Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dewi Kurniasari

Pembelajar sejati : suka belajar dan berbagi agar senantiasa bertumbuh dan bermakna. Learning - Sharing - selengkapnya

Loyalitas

OPINI | 25 January 2013 | 17:03 Dibaca: 1164   Komentar: 0   2

Apa yang dimaksud dengan loyalitas? Kepada siapakah kita harus menunjukkan sikap loyalitas? Apakah kepada atasan, kepada perusahaan, atau kepada profesi?

Dalam kamus Bahasa Indonesia, ada beberapa  sinonim kata yang menjelaskan makna dari kata Loyalitas ini, antara lain adalah, Kesetiaan, Kepatuhan, Ketaatan, Komitmen dan Pengorbanan. Dalam bahasan kita kali ini, lebih tepat menggunakan kata kesetiaan, karena akan berbeda dengan makna kepatuhan.

Kita harus berhati-hati dalam memaknai dan mengarahkan pada siapa loyalitas tersebut ditujukan. Kita bisa saja loyal pada atasan atau pimpinan, selama atasan atau pimpinan kita tersebut memiliki integritas. Kita juga bisa loyal pada institusi, selama institusi tersebut tidak mengajak pada hal yang bersifat disintegritas. Sudah banyak terbukti, pejabat yang terjaring KPK yang disebabkan karena loyal pada atasan dan partai.

Sekarang, bagaimana halnya dengan loyalitas pada profesi? Seorang pekerja profesional yang bekerja pada sebuah perusahaan, pada hakikatnya pengabdian yang dilakukan atas dasar kesetiaan/loyalitas pada profesi, bukan pada perusahaan tempatnya bekerja. Kalau terlihat loyal pada perusahaan, itu semata-mata merupakan implikasi dari totalitas pengabdiannya pada profesi yang ditekuninya.

Kesetiaan pengabdian pada profesi akan berpengaruh besar pada peningkatan kemampuan, sedangkan kesetiaan pengabdian pada perusahaan hanya akan menumbuhkan kepatuhan. Sementara itu, seperti kita ketahui bersama, kepatuhan inilah yang nantinya kadang-kadang akan merusak kesetiaan pada profesi. (www.kompasiana.com/ajinatha)

Jadi mana yang lebih baik? Kepada siapa kita harus menunjukkan loyalitas? Menurut saya ada yang lebih tepat, yaitu loyalitas pada nilai-nilai luhur itu sendiri. Loyal pada nilai-nilai lebih utama, karena lebih luas dan otomatis berfungsi pada semuanya, selama pimpinan dan perusahaan sudah bagus integritasnya. Loyalitas pada nilai-nilai akan memperkuat kesetiaan kita pada profesi.

Dengan demikian mari kita pahami nilai-nilai luhur, hayati dan amalkan dalam kehidupan sehari-hari, sehingga kita termasuk orang-orang atau karyawan yang memiliki loyalitas yang tinggi pada nilai-nilai luhur itu sendiri.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

5 Kompasianer Beropini tentang Paspampres …

Kompasiana | | 02 September 2014 | 15:41

Keuntungan-keuntungan dari Kasus Florence …

Andreas Ab | | 02 September 2014 | 12:43

Mengapa Plagiarisme Disebut Korupsi? …

Himawan Pradipta | | 02 September 2014 | 11:59

Menyaksikan Sinta Obong di Yogyakarta …

Bugi Sumirat | | 02 September 2014 | 12:19

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 4 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 6 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya, serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 7 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: