Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Idoey Thea

Musafir lalu ...

Apa Kabar Indonesia ?

OPINI | 07 April 2013 | 09:37 Dibaca: 164   Komentar: 0   1

Di era informasi saat ini,peranan media massa memang sangat vital.Tentu bagi mereka yang tak mau tergilas roda nasib yang terus berputar,akan sekuat tenaga untuk terus mencari berbagai macam informasi agar tetap survive dalam kehidupan di dunia ini.

Namun tanpa adanya filter kesadaran,berbagai macam informasi apakah itu kabar baik atau kabar buruk ternyata bisa mempengaruhi kehidupan seseorang.Mereka yang tidak mempunyai filter kesadaran ini begitu mudahnya terombang-ambing oleh berita dari para penguasa.

Tak sedikit diantara kita yang kadang terhanyut dalam cerita-cerita dari para penguasa hingga tanpa sadar melupakan kehidupan dirinya sendiri.Bukankah kita sering merasa geram dengan berita-berita kriminal yang jumlahnya lebih banyak daripada berita-berita yang membahagiakan.

Berita tentang perseteruan public figur,korupsi pejabat,pembunuhan,pemerkosaan,dan segudang berita-berita buruk lainnya begitu mudahnya tersaji di kehidupan kita sehari-hari layaknya makanan pokok yang wajib dikonsumsi.

Pelan namun pasti,berita-berita buruk yang mencederai nilai-nilai kemanusiaan menjadi berita biasa yang dibiaskan menjadi sebuah kebiasaan.Masih adakah berita-berita yang membahagiakan saat ini?

Bagaimana generasi muda saat ini yang mulai kehilangan arah di tengah derasnya arus informasi layaknya jalanan ibukota ini,kehilangan figur orang tua,guru,yang bisa membimbingnya menuju kehidupan yang membahagiakan.

Kita bisa melihat bagaimana labilnya anak-anak muda di tengah tuntutan jaman,untuk matang sebelum waktunya.Menjadi dewasa tanpa kedewasaan,hingga begitu mudahnya kehilangan identitas diri.

Kemanakah orang tuanya,gurunya?Mencari figur idola yang jadi panutan namun kadang tersesat dalam kegalauan.

Filter kesadaran,inilah yang harus dimiliki setiap orang agar tak terjebak dalam lingkaran cerita rekayasa beraroma konspirasi yang tak jelas ujung pangkalnya.Terlalu asyik menonton hingga lupa bermain,sekalinya bermain karena budaya latah yang mewabah. Dan mereka yang tergadai keimanan mendadak demam panggung di kala tampil di pentas kehidupan,hilang kesadaran lupa akan peran hingga akhirnya cengar cengir seperti orang gila atau mungkin memang sudah gila.

Sadarkah kita bahwa di dunia ini memang dualitas,tercipta berpasangan.Kabar baik dan kabar buruk layaknya surga dan neraka,dan itu terlihat jelas saat ini di penghujung jaman abad kecerdasan.Inilah bacaan yang diperintahkan itu,agar kita mengetahui mana jalan yang membahagiakan dan mana jalan yang menyengsarakan.

Mendengar kabar buruk saja sudah membuat kita resah dan gelisah apalagi bila kita yang menjadi bagian dari kabar buruk tersebut.

Dan apakah masih ada kabar baik saat ini ?

Agar aku tak canggung saat menyapamu, Apa kabar Indonesia ?

Tags: filsafat

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Festival Ceng Beng dan Hari Paskah Tahun Ini …

Andre Jayaprana | | 02 April 2015 | 13:39

Uji Coba Ujian Nasional CBT Dilaksanakan! …

Ahmad Imam Satriya | | 02 April 2015 | 13:29

[AMBON] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

Nilai Luhur “Monggo Pinarak” …

Abdullah Assalani | | 02 April 2015 | 11:24

Blog Competition: Peningkatan Peran SDM dan …

Kompasiana | | 26 March 2015 | 16:37


TRENDING ARTICLES

Menteri Yohana dan Jaya Suprana: Mengapa …

Jimmy Haryanto | 7 jam lalu

Panglima TNI Kok Makin Genit dan Lucu Ya? …

Ksatria Nusantara | 9 jam lalu

Apa Pasal Ahok Berani Mati …

Umar Zidans | 12 jam lalu

Ke-Tionghoa-an antara Jaya Suprana dan …

Agustinus Wahyono | 13 jam lalu

Siapa Bakal Presiden RI ke-8? …

Axtea 99 | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: