Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

M. Wiyono

Guru ngaji di lembaga pendidikan swasta

Kemarin, Sekarang, Akan Datang

OPINI | 26 December 2012 | 09:18 Dibaca: 88   Komentar: 0   0

Tidak lama lagi akan memasuki tahun baru 2013, tak terasa waktu berjalan demikian cepat hingga seolah-olah baru kemarin 2012 dirayakan, kini hanya tinggal sepekan saja kita tinggalkan.hari ini dan hari kemarin mungkin ada kesamaan nama saja, hekikatnya berbeda. Hari ini berbeda dengan hari kemarin, bulan sekarang berbeda dengan bulan yang lalu, begitu juga tahun ini sudah pasti berbeda dengan tahun yang lalu, oleh karenanya hidup senantiasa tak ubahnya menciptakan lembaran baru untuk ditulisi amal, bagai pita kaset kososng yang siap merekam jejak prilaku sang empunya. kalau ada kesamaan hari pasti ada perbedaan bulan, kalau hari dan bulannya sama patilah ada perbedaan tahun, itulah sebabnya setiap hari adalah baru.

Hadits Nabi saw, yang diriwayatkan Ibn Umar:” Sebaik-baik manusia adalah dia yang panjang usia lagi baik perbuatannya, sebaliknya manusia yang buruk adalah dia yang panjang usianya tetapi buruk prilakunya.” kurang lebih seperti itulah isi haditsnya, pada saat Ibn Umar bertanya kepada Rasulullah siapa manusia yang paling baik dan yang paling buruk?

Di limit terakhir tahun 2012 ini, mari berhitung tentang amal perbuatan yang pernah kita lakuka, sejarah apa saja yang pernah tertoreh dia tahun lalu, sudahkan kita mempersembahkan kehidupan ini sebaik-baiknya?. hari yang berlalu tidak akan kembali, Ali ra berkata:”jika ada rizki yang tertunda mungkin esok bisa terbayar, tapi masa yang telah lewat tak mungkin bisa kembali lagi.” Alangkah meruginya seandainya lembaran hari yang telah dilalui tak banyak punya arti kebaikin untuk diri sendiri.

Mari terus berkarya, merefleksikan hari kemarin yang telah silam, melakukan yang terbaik di masa sekarang, merencanakan hari esok yang akan datang dengan segudang agenda menuju kesuksesan. tidak ada kata lain kecuali harus dengan kata “segera”, segera membuat agenda baru dan segera merealisasikannya.

Selamat tinggal 2012

Tags: filsafat

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tentang Keaslian Akun Twitter @jokowi_do2 …

Blontank Poer | | 28 January 2015 | 16:12

Kisah Pencari Logam Mulia di Batu Hijau …

Dhanang Dhave | | 28 January 2015 | 09:59

Esensi “Tongsis” …

Fandi Sido | | 28 January 2015 | 10:42

Harta Karun Tanah Papua …

Rico Tude | | 28 January 2015 | 15:14

Ayah Bunda, Ini yang Sebaiknya Dilakukan …

Achmad Suwefi | | 27 January 2015 | 16:56


TRENDING ARTICLES

Aksi Heroik Raja Salman …

Muhammad Armand | 8 jam lalu

Pencalonan BG Bukan Inisiatif Jokowi! …

Elde | 9 jam lalu

Tim 9 Tidak Independen, Hanya Panggung …

Isson Khairul | 12 jam lalu

Inilah Alasan Effendi Simbolon Menunjukan …

Dean Ridone | 13 jam lalu

Jokowi Perlu Contoh Raja Baru Arab Saudi …

Mustafa Kamal | 16 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: