Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Indri Hapsari

Belajar membaca di Kompasiana. Belajar menulis di indrihapsariw.com

Kata-kata Setajam Pedang

OPINI | 17 January 2013 | 03:53 Dibaca: 253   Komentar: 0   4

Siapa yang bilang senjata paling mematikan itu bom nuklir? Bom nuklir kemampuannya terbatas. Buktinya ‘hanya’ Nagasaki dan Hisroshima yang terkena dampaknya, bukan seantero Jepang apalagi dunia. Senjata paling bahaya sebenarnya adalah kata-kata.

Kata-kata yang diucapkan dengan serampangan, sehingga melukai hati seseorang, yang menyebabkan ia bertindak nekat. Misal bunuh diri, atau membunuh yang ngomong, atau salah jadi membunuh orang lain. Manusia yang diciptakan Tuhan hanya dari debu semata, seakan sudah mau melampaui Penciptanya dengan memberikan ajal bagi dirinya atau bagi orang lain.

Kata-kata yang dituliskan hati-hati, dari pemikiran yang salah. Menyebabkan kumpulan aksara tersebut menjadi dogma sesat, dan jika ia telah merasuk ke jiwa pengikut dan pengagumnya, akan menjadi aksi massa yang merusak tatanan yang telah ada. Mengobrak abrik semuanya, sehingga orang lain menjadi bingung, yang gila siapa? Sampai sekarang saya ragu, benar atau salahkah pemikiran Karl Marx, yang sudah mempengaruhi Lenin, Stalin dan Mao Zedong? The Protocols of The Elders of Zion, menjadi dasar dari Adolf Hitler untuk melenyapkan satu etnis, Yahudi, di seluruh dunia.

Kata-kata yang berasal dari pemikiran yang murni untuk umat manusia, namun diselewengkan atau disalahartikan oleh pihak yang melaksanakan, menjadi penyesalan yang mendalam bagi penulisnya. Einstein berkirim surat pada Franklin D. Roosevelt, tentang bahaya penemuan uraniumnya. Hal tersebut malah memicu Amerika Serikat untuk menemukan bom atom yang digunakan sebagai senjata di Perang Dunia ke II.

Bayangkan bila semuanya disatukan. Kata-kata serampangan menyebabkan bunuh diri masal. Kata-kata dari pemikiran yang salah, menyebabkan pembantaian etnis terus berlangsung, ngga hanya satu, tapi hanya menyisakan satu. Kata-kata yang disalahartikan, menyebabkan manusia terus mencari senjata terampuh, untuk melenyapkan musuhnya. Senggol dikit, bacok, eh..lempar bom kalau sekarang. Kata-kata, jadi pemusnah yang ampuh bagi kehidupan manusia.

Kata-kata yang jahat, akan menimbulkan reaksi negatif. Kata-kata yang baik, bisa disalahmengerti dan menjadi negatif juga. Kata-kata, setajam pedang, dan berkekuatan lebih besar dari bom nuklir.

Hati-hati yaaaa, menggunakan kata-kata….

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Rigby dan The Beatles …

Ekmal Medan | | 30 March 2015 | 23:44

Diskotik, Tempat Hiburan Mahasiswa Apatis …

Aditya Prahara | | 30 March 2015 | 20:40

[AMBON] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:27

Mengapa Media-media Islam Perlu Diblokir? …

Ismail Amin | | 31 March 2015 | 04:25

Menteri Khofifah, Rokok dan Masyarakat …

Aldy M. Aripin | | 31 March 2015 | 01:17


TRENDING ARTICLES

Tak Ada Istri yang Tak Retak …

Cahyadi Takariawan | 4 jam lalu

Netizen Melawan Pemblokiran Situs Islam …

Fatih Mujahid | 10 jam lalu

Jokowi di Kudeta, Mungkinkah? Sebuah Ramalan …

Mj Titen | 10 jam lalu

Jenderal Moeldoko Bakal Maju …

Agus Supriyatna | 11 jam lalu

Perang Yaman, Perseteruan Suni VS Syiah, …

Imam Kodri | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: