Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ludfi

Pencinta NKRI dg Pancasila sbg dasar Negara. Cinta damai dalam jalinan persaudaran sebangsa dan setanah selengkapnya

Muslim, Yahudi, Mengapa ?

OPINI | 22 November 2012 | 01:44 Dibaca: 329   Komentar: 3   1

Konflik Israel- Palestina sepertinya tak ada ujung, tak pernah ada  titik akhir. Kapankah titik akhirnya ?

Latar belakang atau motivasi atau kepentingan dibalik semua itu sepertinya mudah diurai namun juga sepertinya sulit diurai.

Terlepas dari itu semua;  dengan mencoba berfikir, mencoba bernalar, mencoba meresapi terhadap suatu statement yang menyiratkan tentang permusuhan  berkepanjangan; mengingatkan pada hal gaib tentang Kuasa-NYa, Kuasa Tuhan pencipta manusia dimuka bumi ini.

Statement itu sungguh menggetarkan jiwa , mata hati menjadi bertanya-tanya apakah makna dan hikmah dari bunyi yang tersurat dan tersirat pada  statement itu; berikut bunyinya :

“Pasti akan kamu dapati orang-orang yang paling keras permusuhannya terhadap orang-orang yang beriman, ialah orang-orang yahudi dan orang-orang musyrik. Dan pasti akan kamu dapati orang yang paling dekat persahabatannya dengan orang-orang yang beriman ialah orang-orang yang berkata, ‘Sesungguhnya kami adalah orang Nasrani.’ Yang demikian itu karena diantara mereka terdapat para pendeta dan para rahib, (juga) karena mereka tidak menyombongkan diri.”

Demikian statement itu yang adalah Firman-Nya , Firman Tuhan Pencipta alam semesta , Pencipta manusia sebagai mahluk dimuka bumi , yang bumi ini adalah bagian dari alam semesta yang adalah ciptaan-Nya pula.

Firman itu tertulis abadi dalam Al Kitab  surat Al Ma’idah ayat 82. Yang mana Surat Al Ma’idah itu adalah berisikan firman firman yang diantaranya memuat tentang gambaran sikap yahudi kaum bani israil, juga tentang  umat nasrani  serta kenabian Isa al Masih.

Yaa Tuhan ampunilah dosa hamba-hambamu; Engkau Tuhan kami, kami beriman pada hari akhir, kami beriman pada rasul-rasul utusan-Mu. Jauhkanlah kami hamba-Mu dari azab siksa-Mu yang amat pedih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Begini Cara Jepang Mengembangkan Ilmu …

Gordi | | 06 March 2015 | 00:21

“Mempersoalkan” Ketelitian Vonis …

Blasius Mengkaka | | 06 March 2015 | 02:05

Jokowi Mengangkat Penasehat Politik …

Muhyansi | | 06 March 2015 | 08:07

Belajar Nyedu Kopi Dari Juara Dunia …

Thamrin Dahlan | | 06 March 2015 | 09:10

Kompasiana Ngulik: Ngobrolin Genre Musik …

Kompasiana | | 23 February 2015 | 14:51


TRENDING ARTICLES

Lulung The Godfather …

Bayu Ertanto | 6 jam lalu

Ahok Budayawan Calon Pemimpin Bangsa …

Abang Rahino | 7 jam lalu

Tiga Gejala Suami Istri Saling Menjauh …

Cahyadi Takariawan | 7 jam lalu

Jokowi Tolak Tawaran Barter Autralia, …

Imam Kodri | 9 jam lalu

Aksi Bungkam Buwas Ketika Begal Merajalela …

Axtea 99 | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: