tidak menemukan kesimpulan, jawaban, argumen yang membuktikan adanya tuhan. Mungkin ini penyebab pentingnya ketika seorang anak masih balita harus ditanamkan nilai keagamaan. Hal ini akan memberikan akar yang kuat dihati seseorang tentang existensi tuhan. Penanaman sebuah nilai ketika seseorang masih berumur balita akan sangat sulit untuk menggoyahkannya.
Namun, tidak sedikit para filosof malah seorang yang religius. Para filosof ini telah memiliki iman yang kuat akan keberadaan tuhan. Sehingga, tidak goyang ketika ditanyakan hal-hal ghaib yang ilmunya memang hanya tuhan yang tahu. Karena jelas manusia hanya diberi sedikit/setes ilmu saja. Hal ini digambarkan dengan sebuah samudera bila kita mencelupkan jari telunjuk kita kemudian mengangkatnya, maka air yang ada di jari telunjukj itulah ilmu kita.
Beberapa tokoh filosofi yang saya dapatkan dari buku yaitu: -Plato, Nietzche, Immanuel kant, Karl Marx, Charles Darwin, Martin Heiddeger, Jean Paul Sarte, Karl Popper, Foucault, Soren Kierkegaard, Lutwig Wittgenstein. Mereka sebahagian para filosof yang namanya tercatat dalam sejarah. Anda dapat mencari bhyografi para tokoh tersebut di buku atau di internet.
Dapat disimpulkan bahwa filsafat merupakan usaha menjawab pertanyaan yang bersifat menyeluruh tentang manusia, alam, dan Tuhan untuk sampai kepada hal yang sangat mendasar. Dan bedanya dengan ilmu pengetahuan adalah filsafat tidak menggunakan dasar secara empiris sedangkan pengetahuan menggunakan data yang empiris(berdasarkan pengalaman)

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hari Guru: Kunjungan SMA Darul Ulum 2, …

Ony Jamhari | | 29 November 2014 | 07:51

Justru Boy Sadikin-lah yang Pertama Kali …

Daniel H.t. | | 29 November 2014 | 00:12

Saatnya Regenerasi, Semoga PSSI Tak Lagi …

Rizal Marajo | | 28 November 2014 | 23:28

Gara-gara Tidak Punya “Kartu …

Adjat R. Sudradjat | | 28 November 2014 | 18:40

Ikuti Lomba Resensi Buku “Revolusi …

Kompasiana | | 08 November 2014 | 15:08


TRENDING ARTICLES

Ibu Vicky Prasetyo Ancam Telanjang di …

Arief Firhanusa | 3 jam lalu

Pak Jokowi, Dimanakah Kini “Politik …

Rahmad Agus Koto | 4 jam lalu

Ketika Jonru Murka #KJM …

Alan Budiman | 6 jam lalu

Anak Madrasah Juara 1 Olimpiade Indonesia …

Ahmad Imam Satriya | 7 jam lalu

SBY Mulai Iri Kepada Presiden Jokowi? …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Jangan Tekan Ahok Lagi… …

Mike Reyssent | 9 jam lalu

Orang Besar …

Jonson Sipayung | 9 jam lalu

Lakon Kursi …

Aditya Idris | 9 jam lalu

Revolusi dari Desa - Cara Baru Meningkatkan …

Ghumi | 9 jam lalu

Tafsir Papua untuk Yansen …

Yusran Darmawan | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: