Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Seno Sang Pemimpi

"Kamu bisa, aku bisa" Kunjungi hiduplahhidupku24.blogspot.com

manajemen pendidikan

REP | 23 November 2012 | 11:18 Dibaca: 99   Komentar: 0   0

Pendidikan
merupakan sektor
sangat menentukan
kualitas suatu
bangsa. Kegagalan
pendidikan
berimplikasi pada
gagalnya suatu
bangsa, keberhasilan
pendidikan juga
secara otomatis
membawa
keberhasilan sebuah
bangsa. Pada dunia
pendidikan,
hendaknya
memperhatikan
unsur pendidikan,
yang diantaranya:
peserta didik,
pendidik, software,
manajemen, sarana
dan prasarana dan
stake holder. Aset
yang diperlukan
dalam pendidikan
adalah sumber daya
manusia yang
bekualitas. Sumber
daya yang
berkualitas dapat
berupa dari siswa,
masyarakat, maupun
dari pendidik.
Pelaksanaan suatu
pendidikan
mempunyai fungsi,
antara lain: inisiasi,
inovasi, dan
konservasi. Inisiasi
merupakan fungsi
pendidikan untuk
memulai suatu
perubahan. Inovasi
merupakan wahana
untuk mencapai
perubahan.
Konservasi berfungsi
untuk menjaga nilai-
nilai dasar.
Oleh sebab itu, untuk
memperbaiki
kehidupan suatu
bangsa, harus
dimulai penataan
dari segala aspek
dalam pendidikan.
Salah satu aspek
yang dimaksud
adalah manajemen
pendidikan.
Tujuan dari
pendidikan yang
diharapkan adalah
menciptakan out
come pendidikan
yang berkualitas
sesuai dengan
harapan dari
berbagai pihak.
Dalam hal ini,
manajemen
pendidikan
mempunyai peranan
yang sangat penting.
Manajemen yang
bagus (good
management) dalam
dunia pendidikan di
Indonesia sangat
diharapkan oleh
seluruh warga
Indonesia.
Manajemen
pendidikan yang
bagus dapat
diciptakan dan dapat
dilaksanakan oleh
manajer pendidikan
yang berkualitas.
Manajer dalam dunia
pendidikan salah
satunya adalah guru.
Tugas guru selain
mengajar, juga
menjadi seorang
manajer pendidikan.
Seorang guru harus
dapat merencanakan
manajemen yang
baik. Manajer
pendidikan yang
bagus adalah
seseorang yang mau
merencanakan
manajemen
pendidikan dimasa
yang akan datang.
Kenyataan yang ada
sekarang adalah
masih buruknya
manajemen
pendidikan yang ada.
Buruknya
manajemen
pendidikan
disebabkan oleh
berbagai faktor. Para
manajer pendidikan
tidak mau
merencanakan
manajemen dimasa
yang akan datang.
Para manajer
pendidikan hanya
masih berorientasi
pada acuan
manajemen lama.
Masih jarang sekali
yang ingin
merencanakan
sesuatu yang baru.
Hal ini dikarenakan
para manajer
pendidikan tidak
mau mengambil
resiko pada dirinya
dan pada pendidikan.
Dengan adanya
pandangan yang
selalu kebelakang
maka manajemen
tidak akan maju, tapi
malah mengalami
kemunduran. Fakta
menunjukan bahwa
dulu Negara Malaysia
banyak yang belajar
di Indonesia, tapi
sekarang
kenyataannya
pendidikan di
Indonesia sudah
tertinggal dari
Negara Malaysia.
Salah satu faktor
utamanya adalah
manajemen yang
kurang siap
menghadapi masa
depan. Pada
kesempatan ini,
penulis akan
memaparkan suatu
manajemen
pendidikan dimasa
depan, guna
mendapatkan hasil
pendidikan yang
diharapkan.
1. Apa yang harus
direncanakan untuk
menyusun
manajemen
pendidikan dimasa
depan?
2. Mengapa
manajemen
pendidikan disusun?
3. Siapa yang
menjadi pemimpin
masa depan?
4. Kapan manajemen
pendidikan
dilaksanakan?
5. Dimana
manajemen
pendidikan dimasa
depan dilaksanakan?
6. Bagaimana cara
menyusun
manajemen dimasa
depan?
A. Pengertian
Manajemen
Pendidikan Dimasa
Depan
Manajemen
pendidikan
merupakan suatu
proses yang
merupakan daur
(siklus)
penyelenggaraan
pendidikan yang
dimulai dari
perencanaan, diikuti
oleh
pengorganisasian,
pengarahan,
pelaksanaan,
pemantauan dan
penilaian tentang
usaha sekolah untuk
mencapai tujuannya
(Suryosubroto, 2004:
27). Selain itu
manajemen
pendidikan juga
didefinisikan sebagai
suatu kegiatan atau
rangkaian kegiatan
yang berupa proses
pengelolaan usaha
kerjasama
sekelompok manusia
yang tergabung
dalam organisasi
pendidikan, untuk
mencapai tujuan
pendidikan yang
telah ditetapkan
sebelumnya, agar
efektif dan efisien
(Suharsimi Arikunto
& Lia Yuliana, 2008:
14). Dari dua
pandangan tentang
manajemen
pendidikan, dapat
disimpulkan bahwa
manajemen
pendidikan
merupakan suatu
kegiatan atau
rangkaian kegiatan
yang merupakan
daur (siklus)
penyelenggaraan
pendidikan untuk
mencapai tujuan
pendidikan yang
telah ditetapkan
sebelumnya agar
efektif dan efisien.
Masa depan
merupakan zaman
yang akan datang
atau belum terjadi
(Poerwadarminta,
1984: 634). Masa
depan pendidikan
perlu diperhatikan
oleh para pendidik.
Dimasa yang akan
datang, telah
terpampang cita-cita
dan harapan dari
suatu pendidikan.
Cita-cita dan
harapan pendidikan
dapat terwujud jika
sudah ada gambaran
yang ada dimasa
yang akan datang.
Dari pengertian-
pengertian diatas
dapat ditarik
kesimpulan bahwa
manajemen
pendidikan dimasa
depan merupakan
manajemen
pendidikan yang
dirancang atau
disusun untuk
menghadapi
tantangan masa
depan. Manajemen
pendidikan
mempunyai fungsi
yang harus dipahami
oleh para manajer
pendidikan masa
depan. Fungsi
tersebut antara lain:
perencanaan,
pengorganisasian,
pengarahan, dan
pengkoordinasian.
Perencanaan
pendidikan
merupakan suatu
proses
mempersiapkan
serangkaian
keputusan untuk
mengambil tindakan
pendidikan dimasa
depan yang
diarahkan kepada
tercapainya tujuan-
tujuan dengan
sarana yang optimal.
Pengorganisasian
pendidikan
merupakan usaha
bersama oleh
sekelompok orang
untuk mencapai
tujuan pendidikan
yang telah
ditetapkan
sebelumnya, dengan
mendayagunakan
sumber-sumber
yang ada agar
dicapai hasil yang
efektif dan efisien.
Pengarahan
pendidikan
merupakan suatu
usaha yang
dilakukan oleh
pimpinan pendidikan
untuk memberikan
penjelasan
pendidikan, serta
bimbingan kepada
para orang-orang
yang ada
dibawahnya sebelum
dan selama
melaksanakan tugas.
Pengkoordinasian
dalam pendidikan
merupakan suatu
usaha yang
dilakukan pimpinan
untuk mengatur,
menyatukan,
menserasikan,
mengintegrasikan
semua kegiatan
yang dilakukan
bawahannya dalam
dunia pendidikan.
Yang harus
direncanakan pada
penyusunan
manajemen
pendidikan adalah
hasil yang ingin
dicapai dari
pendidikan dan
bagaimana kegiatan
pendidikan tersebut
dapat berjalan
dengan lancar tanpa
adanya halangan
suatu apapun.
B. Alasan
Penyusunan
Manajemen
Pendidikan Masa
depan
Manajemen
pendidikan disusun
untuk menghadapi
tantangan
pendidikan dimasa
depan. Dalam hal ini
manager pendidikan
atau gurulah yang
mendapatkan
tantangan tersebut.
Tantangan guru
dimasa depan
bangsa, antara lain
untuk menghadapi:
era globalisasi, era
informasi, era IPTEK,
dan era perubahan
cepat.
Guru sebagai
manajer pendidikan
harus selalu siap
menghadapi
tantangan tersebut.
Salah satunya adalah
dengan menyusun
serta merencanakan
manajemen dimasa
depan. Hal ini perlu
dilakukan guna
meningkatkan mutu
pendidikan yang ada.
C. Pemimpin Masa
Depan
Pemimpin masa
depan adalah
pemimpin yang siap
menghadapi
tantangan
pendidikan dimasa
depan. Yang menjadi
pemimpin masa
depan adalah diri
kita sendiri. Kita
harus siap menjadi
seorang pemimpin
dimasa depan.
Setiap orang
berkompetensi
untuk menjadi
seorang pemimpin.
Untuk menjadi
seorang pemimpin
harus mempunyai
bekal yang banyak.
Bekal tersebut
berupa cara
membuat
manajemen yang
bagus, mempunyai
jiwa kepemimpinan,
wawasan yang luas,
serta mempunyai
hubungan sosial
yang baik.
D. Pelaksanaan
Manajemen
Pendidikan Masa
depan
Pelaksanaan
manajemen
pendidikan harus
dimulai dari
sekarang. Istilah
penundaan
pelaksanaan
haruslah dihilangkan.
Kita sebagai calon
pemimpin masa
depan harus
melaksanakan
manajemen
pendidikan dimasa
depan dari sedini
mungkin.
E. Tempat
Pelaksanaan
Manajemen
Pendidikan
Tempat pelaksanaan
manajemen
pendidikan dimasa
depan adalah
ditempat yang kita
pijak saat ini. Kita
bekerja di instansi
pendidikan yaitu di
sekolah dasar. Kita
harus melaksanakan
pendidikan tersebut
dimana kita
mengajar.
F. Cara Menyusun
Manajemen
Pendidikan Dimasa
Depan
Penyusunan
manajemen
pendidikan di masa
depan harus
memperhatikan: 1)
intake, 2) proses, 3)
instrumental input,
4) environmental
input, 5) out put, 6)
out come. Intake
dalam hal ini adalah
siswa atau peserta
didik. Intake dapat
dilihat sejak adanya
kegiatan penerimaan
murid baru.
Pengadaan murid
baru dilaksanakan
dengan seleksi
murid. Seleksi murid
tidak berdasarkan
martabat serta
status ekonomi
siswa, tetapi
berdasarkan criteria
umur. Dalam hal ini,
juga harus
menetapkan
kapasitas atau
jumlah calon yang
diterima.
Pengumuman hasil
seleksi dibuat
sedemikian rupa
sehingga bisa
diketahui oleh
masyarakat luas.
Karakteristik dari
intake harus
diperhatikan. Intake
yang ada diselidiki
keadaannya, baik
dari segi ekonomi
keluarga, rata-rata
pendidikan di
keluarga, gaya hidup
keuarga, serta
persepsi keluarga
terhadap pendidikan.
Hal ini perlu
dilaksanakan agar
supaya intake dapat
diproses dengan
mudah.
Suatu proses
pendidikan
dipengaruhi oleh dua
factor, yaitu factor
instrumental input
dan factor
environmental input.
Factor instrumental
input mencakup
beberapa unsur
penting, diantaranya
adalah peserta didik,
pendidik, kurikulum,
manajemen, sarana
dan prasarana, serta
stake holder atau
komponen
pendukung. Unsur
peserta didik harus
disusun
manajemennya
dengan sebaik
mungkin. Peserta
didik dimanage
sesuai dengan
taksonemi
perkembangan anak,
yang mencakup:
ranah kognitif,
afektif, dan
psikomotor.
Kurikulum
merupakan suatu
program pendidikan.
Didalam kurikulum
terdapat organisasi
kurikulum. Organisasi
kurikuum
merupakan pola atau
bentuk penyusunan
bahan pelajaran
yang akan
disampaikan pada
murid-muridnya.
Kurikulum di
Indonesia
sebenarnya sudah
bagus, baik segi
materi, serta tujuan
yang ingin dicapai.
Hanya saja
pelaksana dari
kurikulum yang
masih belum bisa
menanggapinya
dengan baik. Sebagai
calon pemimpinan
masa depan,
sebaiknya kita dapat
melaksanakan
kurikulum yang ada
dengan bagus dan
syukur dengan
menambahkan apa
yang masih kurang
pada kurikulum, dan
membuang unsur
yang sia-sia atau
muspro.
Pendidik merupakan
faktor penentu
berhasil atau
tidaknya suatu
proses pendidikan.
Memanage pendidik
bukanlah hal yang
mudah. Hal ini
diakibatkan setiap
pribadi mempunyai
perbedaan.
Memanage
pendidikan dimulai
dari diri sendiri. Hal-
hal yang belum
dilaksanakan dalam
pendidikan adalah
meningkatkan
kualitas pendidik
dengan membuang
hal-hal yang masih
dianggap sia-sia.
Sarana dan
prasarana serta
komponen
pendukung harus
diperhatikan dengan
jeli. Sarana dan
prasarana yang
belum ada dilengkapi
dengan meminta
bantan baik kepada
pemerintah maupun
kepada masyarakat
sekitar.
Faktor
environmental input
pendidikan
merupakan faktor
yang mempengaruhi
proses pendidikan.
Faktor
environmental
merupakan faktor
yang berasal dari
luar. Faktor itu
berupa lingkungan
rumah siswa
maupun lingkungan
sekolah siswa.
Proses pendidikan
yang dipengaruhi
oleh instrumental
input dan
environmental input
yang bagus akan
mempengaruhi
output dari
pendidikan. Dari
output tersebut akan
mempengaruhi
outcome. Sebagai
seorang manajer
pendidikan dimasa
depan kita harus
memperhatikan hal-
hal tersebut.
KESIMPULAN
1. Manajeme
pendidikan
merupakan suatu
kegiatan atau
rangkaian kegiatan
yang merupakan
daur (siklus)
penyelenggaraan
pendidikan untuk
mencapai tujuan
pendidikan yang
telah ditetapkan
sebelumnya agar
efektif dan efisien.
2. Manajemen
pendidikan disusun
agar pendidikan
yang ada dapat
bersaing dengan
tantangan
pendidikan masa
depan.
3. Pemimpin masa
depan adalah diri
kita sendiri.
4. Pelaksanaan
manajemen
pendidikan dimulai
dari sekarang.
5. Manajemen
pendidikan
dilaksanakan di
tempat kita
mengajar
6. Cara menyusun
manajemen
pendidikan harus
memperhatikan: 1)
intake, 2) proses, 3)
instrumental input,
4) environmental
input, 5) out put, 6)
out come.
SARAN
1. Para pendidik
sebaiknya
menyiapkan
manajemen dimasa
depan agar dapat
bersaing dengan
tantangan
pendidikan masa
depan.
2. Pelaksanaan
manajemen
sebaiknya praktis
dan efisien.
3. Pelaksanaan
manajemen yang
sia-sia sebaiknya
ditinggalkan saja.

Tags: mp

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Real Madrid 1 – 0 Bayern Muenchen …

Arnold Adoe | | 24 April 2014 | 04:37

Pojok Ngoprek: Tablet Sebagai Pengganti Head …

Casmogo | | 24 April 2014 | 04:31

Rp 8,6 Milyar Menuju Senayan. Untuk Menjadi …

Pecel Tempe | | 24 April 2014 | 03:28

Sebenarnya, Berapa Sih Jumlah Caleg Gagal di …

Politik 14 | | 23 April 2014 | 14:46

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Prabowo Beberkan Peristiwa 1998 …

Alex Palit | 7 jam lalu

Capres Demokrat Tak Sehebat Jokowi, Itu …

Dini Ambarsari | 10 jam lalu

Salah Kasih Uang, Teller Bank Menangis di …

Jonatan Sara | 10 jam lalu

Salah Transfer di Internet Banking …

Ifani | 13 jam lalu

Hotman Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 22 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: