Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Palti Hutabarat

Hanya ingin berbagi reportase dan opini. Semoga bermanfaat bagi semua kompasianer. Staf Perkantas Riau. Inisiator Jaringan selengkapnya

Membunuh Preman Tidak Membuat Kita Lebih Baik daripada Preman

OPINI | 07 April 2013 | 13:48 Dibaca: 441   Komentar: 0   1

Tindakan membunuh adalah tindakan pelanggaran Hak Asasi Manusia. Karena dengan membunuh, seseorang telah mengambil hak seseorang untuk hidup. Padahal hak untuk hidup adalah HAM paling dasar dari manusia.

Lalu mengapa ada sebagian orang yang menganggap pembunuhan keempat orang yang membunuh seorang anggota Kopassus adalah sebuah hal yang wajar dan benar?? Apakah HAM seseorang bisa dihilangkan ketika orang tersebut adalah seorang pembunuh, pelaku kriminalitas, atau seorang preman?? Apakah tindakan membunuh pembunuh atau membunuh preman (apalagi secara brutal) bukanlah tindakan pelanggaran HAM??

Bagi saya pribadi ketika melihat serangan brutal yang dilakukan oleh 11 orang kepada 4 orang pelaku pembunuhan seorang anggota Kopassus adalah sebuah tindakan yang tidak dibenarkan. Tidak ada sedikit pun pembenaran yang bisa diberikan kepada seseorang yang membunuh manusia, apalagi unsurnya karena dendam. Karena tindakan balas dendam seperti itu membuat anggota Kopassus tersebut tidak lebih baik dari preman. Balas dendam dan main hakim sendiri adalah sikap yang biasa dikembangkan dalam dunia mafia atau premanisme.

Tindakan balas dendam dan saling bunuh membunuh adalah tindakan paling keji dalam aspek kemanusiaan. Apalagi tindakan ini membuat manusia tidak lagi menghormati hukum dan juga agama. Tindakan ini membuat manusia kembali kepada zaman tanpa hukum dimana manusia menerapkan hukum rimba dan bebas saling membunuh. Padahal manusia diciptakan punya akal, hati, dan kehendak yang berbeda dari ciptaan yang lain.

Manusia tidak sama dengan binatang yang punya insting saling membunuh dan memakan untuk keberlangsungan hidupnya atau untuk menyelamatkan hidupnya. Manusia bukanlah binatang, manusia diciptakan lebih mulia dari binatang. Karena itu manusia harus punya perilaku dan tindakan yang lebih mulia dari binatang.

Saya berharap para pembunuh 4 orang di LP Cebongan dihukum dengan hukum seadil-adilnya. Tidak boleh ada kekebalan hukum dari seseorang yang main hakim sendiri. TNI juga harus menjamin kenyamanan dan stabilitas keamanan hidup bermasyarakat, supaya tidak ada orang yang takut bersosialisasi dengan TNI. Karena TNI harusnya dekat dengan rakyat dan bukan menakut-nakuti rakyatnya.

Sekali lagi saya ingin menyatakan bahwa membunuh brutal preman yang membunuh secara brutal, tidak membuat seseorang lebih baik atau lebih manusiawi dari preman tersebut. Karena jika kita mengaku berTuhan, maka kita tidak akan pernah melukai atau mengambil kemanusiaan seseorang.

Salam.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Perjuangan PPP & PPP Perjuangan …

Ribut Lupiyanto | | 31 October 2014 | 14:24

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 5 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 9 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 10 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Ujung Tombak Siaga 24/7 …

Mohamad Nurfahmi Bu... | 7 jam lalu

Revolusi Mental, Mental Siapa yang Harus …

Kawar Brahmana | 7 jam lalu

Sedia Payung Sebelum Hujan dengan Allisya …

Khairunisa Maslichu... | 7 jam lalu

Ibu Susi Jadi Presiden RI, Siap-siap Saja 5 …

Mawalu | 7 jam lalu

Kereta Api Indonesia Kian Aman dan Nyaman …

Sugeng Bralink | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: