Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Syam Jr

Kakek dari sebelas cucu. Berharap ikut serta membangun kembali rasa percaya diri masyarakat, membangun kembali selengkapnya

Logika Hitam Putih: Biar Koruptor Tapi Masuk Syurga?

OPINI | 18 April 2013 | 15:35 Dibaca: 189   Komentar: 0   0

Baru saja saya membaca berita menarik tentang kasus simulator SIM dengan tersangka DS. Berita berjudul : Pengacara Djoko Susilo: Banyak Dokumen yang Tak Relevan. Sumber berita yang diambil melalui wawancara langsung dengan Juniver Girsang sang pengacara. Berita ini tidaklah luar biasa karena sorang pengacara menyatakan mendapat yang tentu saja bernada membela klien, memang sudah begitu itu adanya. Justeru berbagai komentar yang dilekatkan pada kolom komentar dibawahnya cukup mengelitik. Diantaranya, saya kutipkan saja komentar tersebut : “Inilah bedanya pengacara hitam dan pengacara putih. pengacara hitam selalu menghalalkan segala cara untuk kebaikan klien nya”.

Komentar dari pemikiran dan nalar normatif dimana kehidupan terbagi pada dua sisi yaitu Hitam dan Putih. Pemikiran dan nalar kehidupan dengan dua pilihan yaitu buruk dan baik, dosa pahala, syurga atau neraka bahkan kita ini hanya punya pilihan yaitu hidup atau mati. He he he memilih untuk tetap hidup meski sengsara tetap tidak ada jaminan pada ujungnya berupa kematian kita akan masuk syurga.

Siapakah diantara kita bisa mengatakan “hidup sengsara mati masuk syurga”. Pemikiran dan nalar yang membagi kehidupan atas dua kelompok hitam atau putih bagi siapa saja tidak terkecuali terhadap latar profesi apapun dalam menjalani realitas sehari hari. Namun pasti kita tidak dapat menerima atau tidak masuk logika jika ada yang bilang ; Meski preman tapi masuk syurga atau sekalipun koruptor tapi masuk syurga.

Tetapi kitapun tak dapat menyangkal, bahkan seorang agamawan sekalipun masih tetap bertanya terhada dirinya sendiri, apakah dia seorang ustaz, ulama, pendeta, pastor, pandhita, guru dan seterusnya. Ada pertanyaan besar dalam hati sanubarai apakah kelak akan masuk syurga atau berhasil moksa mencapai nirvana. Penyair Indonesia Chairil Anwar bahkan hanya menuliskannya dalam bahasa yang indah”….Tuhan….dipintumu… aku mengetuk…aku tidak bisa berpaling. Sang penyair tidak menyebut syurga atau neraka dia pasrahkan seluruhnya kepada tuhannya.

Kembali ke “komentar : “Inilah bedanya pengacara hitam dan pengacara putih. pengacara hitam selalu menghalalkan segala cara untuk kebaikan klien nya”. Terdapat kata kunci lainya disamping Hitam - Putih, yaitu menghalalkan cara. Sepertinya apa yang disampaikan memang realitas kehidupan sebagaimana digambarkan sebagai Hitam dan Putih. Apakah dia seorang pengacara, polisi, jaksa, hakim sebagaimana kita kita semua mempunyai dua pilihan tadi dengan kemungkinan serupa yaitu menghalalkan segala cara. Termasuk juga bagi seorang presiden beneran atau presiden partai dengan jargon agama. Pilihan dalam menjalani realitas hidupnya.

Akan tetapi jika kita bertanya mana yang lebih buruk: Seorang pengacara hitam yang menghalalkan segala cara untuk membela klienya. Ataukah seorang polisi, jaksa atau hakim yang menghalalkan segala cara untuk menghukum tersangkanya?

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | | 22 November 2014 | 23:39

OS Tizen, Anak Kandung Samsung yang Kian …

Giri Lumakto | | 21 November 2014 | 23:54

Inilah Para Peraih Kompasiana Awards 2014! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 21:30

Obama Juara 3 Dunia Berkicau di Jaring …

Abanggeutanyo | | 22 November 2014 | 02:59

Inilah Pemenang Lomba Aksi bareng Lazismu! …

Kompasiana | | 22 November 2014 | 19:09


TRENDING ARTICLES

Duuuuuh, Jawaban Menteri iniā€¦ …

Azis Nizar | 21 November 2014 22:51

Zulkifli Syukur, Siapanya Riedl? …

Fajar Nuryanto | 21 November 2014 22:00

Memotret Wajah Jakarta dengan Lensa Bening …

Tjiptadinata Effend... | 21 November 2014 21:46

Ckck.. Angel Lelga Jadi Wasekjen PPP …

Muslihudin El Hasan... | 21 November 2014 18:13

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 21 November 2014 13:06


HIGHLIGHT

Mafia Migas Perlu Terapkan Strategi Baru …

Eddy Mesakh | 16 jam lalu

Refleksi Kenaikan Harga BBM: Menderita …

Kortal Nadeak | 16 jam lalu

Kesan-kesan Saya Ikuti Kompasianival 2014, …

Djarwopapua | 16 jam lalu

Gubernur Jateng Tolak Kartu Flazz Kriko …

Syukri Muhammad Syu... | 16 jam lalu

Sedikit Oleh-oleh dari Kompasianival 2014 …

Opa Jappy | 16 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: