Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Soemarmo Wirosasmito

Soemarmo Wirosasmito, lahir di Pacitan 17 November 1958, tinggal di Tangerang Selatan. Menggeluti olahraga bridge, selengkapnya

Lahirnya Dasamuka

REP | 14 February 2013 | 14:58 Dibaca: 1195   Komentar: 0   1

Tuhan itu Maha Kaya dan Maha Memberi. Memohonlah kepadaNya.

Prabu Sumali, raja Alengka, girang bukan kepalang. Putri cantiknya, Dewi Sukesi, istri Resi Wisrawa, telah melahirkan. Empat anak sekaligus. Tiga lelaki dan satu perempuan. Anak kesatu, kedua dan ketiga berujud raksasa, dan yang bungsu berwajah tampan.

Anak pertama diberi nama Dasamuka, kedua Kumbakarna, ketiga perempuan Sarpakenaka dan yang bungsu Gunawan Wibisana, tampan.

Resi Wisrawa merasakan bahwa kelahiran anak-anaknya, selain anugrah dewata, juga sebagai ‘hukuman’. Sebetulnya Resi Wisrawa sudah mempunya putra yang bernama Prabu Danapati, yang sekarang menjadi raja di Lokapala. Resi Wisrawa madeg pandita dan menyerahkan tampuk keprabon kepada Danapati.

Awalnya, Resi Wisrawa hanyalah sebagai duta anaknya untuk melamar Dewi Sukesi. Setelah mengalahkan Patih Jambumangli, yang konon sakti luar biasa, yang nampaknya juga ada hati dengan Dewi Sukesi, bertemulah sang resi dengan sang dewi. Tetapi, Dewi Sukesi ada pemintaan lain, yaitu kepingin dibabarkan rahasia Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu.

Sastrajendra Hayuningrat Pangruwating Diyu adalah rahasia kadewatan. Tidak boleh sembarang orang tahu. Akan tetapi, sejarah memang harus tertulis, melihat keelokan Dewi Sukesi ternyata Sang Begawan ini bobol juga sifat kapanditannya, lupa anak lupa lupa status. Dan, terjadilah, wejangan wingit itu dibabar dalam suasana malam temaram yang menghanyutkan.

Apa boleh buat, dua orang beda umur ini menjadi pasangan suami istri, sementara Danapati di ujung sana hanya bisa mengurut dada, patah hati yang justru disebabkan oleh orangtua sendiri.

13612753211103593857

Lanjut cerita, setelah dewasa, atas petunjuk dewata, Resi Wisrawa memerintahkan kepada keempat anak-anaknya untuk bertapa di Gunung Gohkarno. Gohkarno adalah gunung yang terkenal keliwat angker. Sapa mara sapa mati. Masing-masing mengambil tempat yang terpisah. Tapa mereka ternyata menimbulkan gara-gara, goncangan hebat di kahyangan. Udan deres wor lesus kadi pinusus.

Syahdan, Batara Guru lalu mengutus Batara Narada untuk mencari tahu sebab gara-gara ini dan dan dititah untuk menghentikannya. Wee, ternyata ada empat orang manusia sedang tekun bertapa di hutan Gohkarno. Para putra Resi Wisrawa.

‘Wis, wis ngger, aja diterus-teruske tapamu, ulun bakal paring nugraha marang sira kabeh…’ demikian sabda Batara Narada kepada keempat putra Wisrawa.

Dan inilah jawaban mereka.

Dasamuka: ingin menjadi orang yang sakti mandraguna, tidak ada orang yang bisa mengalahkan sekalipun dewa, dan dapat terwujud semua yang diimpikan.

Kumbakarna: ingin selalu dapat makan enak dan kenyang, dan dapat tidur pulas selama ia mau.

Sarpakenaka: ingin selalu dapat melampiaska libidonya yang hiperaktif. Nantinya Sarpakenaka akan bersuami banyak.

Gunawan Wibisana: ingin selalu dapat berpihak pada kebenaran, dan berani menyatakan kebenaran.

Batara Narada mengabulkan semua permohonan mereka, tetapi juga mengingatkan, bahwa segala sesuatu selalu ada batasnya, dan segala sesuatu mesti mengandung risiko, semuanya memerlukan pengorbanan.

Setelah itu keempatnya pulang.

Selanjutnya Prabu Sumali mengangkat Dasamuka sebagai raja Alengka, karena Begawan Wisrawa menolak menduduki tahta Alengka. Dan, dari saat itulah Prabu Dasamuka atau Prabu Rahwanaraja memulai kehidupannya yang penuh onar dan darah, dan juga cinta…

Tancep Kayon.

Kampung Setu, 14/2/13

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Membatik di Atas Kue Bolu bersama Chef Helen …

Eariyanti | | 02 October 2014 | 21:38

Ka’bah dan Haji Itu Arafah …

Lidia Putri | | 02 October 2014 | 18:06

Nasib PNPM Mandiri di Pemerintahan Jokowi …

Ali Yasin | | 02 October 2014 | 10:05

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 6 jam lalu

Emak-emak Indonesia yang Salah Kaprah! …

Seneng Utami | 8 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 10 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Gara-gara Incest di Jerman, Nginap di Hotel …

Gaganawati | 7 jam lalu

Usul Gw kepada Anggota Dewan …

Bhre | 7 jam lalu

PKC # 3: Kekasih Baru …

Ervipi | 7 jam lalu

Ini Baru #Shame On You# Jika PSC Off Ticket …

Aprindah Jh | 8 jam lalu

Negeriku Tercabik …

Rahab Ganendra | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: