Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Nanang Rosidi

saat ini Nanang Rosidi menggeluti bidang filsafat dan pemikiran Islam

Apa itu Muslim yang Kaffah?

OPINI | 14 April 2013 | 16:34 Dibaca: 3529   Komentar: 2   1

Kaffahsecara bahasa artinya keseluruhan. Makna secara bahasa tersebut bisa memberikan gambaran kepada kita mengenai makna dari Muslim yang Kaffah, yakni menjadi muslim yang tidak “setengah-setengah” atau menjadi muslim yang “sungguhan,” bukan “muslim-musliman.”

Muslim yang sungguhan (baca: kaffah) adalah Muslim yang mengamalkan ajaran-ajaran Islam di setiap aspek kehidupan. Seorang Muslim belum bisa disebut Muslim yang kaffah jika ia belum menjalankan ajaran Islam di segala aspek kehidupannya. Dengan demikian, Muslim yang kaffah tidak berhenti pada ucapan kalimat syahadat saja. Muslim yang kaffah tidak berhenti pada ritual-ritual keagamaan saja, tetapi sudah menjajaki substansi dari ritual-ritual tersebut.

Seringkali kita melihat di dalam keseharian kita yakni seorang Muslim yang rajin sholat berjamaah di Masjid, rajin I’tikaf,rajin berpuasa sunnah, rajin “memutar” tasbih, tetapi perilakunya terhadap sesama manusia kurang baik, misalnya, sering menggunjing, melalaikan ―secara sengaja― hutang di warung, dan semacamnya. Itu terjadi karena ibadah ritual yang ia lakukan tidak sampai pada substansinya. Ia hanya berhenti pada ritual-ritual kosong tanpa makna.

Ibadah ritual, seperti sholat, puasa, zikir, i’tikaf, dan lain sebagainya, adalah sebuah simbol dari nilai-nilai Islam. Sholat berjamaah menjadi simbol dari persatuan dan kebersamaan dalam menuju kepada Allah Swt, puasa menjadi simbol bagi sama rasa di antara sesama Muslim sehingga bisa memunculkan rasa ingin menolong terhadap saudara kita yang kekurangan. Oleh karena ibadah ritual itu adalah sebuah simbol, maka alangkah meruginya jika seorang Muslim berhenti pada simbol-simbol tanpa bisa menggapai nilai-nilai di balik simbol tersebut. Alangkah tidak bermaknanya ritual-ritual yang dilakukan setiap hari jika kita tidak mampu mengamalkan nilai-nilai di balik ritual itu.

Nilai yang ada di balik ritual-ritual tersebut berkaitan dengan kehidupan manusia di dunia. Manusia adalah makhluk yang tidak dapat hidup sendiri (zoon politicon). Oleh karena itu, manusia harus mampu untuk saling berinteraksi dengan baik. Nilai di balik ritual keagamaan itu adalah untuk menjadikan manusia bisa menjalin hubungan baik dengan manusia lainnya. Ajaran persatuan di dalam ritual sholat berjamaah adalah sangat penting dalam kehidupan manusia. Itu adalah salah satu contoh betapa pentingnya nilai-nilai yang ada di balik ritual keagamaan.

Hendaknya seorang Muslim tidak terjebak pada ritual-ritual yang tanpa makna, tetapi harus bisa mengaplikasikan nilai di balik ritual-ritual yang ia lakukan setiap hari. Dengan begitu, peran agama Islam dalam kehidupan manusia akan sangat terasa. Islam tidak lagi menjadi sesuatu yang jauh (transenden) tetapi sudah menjadi sesuatu yang melingkupi kehidupan manusia sehari-hari (imanen). Kesimpulannya, Muslim yang kaffah adalah Muslim yang mampu menjalankan ibadah ritual sekaligus mampu menangkap dan mengamalkan makna dari ibadah ritual tersebut dalam kehidupan sehari-hari. Wallahua’lambishshawab [ ]

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Jejak Indonesia di Israel …

Andre Jayaprana | | 03 September 2014 | 00:57

Ironi Hukuman Ratu Atut dan Hukuman Mati …

Muhammad | | 03 September 2014 | 05:28

Persiapan Menuju Wukuf Arafah …

Dr.ari F Syam | | 03 September 2014 | 06:31

Si Biru Sayang, Si Biru yang Malang …

Ikrom Zain | | 02 September 2014 | 21:31

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Awasi Jokowi, Kita Bukan Kerbau Dungu …

Mas Wahyu | 3 jam lalu

Kekuatan Jokowi di Balik Manuver SBY di …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Subsidi BBM: Menkeu Harus Legowo Melepas …

Suheri Adi | 11 jam lalu

Jokowi, Berhentilah Bersandiwara! …

Bang Pilot | 13 jam lalu

Menerka Langkah Politik Hatta …

Arnold Adoe | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Tiga Resensi Terbaik Buku Tanoto Foundation …

Kompasiana | 7 jam lalu

Si Bintang yang Pindah …

Fityan Maulid Al Mu... | 8 jam lalu

Oase untuk Anak Indonesia …

Agung Han | 8 jam lalu

Jokowi Mirip Ahmadinejad …

Rushans Novaly | 8 jam lalu

Alternatif Solusi Problem BBM Bersubsidi …

Olivia | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: