Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

[Refleksi] Makna Hidup (1)

OPINI | 25 November 2012 | 22:00 Dibaca: 189   Komentar: 0   0

Musim hujan tiba. Di mana-mana bau tanah. Udara terasa sejuk, bahkan beberapa kali menjadi dingin. Saat di sini lagi cerah, eh…ternyata daerah lain hujan. Gantian lah. Semoga semua kebagian hujan berkat. Salah satu berkat hujan adalah banyaknya nyamuk yang berkeliaran. Berkat bagi mereka tentu saja. Menurutku mereka itu sakit, makanya aku segera menyiapkan obat nyamuk bakar yang bentuknya melingkar.

Nyamuk masih mengiang-ngiang. Salah taruh obat nyamuk kali. Aku pindah di tempat yang sepertinya menjadi sarang nyamuk. Semakin dipandang, semakin aku termenung. Lagi gak ada kerjaan, jadi melamun tentang perjalanan hidup.

Hidup itu bagaikan obat nyamuk bakar. Punya alur yang tidak lurus, tapi melingkar. Alur hidup tidak lurus. Kita dimampukan untuk melihat kembali masa lalu. Pengalaman-pengalaman yang telah terlewat bukanlah noda yang harus dicuci sampai bersih tak bersisa dengan deterjen lima ratus rupiah. Masa lalu adalah bagian dari sejarah pembentukan diri. Melihat kembali masa lalu berarti belajar dari pengalaman, yang baik ditingkatkan, yang buruk diperbaiki. Bukankah pengalaman adalah guru terbaik?

Obat nyamuk bakar itu memutar, namun tidak di jalur yang sama. Bentuknya bukanlah lingkaran tertutup. Demkian pun hidup, selalu terbuka terhadap situasi, kondisi, toleransi, pandangan dan jangkauan. Hidup terbuka pada apa pun yang membentuknya. Semakin diperkaya dengan berbagai hal itu, yang tidak sesalu sama, namun dinamis. terus berkembang.

Terbakar habis dari luar menuju ke dalam. Refleksi hidup akan hal-hal di atas menjadikan kita menuju ke ‘dalam’ diri yakni inti hidup. Kita dimampukan untuk ‘terbakar habis’ akan hal-hal luaran atau fisik dan semakin memurnikan diri menghalau ‘nyamuk-nyamuk’ keburukan diri. Hidup meninggalkan ‘abu’ sebagai residu dari rasa menggebu. Setiap semangat yang menggelora dan membakar jiwa raga akan kembali direnungkan dalam keheningan batin.

~ Selamat Menyiapkan Minggu Baru ~

Tuhan Memberkati - Salam Damai

^_^

Tags: refleksi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Cara Unik Menyeberangkan Mobil ke Pulau …

Cahayahati (acjp) | | 16 September 2014 | 14:16

Korupsi Politik Luthfi Hasan Ishaaq …

Hendra Budiman | | 16 September 2014 | 13:19

Kenapa Narrative Text Disajikan di SMA? …

Ahmad Imam Satriya | | 16 September 2014 | 16:13

[Fiksi Fantasi] Runtuhnya Agate: …

Hsu | | 16 September 2014 | 05:54

Ayo, Tunjukan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Ganggu Ahok = Ganggu Nachrowi …

Pakfigo Saja | 8 jam lalu

Kabinet Jokowi-JK Terdiri 34 Kementerian dan …

Edi Abdullah | 10 jam lalu

UU Pilkada, Ken Arok, SBY, Ahok, Prabowo …

Ninoy N Karundeng | 10 jam lalu

Ternyata Ahok Gunakan Jurus Archimedes! …

Tjiptadinata Effend... | 11 jam lalu

Revolusi Mental, Mungkinkah KAI Jadi …

Akhmad Sujadi | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Golkar Butuh Pemimpin Sekelas AL …

Agung Laksono Berka... | 8 jam lalu

Ikan Mas Koki Dioperasi Untuk Angkat Tumor …

Tjiptadinata Effend... | 8 jam lalu

Anomali Ahok: Pahlawan atau Pengkhianat? …

Choirul Huda | 8 jam lalu

Bukan Bagi-bagi Kursi, Tapi Bagi-bagi …

Wahyu Hidayanto | 8 jam lalu

Pengacara Seribu Rupiah …

Mini Praise | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: