Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Arimbi Bimoseno

Menulis novel adalah proses kreatif yang mensinergikan akal dan perasaan | Website:http://arimbibimoseno.com

Filosofi Santan Kelapa Bagi Kehidupan

OPINI | 15 November 2012 | 12:46 Dibaca: 831   Komentar: 10   9

13529598261531189773

Foto Ilustrasi dari http://www.thaifoodmaster.com

-

Kamu mau tahu indahnya rasa sakit, pedih, perih? Tanyakan pada buah kelapa yang sudah berubah menjadi santan yang siap dilebur ke dalam masakan bersama racikan bumbu lainnya.

Awalnya buah kelapa itu tertutup rapat di dalam batoknya. Batoknya yang keras itu harus dihancurkan terlebih dulu supaya buah kelapa yang putih itu bisa diambil untuk kemudian dibelah dengan memakai pisau yang tajam. Kulit tipis kecokelatan yang menutupi buah kelapa perlu dikerok sampai habis supaya nantinya tampilan santannya putih benar, tidak bercampur kecokelatan.

Masih ada proses lanjutannya, buah kelapa yang sudah dikerok dan dicuci bersih itu kemudian diparut. Bagaimana rasanya diparut, perihkah? tapi itu harus dilalui si buah kelapa agar dirinya menjadi santan yang berguna bagi penggunanya, yang menyukai masakan bersantan tentunya, atau yang suka membuat jajanan dengan menggunakan santan.

Ibarat perjalanan panjang kehidupan, proses si buah kelapa belum selesai sampai di sini. Setelah diparut sampai habis, parutan kelapa itu kemudian diperas-peras untuk diambil sari santannya, diperas di atas saringan untuk memastikan santan tidak bercampur dengan parutan kelapa yang lembut sekalipun.

Sudah selesai? Belum. Santan kental dan santan encer sudah diletakkan di dua wadah yang berbeda. Pun demikian, santan tidak bisa berdiri sendiri. Untuk menjadi berarti, ia harus bersatu padu dengan aneka bumbu lainnya apabila ingin dibuat masakan gulai ayam misalnya, bersama bawang merah, bawang putih, cabe, lengkuas, daun salam, garam, gula, dan kawan-kawannya dengan ukuran sesuai selera.

-

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Produk Indonesia di Tengah Konflik Rusia dan …

Syaripudin Zuhri | | 02 September 2014 | 08:42

Koalisi Merah-Putih Terus Berjuang Kalahkan …

Musni Umar | | 02 September 2014 | 06:45

Serunya Berantas Calo Tiket KA …

Akhmad Sujadi | | 02 September 2014 | 05:55

Tepatkah Memutuskan Jurusan di Kelas X? …

Cucum Suminar | | 01 September 2014 | 23:08

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 13:48


TRENDING ARTICLES

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 1 jam lalu

Halusinasi dan Penyebabnya ,serta Cara …

Tjiptadinata Effend... | 3 jam lalu

Vonis Ratu Atut Pamer Kekuatan Mafia Hukum …

Ninoy N Karundeng | 4 jam lalu

3 Langkah Menjadi Orang Terkenal …

Seneng Utami | 6 jam lalu

Koalisi Merah Putih di Ujung Tanduk …

Galaxi2014 | 8 jam lalu


HIGHLIGHT

Yakitori, Sate ala Jepang Yang Menggoyang …

Weedy Koshino | 7 jam lalu

Sebuah Cinta Berusia 60 Tahun dari …

Harris Maulana | 8 jam lalu

Yohanes Surya Intan Terabaikan …

Alobatnic | 8 jam lalu

Mengukur Kepolisian RI Dari Kuching …

Abah Pitung | 8 jam lalu

Xiaomi RedMi 1S “Hajar” Semua Brand …

Andra Nuryadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: