Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Arimbi Bimoseno

Keep calm and write a novel :: http://arimbibimoseno.com

Filosofi Santan Kelapa Bagi Kehidupan

OPINI | 15 November 2012 | 12:46    Dibaca: 855   Komentar: 10   9

1429927860831564521

Foto ilustrasi: http://www.vemale.com/

-

Kamu mau tahu indahnya rasa sakit, pedih, perih? Tanyakan pada buah kelapa yang sudah berubah menjadi santan yang siap dilebur ke dalam masakan bersama racikan bumbu lainnya.

Awalnya buah kelapa itu tertutup rapat di dalam batoknya. Batoknya yang keras itu harus dihancurkan terlebih dulu supaya buah kelapa yang putih itu bisa diambil untuk kemudian dibelah dengan memakai pisau yang tajam. Kulit tipis kecokelatan yang menutupi buah kelapa perlu dikerok sampai habis supaya nantinya tampilan santannya putih benar, tidak bercampur kecokelatan.

Masih ada proses lanjutannya, buah kelapa yang sudah dikerok dan dicuci bersih itu kemudian diparut. Bagaimana rasanya diparut, perihkah? tapi itu harus dilalui si buah kelapa agar dirinya menjadi santan yang berguna bagi penggunanya, yang menyukai masakan bersantan tentunya, atau yang suka membuat jajanan dengan menggunakan santan.

Ibarat perjalanan panjang kehidupan, proses si buah kelapa belum selesai sampai di sini. Setelah diparut sampai habis, parutan kelapa itu kemudian diperas-peras untuk diambil sari santannya, diperas di atas saringan untuk memastikan santan tidak bercampur dengan parutan kelapa yang lembut sekalipun.

Sudah selesai? Belum. Santan kental dan santan encer sudah diletakkan di dua wadah yang berbeda. Pun demikian, santan tidak bisa berdiri sendiri. Untuk menjadi berarti, ia harus bersatu padu dengan aneka bumbu lainnya apabila ingin dibuat masakan gulai ayam misalnya, bersama bawang merah, bawang putih, cabe, lengkuas, daun salam, garam, gula, dan kawan-kawannya dengan ukuran sesuai selera.

-

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Mencari “Menara” di Tanah …

Imam Rahmanto | | 29 May 2015 | 20:36

Mengurai Wajah Surabaya bersama Risma …

Wildan Hakim | | 28 May 2015 | 18:01

[Blog&Photo Competition] Saatnya Non …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48

Gagal Mengejar Copet iPhone 6, Kecewa kepada …

Yofie Setiawan | | 29 May 2015 | 12:31

Kompasiana-”Dayakan Indonesia” …

Kompasiana | | 11 May 2015 | 17:09


TRENDING ARTICLES

Gagal Jadi Mualaf …

Yo | 7 jam lalu

Managerial Meeting Berlangsung Alot, Timnas …

Af Yanda | 9 jam lalu

Nasib Pelapor Beras Plastik …

Pical Gadi | 9 jam lalu

Petral Ternyata Tidak Berdosa, Bukan Sarang …

Asaaro Lahagu | 9 jam lalu

Gambar Cibiran terhadap FIFA Meramaikan …

Ardiansyah | 10 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: