Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Bangzai

hidup dan kehidupan jalani dengan tenang,,, mahasiswa UIN jakarta, fakultas Ushuluddin, prodi Aqidah&filsafat

Konsep Tuhan dalam Islam dan Kristen

OPINI | 13 February 2013 | 16:38 Dibaca: 2234   Komentar: 2   1

Agama adalah suatu kepercayaan dimana manusia mempercayai adanya kekuatan gaib yang menguasai, menciptakan dan melindungi seluruh aspek kehidupan baik yang tampak maupun tidak. Ia bisa disebut agama karena mempunyai unsur-unsur yang terkandung didalamnya yaitu, adanya kekuatan gaib yang menjadi tumpuan manusia karena merasa lemah, adanya keyakinan bahwa kebahagiaan hidup manusia di dunia dan di akhirat ditentukan dari hubungan baik dengan yang gaib, adanya ritual penyembahan atau peribadatan yang nyata serta adanya sesuatu yang suci atau kudus (sacerd) dengan bentuk kitab suci, tempat-tempat suci.

Dalam hal ini penulis ingin membahas tentang unsur yang pertama mengenai adanya kekuatan gaib yang biasa dalam agama disebut sebagai “TUHAN”. Seperti agama islam dan kristen, dua agama besar dunia yang memiliki sejarah yang cukup panjang dan fenomenal dalam dakwah ajarannya. Salah satunya adalah kepercayaan tentang ketuhanan. Konsep ketuhanan dalam agama tersebut terlihat menarik jika kita bahas secara mendalam apakah sesungguhnya yang dimaksud dengan tuhan itu, adakah perbedaan yang terjadi tentang konsep tuhan dari kedua agama tersebut serta esensi sebenarnya tuhan itu dalam kepercayaan ajaran islam dan ajaran kristen. Makalah ini akan menyajikan perbandingan esensi tuhan dari agama islam dan agama kristen. Dan mengambil kesimpulan dari perbandingan tersebut menjadi suatu hasil yang dapat memberikan pengetahuan kepada kita semua.

A. ESENSI TUHAN DALAM ISLAM

Katakanlah: “Dia-lah Allah, yang Maha Esa. Allah adalah Tuhan yang bergantung kepada-Nya segala sesuatu. Dia tiada beranak dan tidak pula diperanakkan, Dan tidak ada seorangpun yang setara dengan Dia.”

Ayat diatas mengandung sejarah pertanyaan kafir Quraisy kepada Nabi Muhammad saw tentang nasab dari Rabb Nabi Muhammad saw. Imam Ahmad meriwayatkan dari Ubay bin Ka’ab bahwa orang-orang kafir Quraisy pernah berkata, “ Hai Muhammad, terangkanlah kepada kami tentang nasab Rabb-Mu??”. Maka Allah swt. berfirman yang tercantum dalam Al-Qur’an surah al-Ikhlas ayat 1-4. Dalam riwayat lain, Ikrimah mengatakan: “ketika orang-orang yahudi mengatakan: “Kami menyembah ‘Uzair putera tuhan, orang Nasrani mengatakan: “Kami menyembah Al-Masih putera tuhan, orang Majusi mengatakan: “Kami menyembah matahari dan bulan”, dan orang musyrik mengatakan: “Kami menyembah Berhala”. Maka Allah berfirman “Dia-lah Allah, yang Maha Esa”. Artiny adalah Dia-lah yang Tunggal dan satu-satunya, Dia yang maha esa tanpa ada yang menandingi dan menyerupai-Nya. Dan gelar itu tak bisa digunakan siapapun untuk diberikan penetapan kecuali hanya Allah swt.

Inti dari ayat diatas adalah menjelaskan tentang ke-Esa-an Allah sebagai tuhan umat islam yang diajarkan oleh Nabi Muhammad saw. Dan manusia tidak boleh mempersekutukannya dengan sesuatu apapun. Karena Allah adalah yang Maha Tunggal, Maha Sempurna. Umat islam wajib menyakini bahwa tuhan yang patut disembah hanyalah Allah yang Esa. Segala ibadah yang dilakukan semata-mata hanya mengharap ridho dari-Nya. Karena Allah lah yang memiliki segala apa yang ada dibumi dan dilangit dan hal ini merupakan bentuk kemutlakkan-Nya sebagai tuhan pencipta alam semesta dan seluruh jagat raya beserta isinya. firmanNya dalam surah Al-Ankabuut :61.

Dan Sesungguhnya jika kamu tanyakan kepada mereka: “Siapakah yang menjadikan langit dan bumi dan menundukkan matahari dan bulan?” tentu mereka akan menjawab: “Allah”, Maka betapakah mereka (dapat) dipalingkan (dari jalan yang benar).

Ayat ini tidak saja diyakini oleh umat islam saja, para kafir Quraisy juga mempercayai bahwa Allah adalah pencipta alam ini. namun hal ini tidak membuat mereka masuk islam, karena mereka hanya percaya Allah sebagai pencipta bukan Allah sebagai yang disembah atau mengingkari tauhid Uluhiyah. Mereka ingkar untuk menyembah kepada Allah, dalam beribadah mereka menyembah selain Allah.

Jelas sudah bahwasanya Esensi Tuhan dalam ajaran islam adalah Esa(tunggal) yakni Allah yang Maha Esa, tidak ada yang mengingkari ke-Esa-an Allah. Dan sejak Azali Allah telah ada, Dia tidak mati dan tidak pula ada akhirnya. Karena Allah memang selalu ada dan akan terus ada. Disisi lain ketika islam turun yang di bawa oleh Nabi Muhammad yang di ajarkan pertama kali adalah tauhid, selama 13 tahun beliau mengajarkannya di kota makkah. Beliau mengubah umat yang terpecahbelah menjadi umat yang bersatu, membawa umat yang tenggelam dalam kemusyrikan menjadi umat yang bertauhid yang meng-Esa-kan Allah swt sebagai tuhan umat islam. Tidak ada sekutu bagi-Nya. Itulah ajaran pertama islam dimana umatnya diwajibkan untuk mentauhidkan Allah swt sebagai pencipta, pelindung dan sesembahan yang berhak untuk disembah. Dalam bahasa ilmiah dikenal dengan Monoteisme yaitu mempercayai adanya satu tuhan. Tentunya lawan dari monoteisme adalah politeisme yakni percaya lebih dari satu tuhan. Paham monoteisme inilah yang dianut oleh umat islam dalam beragama. Islam sebagai agama samawi yang diyakini oleh umatnya sangat menjunjung tinggi ke-Esa-an tuhan. Para ulama salafiayah yang ahli dalam bidang ini pun mengajarkan bahwa dalam islam tidak ada sekutu bagi Allah dan barangsiapa yang tidak percaya akan ke-Esa-anNya maka ia sungguh telah berbuat syirik.

B. ESENSI TUHAN DALAM KRISTEN (TRINITAS/TRITUNGGAL)

Ajaran ketuhanan dalam agama Kristen sebagaimana yang tercantum dalam kredo Iman Rasuli yaitu, Tritunggal yang terdiri dari Allah Bapa, Allah putera, dan Roh Kudus. Semuanya itu adalah adalah pribadi Allah. Allah yang Maha Sempurna, Maha Kudus, Maha Tahu dan kekal. Ketiga pribadi Allah tersebut disembah dengan cara yang sama karena dari ketiganya itu hanya ada satu Allah. Pada Umumnya banyak yang menyatakan bahwa Kristen menganut paham Politeisme, yang mengakui tuhan lebih dari satu. Untuk membuktikan pernyataan tersebut, mari kita bahas pada uraian berikut ini.

Secara umum, umat Kristiani bersyukur akan Allah Tritunggal, yakni Allah Bapa sebagai pencipta alam semesta, Allah Putera sebagai penebus dosa manusia, dan Roh Kudus menyucikan manusia. Konsep ketuhanan seperti inilah yang menjadi perdebatan diantara para ahli agama, paham monoteisme atau politeisme yang digunakan dalam ajaran kristen belum menemui titik terang dari sebagian pihak.

1. Allah Bapa

Allah Bapa adalah pencipta langit dan bumi serta seisinya. Dia berada dalam surga. Dia maha kasih terhadap hambanya dan selalu menampakkan dirinya kepada hambanya. Seperti terdapat pada keluaran 3; 1-16. Dimana tuhan menampakkan diri kepada Musa. Tujuan tuhan menampakkan diri adalah menunjukkan siapa Dia dan apa yang dilakukan-Nya. Namun penampakan tuhan dengan cara itu masih dapat menimbulkan keraguan akan adanya tuhan. Puncaknya adalah Allah turun kedunia dengan cara hadir dalam diri Yesus Kristus sebaagi tanda kasih-Nya.

Dengan hadirnya Allah dalam diri Yesus kristus, berarti Allah tidak hanya di surga tetapi sudah ada didunia ini (Immanent). Bahkan manusia pun bisa menjadi tempat kediaman-Nya. Semuanya ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hambanya karena manusia tidak mengenal dan memandang Allah seandainya Dia tidak menampakkan dan mendekatkan diriNya pada manusia. Allah Bapa kekal adanya, tiada permulaan dan tiada pula penghabisan. Pernyataan ini serupa dengan konsep yang di bawa islam, bahwa Allah itu kekal dan azali. Jika dalam islam ini termasuk sebagai Tauhid Rububiyah.

2. Allah Putera

“Dan akan Yesus Kristus PutraNya yang tunggal, Tuhan kita”, yang termaktub dalam Kredo. Secara umum umat kristiani meyakini bahwa Yesus Kristus itu sebagai Tuhan. Yesus Kristus diyakini sebagai penebus dosa manusia didunia, ia juga hadir untuk melawan kejahatan dimuka bumi ini. Yesus Kristus lahir dari perawan Maria di Bethlehem menurut versi perjanjian lama dan perjanjian baru. Ia mempunya 12 orang murid yang membantunya dalam berdakwah. Untuk menunjukkan cintanya pada manusia, Yesus rela mati disalib sebagai tanda kasihnya dan tanda ketuhanannya yang diyakini oleh umat kristiani sebagai penebus dosa. Kematiannya akan diurapi sehingga diberi gelar sebagai Messiah, Al-Masih.

Namun yesus selain kedudukannya sebagai tuhan, ia juga manusia biasa yang sama seperti yang lain, butuh makan, minum dan tidur. Karena yesus adalah Allah yang mendaging, artinya adalah Allah yang hadir dalam pribadi manusia. Tritunggal memang sulit untuk ditafsirkan, kaarena umat kristen sendiri jika ditanya tentang tuhan mereka mayoritas tidak mau membahasnya. Menurutnya kalau tuhan bisa digambarkan itu namanya bukan tuhan. Tetapi ada juga yang ahli dalam bidangnya berani mengupas secara taja tentang ketuhanan dalam kristen ini.

3. Roh Kudus

Menurut ajaran Kristiani, seorang Kristen memiliki Roh Kudus di dalam dirinya. Roh tersebut berfungsi sebagai penolong, pemimpin, penghibur, dan teman yang setia. Roh Kudus menuntun umat Kristiani agar hidup sejalan dengan kehendak Tuhan. Roh Kudus juga merupakan penghubung antara umat Kristiani dengan Allah. Roh Kudus keluar dari Allah Bapa dan Allah Putera.

Apabila seseorang yang dipenuhi dengan Roh Kudus, maka ia akan memiliki apa yang disebut dengan “Kehidupan Berahmat”. Dan ia juga terhindar dari dosa sekecil apapun. Serta orang tersebut memiliki suatu kehidupan yang Adikrodrati karena Roh Kudus sudah ada dalam dirinya, bahkan Bapa dan Putera pun ada dalam diri orang tersebut.

C. PERBANDINGAN ESENSI TUHAN ANTARA ISLAM DAN KRISTEN

Secara lahiriah kedua agama tersebut menganut paham yang bisa dikatakan bertentangan, bahwa islam berpaham monoteisme sedangkan kristen berpaham politeisme. Ini jelas terbukti jika hanya di pandang dari kuantitas tuhan yang diyakini oleh umat kedua agama tersebut. Namun jika kita dalami masalah ini, kita kaji tentang bagaimana hakikat tuhan itu menurut kedua agama, bahwa yang terjadi adalah agama Islam dan agama Kristen sama-sama menganut paham Monoteisme atau mengakui hanya ada satu tuhan. Alasannya adalah, jika didalam Islam ada yang namanya Tauhid Rububiyah, yakni tuhan pencipta langit dan bumi serta seluruh benda yang ada didalamnya, ada tauhid Uluhiyah, yakni yang wajib disembah da nada yang namanya tauhid asma wa as sifat, yakni tidak serupa dengan makhluk yang lain. Didalam agama Kristen juga ada yang namanya Allah Bapa, yakni tuhan pencipta alam semesta, yang tidak serupa dengan makhluknya meskipun ia hadir dalam diri Yesus Kristus, ada Allah Putera, yakni yesus yang diyakini sebagai penebus dosa dan Roh Kudus, yakni berhubungan dengan kesucian manusia. Dari semua elemen itu, baik dalam agama Islam maupun Kristen semuanya mengarah kepada Allah yang Esa dan Allah yang Satu.

Tiga pribadi Allah tidak serta merta membagi bahwa Allah itu ada tiga, namun Allah tetap satu dan Allah yang Esa (Ul. 6:4;1 Kor. 8;4) menjelaskan bahwa “ yang berarti bahwa Allah itu bukan dua atau lebih dari satu. Dia adalah Allah yang menciptakan alam semesta dan berkuasa sepanjang zaman. Oleh karena itu, jalan untuk dating menghadapnya juga Esa, yaitu melalui diriNya sendiri didalam Yesus Kristus. Manusia tidak boleh menyembah segala sesuatu yang bukan Allah, semisal batu ,pohon, gunung, atau seorang nabi sekalipun”.

Dari uraian yang telah dibahas, dapat diambil benang merah bahwa konsep ketuhanan dalam agama Islam dan agama Kristen adalah sama-sama menganut paham monoteisme (dalam arti yang sebenarnya). Mereka yang menganggap politeisme adalah mereka yang melihat secara lahiriah, bisa dilihat dari kuantitas yang dipercayai oleh umat Kristiani dalam memahami Ketuhanan mereka. Disisi lain, penulis juga berkesimpulan bahwa memang benar jika dikatakan kedua agama ini mempunyai kesamaan dalam konsep ketuhanan, yakni Monoteisme.


Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tuntutan Kenaikan Upah Buruh yang Tak …

Agus Setyanto | | 31 October 2014 | 13:14

Soal Pem-bully Jokowi, Patutkah Dibela? …

Sahroha Lumbanraja | | 30 October 2014 | 20:35

“Nangkring” bareng Tanoto …

Kompasiana | | 27 October 2014 | 10:31

Hanya Kemendagri dan Kemenpu yang Memberi …

Rooy Salamony | | 31 October 2014 | 11:03

Ayo Wujudkan Rencana Kegiatan Sosialmu …

Kompasiana | | 31 October 2014 | 10:19


TRENDING ARTICLES

Inikah Sinyal PKS Bakal Cabut UU Pornografi? …

Gatot Swandito | 3 jam lalu

Hasil Evaluasi Timnas U-19: Skill, Salah …

Achmad Suwefi | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi Tak Disukai Australia, Bagus! …

Aqila Muhammad | 8 jam lalu

Menjawab Keheranan Jokowi …

Raden Suparman | 8 jam lalu

Pencitraan Teruus??? …

Boyke Pribadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Jokowi Memenuhi Janjinya Memberantas Mafia …

Sang Pujangga | 7 jam lalu

Milad Himakom UNIFA yang ke-4: Himakom Dulu, …

Komunikasi Universi... | 7 jam lalu

Setelah Kelas Ibu Hamil, Ada Kelas Balita …

Imma Firman | 7 jam lalu

Positif Mengkritik Santun Memberi Saran …

Ferra Shirly | 8 jam lalu

Robohnya Kampus Kami …

Ardi Winangun | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: