Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Febri

Menyukai buku-buku fiksi, novel dan sastra. mempunyai minat terhadap filsafat, psikologi dan Agama

Manusia dan Makna Hidup

OPINI | 23 November 2012 | 09:16 Dibaca: 1842   Komentar: 0   0

Sepanjang sejarah hidup manusia, pertanyaan tentang makna hidup akan terus bergulir. Siapa saya? Apa yang saya cari? Untuk apa saya ada? Beberapa abad yang lalu para filsuf telah merumuskan berbagai teori mengenai pencarian makna hidup manusia tetapi tidak ada satupun yang memiliki jawaban pasti terhadap pertanyaan tersebut.

MAKNA HIDUP DALAM PERSPEKTIF FILSAFAT EKSISTENSIALISME

Filsafat eksistensialisme terkenal dengan teori yang menyangkut eksistensi(keberadaan) mendahului essensi (isi). Bahwa keberadaan atau adanya sesuatu hal akan mendahului makna didalamnya .para filsuf eksistensialisme meyakini bahwa pembentukan manusia tercipta karena adanya wadah /eksistensi (bentuk fisik manusia) yang kemudian melahirkan dan mengembangkan pemikiran sehingga terbentuk Jiwa / essensi (isi).

Dalam pandangan eksistensialisme makna akan tercipta melalui pemikiran yang dimunculkan oleh sistem tubuh manusia secara fisik tersebut. sehingga pendefinisian-pendefinisian yang dilakukan oleh manusia akan melahirkan makna-makna dalam lingkungan dan dunia sekitarnya.

Pencarian makna manusia dipelajari dalam eksistensialisme, yang menyatakan tentang adakah tuhan dan fungsi tuhan serta hubungatgnya dengan manusia. Namun filsuf tak mampu menemukan atau mendefinisikan hubungan Tuhan dan manusia dalam kaitan makna hidup. Ini menjadikan mereka tak memilih untuk mempercayai adanya Tuhan.

Albert Camus adalah salah satu Filsuf eksistensialisme yang menjabarkan teori absurditas tentang makna hidup menjabarkan Bahwa hidup seseorang haruslah absurd. Dalam hal ini hidup seseorang yang mampu “melampaui” (walking through) masalah untuk menjadi diri yang autentik. Diri yang autentik adalah diri yang sesungguhnya, diri yang mampu menemukan makna hidupnya. Upaya melampaui itu dengan cara menjadi “pemberontak” terhadap hal-hal yang selama ini menghalangi individu menjadi diri yang auntentik. Menjadi kreatif sebagai upaya meraih makna diri.Menyingkap selubung atau tabir yang ada dalam diri individu. Menjadi pemberontak dalam hidup artinya menjadi berani untuk menerima dan menghadapi masalah yang ada. Seringkali, istilah pemberontak disalah artikan sebagai pelanggaran norma-norma.

MAKNA HIDUP DALAM PERSPEKTIF AGAMA

Dalam agama ketundukan yang Absolut pada Tuhan merupakan sebuah kewajiban. Karena Tuhan adalah Causa Prima. Penyebab dari segala akibat. Sebagai sumber Utama yang menciptakan langit, Bumi dan isinya. Tidak ada yang Tahu dengan pasti atas Penciptaan Manusia Oleh Tuhan untuk turun kebumi. Islam, menyatakan bahwa Manusia diwajibkan untuk beribadah kepadaNya sebagai bentuk kepatuhan. Seluruh jalan hidup manusia telah dituliskan Tuhan dalam Lahul Mahfudz (Kitab yang menuliskan seluruh jalan kehidupan manusia) dimana manusia telah memiliki jalan hidup masing-masing. Sehingga manusia sebagai makhlukNya haruslah mentaati semua perintah yang telah Tuhan perintahkan. Perintah yang dikitabkan dalam al-Quran telah ada sejak awal penciptaan Manusia. Semua aturan hidup manusia telah tertulis dengan jelas didalamnya.

Manusia sebagai makhluk yang mampu berpikir untuk mempelajarinya dan menghayatinya kemudian diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Dalam islam Upaya-upaya menghayati, mendalami dan menerapkan ajaran perintahnya untuk mencapai makna hidup disebut sebagai ikhtiar Dalam ikhtiar itu sendiri terdapat beberapa indicator yang dapat mendukung tercapainya sebuah makna hidup yaitu sabar  dan menerima. Menerima sebagai bentuk siap menghadapi apa yang ia ada (yang dihadapi). Pada akhirnya, Ikhlas sebagai puncak dari sabar dan menrima.

Pencarian makna hidup manusia (kesejatian manusia) dimulai dari seberapa jauh ia mampu mendalami dan mengejawantahkan perintah-perintah Tuhan. Upaya-upaya tersebut akan menumbuhkan Hubungan transenden manusia dengan Tuhan yang amat dekat dan melahirkan berbagai kesadaran-kesadaran akan makna hidup. Makna hidup yang ditemukan melalui pentingnya menerima dengan kepasrahan dan ketundukan semata hanya kepada Allah (Tauhid). serta meyakini muhammad sebagai utusanNya.

Pada dasarnya, manusia adalah makhluk yang agamis. Ini terbukti, ketika dalam sebuah keadaan seburuk-buruknya perilaku dan pemikiran manusia yang menyangkal keberadaan Tuhan, akan senantiasa tetap menyebut Nama Tuhan. Oh My God. Sebuah ungkapan naluriah yang dikeluarkan oleh manusia yang membuktikan bahwa Tuhan itu ada. Real.

Manusia tak akan pernah lepas dari pemikiran terhadap pencarian kekuatan yang paling tinggi dan paling berkuasa atas apa yang ada dilangit dan bumi. Ada kekuatan lain yang tidak bisa dijangkau dengan nalar manusia yang terbatas. Setiap kali manusia kehilangan arah tujuannya, cenderung untuk mencari tahu sumber dan akar utama permasalahannya untuk mencari sebuah pemecahan. Pada akhirnya,  dari lubuk hatinya akan kembali kepada penciptaNya, Tuhan. Allah swt.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Meriahnya Festival Seni Budaya Klasik di …

Riana Dewie | | 19 December 2014 | 08:54

Keresahan Nelayan dan Pelaku Usaha Perikanan …

Ibay Benz Eduard | | 19 December 2014 | 08:11

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46

Warga Hollandia Antusias Menyambut …

Veronika Nainggolan | | 18 December 2014 | 20:40

Voluntourism Blog Competition: Berikan Aksi …

Kompasiana | | 08 December 2014 | 19:03


TRENDING ARTICLES

Seorang Manager Menjadi Korban Penipu …

Fey Down | 8 jam lalu

Meramu Isu “Menteri Rini Melarang …

Irawan | 9 jam lalu

Luar Biasa, Kasus Lapindo Selesai di Tangan …

Hanny Setiawan | 9 jam lalu

PSSI dan Kontradiksi Prestasi …

Binball Senior | 10 jam lalu

Mungkinkah Duet “Jokowi-Modi” …

Jimmy Haryanto | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: