Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Chriss.sn.

Pencari dan terus menjadi pencari....

Kisah Seorang Ibu RT dan Filter Socrates

OPINI | 15 April 2013 | 12:06 Dibaca: 197   Komentar: 2   1

Adalah seorang ibu rumah tangga: Marisa. Ia wanita ulet, pekerja keras, juga ramah dan murah hati. Demkian ia, dikenal baik oleh para tetangga. Tapi ada sisi lain, ada aspek negative juga yang ia miliki. Ia suka bercerita macam-macam. Kesukaan bercerita ini kadang terus menyeret teman-teman ibu lainnya ke gosip-gosip kaum ibu. Gosip-gosipan dari yang sederhana sampai yang diberitakan koran dan sinetron. Dari cara berpakayannya ibu tetangga sebelah sampai peristiwa perceraian Jamal Mirdad dan Lydia Kandow. Dari perceraian Dedy Cobusier sampai mobil merek terbaru milik tetangga.

Adalah juga seorang lelaki bernama Socrates. Ia seorang filsuf besar. Hidup antara tahun 469 –399, SM. Ia dikenal juga sebagai pendiri filsafat barat. Dua muridnya yang memperkenalkan Socrates adalah Plato dan Xenophon. Dari karya keduan filsuf muridnya inilah, pribadi dan karya Socrates dikenal luas dan diakui publik. Socrates sangat dihormati karena integritas diri yang sangat tinggi.

Suatu siang yang sejuk, Socrates melintasi perumahan yang didiami ibu Marisa. Kebetulan ia bersama ibu tetangga lainnya lagi berdiri di dekat pagar rumah dengan sapu di tangan sedang membersihkan halaman rumah sambil berbicara ‘gosip ringan’ para ibu.

Melihat Socrates lewat, ibu Marisa berkata kepadanya: Pa Socrates, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang murid anda, Plato itu?” “Tunggu sebentar,” Socrates menjawabnya. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya tentang murid saya itu; saya akan memberikan suatu test sederhana dengan pertanyaan ini.

“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?” “Tidak,” jawab Marisa, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.” “Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan pertanyaan yang kedua.”

“Apakah yang akan Anda katakan tentang murid saya itu sesuatu yang baik?” “Tidak, malah sebaliknya. “Jadi… ” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu pertanyaan lagi..

“Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang murid saya itu berguna bagi saya? “Tidak, sama sekali tidak.” “Jadi… ” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan, dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”

Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat. Gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar atau menyampaikan sesuatu tentang kawan, orang lain atau siapa saja: yakni: Filter pertama adalah KEBENARAN. Filter kedua adalah KEBAIKAN. Filter ketiga adalah KEGUNAAN. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain.

Ditengah gegap gempita dunia informasi, rupaya apa yang dianjurkan Socrates sangat relevan dan mendesak. Filter kehidupan ini sangat dibutuhkan agar arus informasi tidak menguasai dan mengatur ritme kehidupan manusia, melainkan manusia-lah yang harus mengatur dan mengendalikan arus informasi itu sendiri. Anak-anak perlu dilatih untuk menggunakan sarana informasi demi pembentukan kepribadian dengan tripel filter Sokrates ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

“Awul-awul”, Bursa Pakaian Bekas Murah …

Hendra Wardhana | | 18 December 2014 | 07:56

Aksi dan Reaksi dari Larangan Becak hingga …

Susy Haryawan | | 18 December 2014 | 06:59

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Mata Merah, Semerah Darah? Jangan Panik …

Patricia Constance | | 17 December 2014 | 23:35

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Presiden Jokowi Mesti Kita Nasehati …

Thamrin Sonata | 5 jam lalu

Pilot Cantik, Menawan, dan Berhijab …

Axtea 99 | 9 jam lalu

Ketemu Polisi Jujur …

Blontank Poer | 11 jam lalu

Aneh tapi Nyata Cuma Ada di Indonesia …

R Cahyo Prabowo | 12 jam lalu

Sadisnya Politik Busuk Pilpres di Indonesia …

Mawalu | 13 jam lalu


HIGHLIGHT

Ahok Melantik Wakil Gubernur DKI Jakarta, …

Opa Jappy | 7 jam lalu

Indra Sjafrie Melatih Bali United Pusam, …

Arnold Adoe | 8 jam lalu

Daftar Biaya Pelayanan di Kepolisian …

Muhammad Maulana | 8 jam lalu

Ani S & Pakaian Ideologis …

Masdarudin Ahmad | 8 jam lalu

KPK Sudah Seharusnya Buka Banyak Cabang …

Haris Herdiansyah | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: