Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Hanan Waskitha

Mahasiswa Teknik Fisika Universitas Gadjah Mada. Mantan santri di salah satu pesantren di Yogyakarta. Sedang selengkapnya

Renungan Istikharah

OPINI | 10 April 2013 | 22:11 Dibaca: 147   Komentar: 0   0

Kawan. Di setiap kesempatan, jangan lupa kau titipkan urusanmu kepada Allah sebagai wujud tawakkalmu. Karena ternyata aku sadar, sekeras apapun manusia berusaha selalu ada fitnah yang menghadang. Kadang aku pun ragu. Dunia seakan tidak lagi seindah biasanya. Hanya ini yang bisa aku pesankan kepadamu. Sebagai wujud cinta dan simpatimu kepadamu.

Ya Allah, sesungguhnya aku memohon kepada-Mu pilihan terbaik dengan ilmu-Mu, aku memohon kepada-Mu keputusan terbaik dengan takdir-Mu, dan aku memohon kepada-Mu dari karunia-Mu yang agung, karena Engkau Maha menentukan sedang aku tidak, Engkau Maha mengetahui sedang aku tidak, dan Engkau Maha mengetahui perkara-perkara ghaib.

Ya Allah, apabila Engkau tahu bahwa urusanku ini baik bagiku, bagi agamaku, hidupku, dan kesudahan urusanku, maka takdirkanlah terjadi padaku, mudahkanlah ia bagiku, kemudian berkahilah aku padanya. Dan apabila Engkau tahu bahwa urusan ini buruk bagiku, bagi agamaku, hidupku dan kesudahan urusanku, maka palingkanlah ia dariku dan palingkanlah aku darinya, dan takdirkanlah bagiku kebaikan di manapun ia berada, kemudian jadikanlah aku ridha dengannya.

jika kau telah menentukan pilihan, maka tegaskanlah dirimu untuk menjalani hidup berdasarkan pilihan itu. Jangan pernah ragu! dan serahkan hasilnya kepada Allah.

Jika Allah Meridhoi pilihanmu, maka Allah akan memudahkan segala langkah-langkahmu seiring dengan usaha dan ibadahmu. Bersyukurlah karena sesungguhnya engkau telah diberi Hidayah, maka lanjutkanlah apa yang telah kau pilih itu.

Jika Allah Tahu bahwa pilihanmu bukan yang terbaik untukmu, Dia pasti akan menunjukkanmu kebenaran, entah dengan cara yang indah, atau cara yang meyakinkan. Sehingga kau akan berpikir, “Inikah jawaban Allah atas doaku? haruskah aku memilih jalan lain?”

Mungkin akan sulit di awal menyesuaikan diri dengan cara baru itu. Sakit hati, keraguan, kerinduan, bahkan rasa bersalah bukan menjadi hal aneh untuk kau rasakan. Namun percayalah kawan! Jika kau berhasil melewati masa sulit itu, kau akan menyadari bahwa rencana Allah jauh lebih indah daripada rencana manusia!

HasbunaLlah wa ni’mal-wakil, laa haula wa laa quwwata illaa billaah.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 11 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 13 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 15 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 15 jam lalu


HIGHLIGHT

Ketika Inggris tanpa Raya, Nasib istilah …

Adie Sachs | 8 jam lalu

Kupangku Kasihku (MDK) #1 …

Pietro Netti | 8 jam lalu

HL Bukan Ambisi Menulis di Kompasiana …

Much. Khoiri | 8 jam lalu

Metode Baru Pilkada(sung) …

Muksalmina Mta | 9 jam lalu

[Fiksi Fantasi] Kisah Penemuan Serum …

Mustafa Kamal | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: