Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Chriss.sn.

Suka baca dan baca. Yakin, tidak rugi berbuat baik.

Kisah Seorang Ibu RT dan Filter Socrates

OPINI | 15 April 2013 | 12:06 Dibaca: 194   Komentar: 2   1

Adalah seorang ibu rumah tangga: Marisa. Ia wanita ulet, pekerja keras, juga ramah dan murah hati. Demkian ia, dikenal baik oleh para tetangga. Tapi ada sisi lain, ada aspek negative juga yang ia miliki. Ia suka bercerita macam-macam. Kesukaan bercerita ini kadang terus menyeret teman-teman ibu lainnya ke gosip-gosip kaum ibu. Gosip-gosipan dari yang sederhana sampai yang diberitakan koran dan sinetron. Dari cara berpakayannya ibu tetangga sebelah sampai peristiwa perceraian Jamal Mirdad dan Lydia Kandow. Dari perceraian Dedy Cobusier sampai mobil merek terbaru milik tetangga.

Adalah juga seorang lelaki bernama Socrates. Ia seorang filsuf besar. Hidup antara tahun 469 –399, SM. Ia dikenal juga sebagai pendiri filsafat barat. Dua muridnya yang memperkenalkan Socrates adalah Plato dan Xenophon. Dari karya keduan filsuf muridnya inilah, pribadi dan karya Socrates dikenal luas dan diakui publik. Socrates sangat dihormati karena integritas diri yang sangat tinggi.

Suatu siang yang sejuk, Socrates melintasi perumahan yang didiami ibu Marisa. Kebetulan ia bersama ibu tetangga lainnya lagi berdiri di dekat pagar rumah dengan sapu di tangan sedang membersihkan halaman rumah sambil berbicara ‘gosip ringan’ para ibu.

Melihat Socrates lewat, ibu Marisa berkata kepadanya: Pa Socrates, “Tahukah Anda apa yang saya dengar tentang murid anda, Plato itu?” “Tunggu sebentar,” Socrates menjawabnya. “Sebelum Anda menceritakan apapun pada saya tentang murid saya itu; saya akan memberikan suatu test sederhana dengan pertanyaan ini.

“Apakah Anda yakin bahwa apa yang akan Anda katakan pada saya itu benar?” “Tidak,” jawab Marisa, “Sebenarnya saya HANYA MENDENGAR tentang itu.” “Baik,” kata Socrates. “Jadi Anda tidak yakin itu benar. Baiklah sekarang saya berikan pertanyaan yang kedua.”

“Apakah yang akan Anda katakan tentang murid saya itu sesuatu yang baik?” “Tidak, malah sebaliknya. “Jadi… ” Socrates melanjutkan, “Anda akan menceritakan sesuatu yang buruk tentang dia, tetapi Anda tidak yakin apakah itu benar. Anda masih memiliki satu kesempatan lagi, masih ada satu pertanyaan lagi..

“Apakah yang akan Anda katakan pada saya tentang murid saya itu berguna bagi saya? “Tidak, sama sekali tidak.” “Jadi… ” Socrates menyimpulkannya, “bila Anda ingin menceritakan sesuatu yang belum tentu benar, bukan tentang kebaikan, dan bahkan tidak berguna, mengapa Anda harus menceritakan itu kepada saya?”

Itulah mengapa Socrates dianggap filsuf besar dan sangat terhormat. Gunakan triple filter test setiap kali kita mendengar atau menyampaikan sesuatu tentang kawan, orang lain atau siapa saja: yakni: Filter pertama adalah KEBENARAN. Filter kedua adalah KEBAIKAN. Filter ketiga adalah KEGUNAAN. Jika bukan KEBENARAN, bukan KEBAIKAN, dan tidak ada KEGUNAAN positif, tidak perlu kita terima atau kita sampaikan. Dan apabila kita terlanjur mendengarnya, jangan sampaikan pada orang lain, dan jangan menyakiti hati orang lain.

Ditengah gegap gempita dunia informasi, rupaya apa yang dianjurkan Socrates sangat relevan dan mendesak. Filter kehidupan ini sangat dibutuhkan agar arus informasi tidak menguasai dan mengatur ritme kehidupan manusia, melainkan manusia-lah yang harus mengatur dan mengendalikan arus informasi itu sendiri. Anak-anak perlu dilatih untuk menggunakan sarana informasi demi pembentukan kepribadian dengan tripel filter Sokrates ini.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Main ke Jogja, Mari Mampir ke Youthphoria …

Widioke | | 01 November 2014 | 13:09

Sebagai Tersangka Kasus Pornografi, Akankah …

Gatot Swandito | | 01 November 2014 | 12:06

Serunya Workshop Hijab Mazaya di Trans …

Efii Fitriyyah | | 01 November 2014 | 18:00

DIY = Do It Yourself, Cara Membuat Teh …

Gitanyali Ratitia | | 01 November 2014 | 17:24

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | | 01 November 2014 | 19:54


TRENDING ARTICLES

MA si Tukang Sate Ciptakan Rekor Muri …

Ervipi | 10 jam lalu

Jokowi Kelolosan Sudirman Said, Mafia Migas …

Ninoy N Karundeng | 11 jam lalu

Pramono Anung Sindir Koalisi Indonesia Hebat …

Kuki Maruki | 11 jam lalu

Keputusan MK Tentang MD3 Membuat DPR Hancur …

Madeteling | 12 jam lalu

Karena Jokowi, Fadli Zon …

Sahroha Lumbanraja | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Inilah 5 Pemenang Voucher Belanja Buku di …

Kompasiana | 8 jam lalu

I Love My Job and I Love My Small Team …

Adolf Isaac Deda | 9 jam lalu

Pemimpin untuk Kepentingan Bersama dan atau …

Adrian Mamahit | 9 jam lalu

Nangkring “Tokoh Bicara”: Bupati …

Kompasiana | 9 jam lalu

Puisi untuk Pergantianmu …

Salimun Abenanza | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: