Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Bhtrg

Aku adalah satu diantara mereka dan kamu. Aku hanya bagian dari yang tidak terpisahkan diantara selengkapnya

Pengajaran Yesus: Duology Dari Opposite Menjadi Relationship

REP | 10 November 2012 | 02:32 Dibaca: 230   Komentar: 0   1

13524869241762836122

Koleksi pribadi

Pada dasarnya manusia membagi banyak hal dalam dua sisi, utara vs selatan, timur dan barat, langit dan bumi, baik dan buruk, cantik dan jelek, positif dan negatif dan selanjutnya. Semua itu selalu dilihat dua sisi dan dua arah yang tampak saling bertentangan atau opposite. Tangan kanan dan tangan kiri, suci/kudus/ holy dan sin/er/pendosa/evil, surga dan neraka dan banyak lagi.

Banyak tindakan manusia yang mengikuti pengelompokkan  seperti itu menjadi dua bagian yang saling bertentangan sehingga terjadi penyimpangan  dari nilai kemanusiaan itu sendiri seperti:

TUAN DAN BUDAK padahal sama-sama manusia dan saling bantu. Tuan akan mengalami masalah jika orang-orang yang diangap sebagai budak itu tidak melakukan hal-hal yang seharusnya didalam kehidupan sang tuan, tetapi mengapa menjadi budak?

Pengusaha dan buruh  juga demikian halnya, mengapa harus dikatakan sebagai buruh bahkan kuli, padahal sesunguhnya mereka bekerja sama untuk mencapai tujuan, misalnya produksi atau hasil pembagunan gedung dll.   Banyak lagi hal lain yang mengakibatkan merendahkan arti kemanusaan manusia itu sendiri padahal mereka saling bekerja sama dan saling membutuhkan.

Hal perbudakan juga terjadi dimasa Israel kuno, bahkan ada yang mengangap mereka paling suci dan faham mengenai ALLAH (A) dan yang lain tidak (B). Si A selalu merasa lebih baik dari si B, seperti bangsa Farisi misalnya.

Untukj itulah salah satu tujuan Yesus datang keduania ini, untuk menghapus perbedaan itu khusunya MASALAH HUBUNGAN MANUSIA DENGAN TUHAN. Kalau dulu ALLAH adalah kudus dan manusa adalah PENDOSA, sehingga manusia sangat jauh dihadapan TUHAN, seperti LANGIT DAN BUMI….Ini adalah ajaran dari kitab lama Ibrani di perjanjian lama (PL). Tuhan suci dan kudus di sorga dan manusia pendosa di bumi. Sepertinya TUHAN dan MANUSIA adalah saling berlawanan, karena sejak Adam melawan larangan ALLAH untuk memakan buah itu sehingga manusia dan TUHAN tidak sejalan lagi, saling bertentangan dan sebagainya.

Dalam masanya dahulu adalah wajar akan adanya perbudakan, pengelompokkan manusia dan sebagainya yang dibagi-bagi akibat dari nilai sosialnya, nilai budayanya dan sebagainya. Hal ini sebenarnya masih terjadi hingga saat ini, namun tidak tampak secara general, seperti kasus-kasus TKI Indonesia di Timur tengah yang diperlakukan tidak manusia, dan sebagainya.

Didalam Yesus, semua itu menjadi berubah, TUHAN yang KUDUS/MULIA menjadi manusia, itu adalah sebuah hal yang tidak masuk akal, mengapa TUHAN menjadi manusia didalam Yesus? Karena TUHAN  SANGAT KASIH dan INGIN MEMBAGUN HUBUNGAN DENGAN MANUSIA didalam YESUS.

Didalam Yesus maka LANGIT dan BUMI bukan lagi berlawanan tetapi SALING BERHUBUNGAN DAN BENERJA SAMA. TUHAN dari Sorga datang Kebumi membangun hubungan itu didalam YESUS. Ini adalah sebuah kunci yang mengubah segala-gala LOGIKA OPPOSITE  selama ini MENJADI LOGIKA RELATIONSHIP. Contoh selama ini setiap ORANG YANG SALING BERMUSUHAN akan mencoba untuk saling menekan, tetapi di dalam YESUS mengatakan KASIHILAH MUSUH MU, DOAKAN ORANG YANG MEMUSUHI KAMU, ini merupakan sebuah hal yang baru dalam pemahaman hubungan sosial antara manusia yang ada didalam YESUS dan di luar Yesus.

Model DISINTEGRASI sudah diubah menjadi MODEL INTEGRASI dalam pengajaran YESUS.  Anak-anak yang selama ini diangap LEMAH malah di jadikan sebagai contoh, jika kamu tidak seperti mereka anak-anak ini maka tidak layak dalam KINGDOM OF GOD. dan sebagainya. Ajaran itu adalah ajaran yang menuju kepada KESEMPURNAAN, tidak membedakan anak-anak dan orang tua karena ternyata ada juga hal yang patut dicontoh dari anak-anak, hal suka citanya, keluguaannya dll.

Segala sesuatunya untuk mencari HUBUNGAN YANG BAIK, tua dan muda, lelaki dan perempuan, kanan dan kiri, muka dan belakang semuanya  tidak untuk dipisahkan tetapi  untuk mencari hubungan untuk mecapai kesempurnaan karena BAPA sempurna.

Kalau selama ini filsafat oposisi dari dua sisi  contoh s langit vs. bumi maka itu sdh berubah di dalam Yesus bahwa langit dan bumi saling mengasihi, ALLAH dari langit/heaven turun ke bumi untuk membangun hubungan itu.

Contoh apa yang ada saat ini dalam perbedaan Agama seharunya mencari hubungan untuk saling menguatkan dalam mencapai tujuan besama yaitu kesejahteraan dan kehidupan yang baik dan layak. Bukan untuk saling curiga dan saling bunuh dan bakar, seperti apa yang terjadi di Indonesia oleh sekelompok organisasi. Mengapa dalam hal membicarakan keyakinan kita malah saling bunuh dan bakar, karena kita masih terjebak dengan LOGIKA OPPOSITE dan bukan LOGIKA RELATIONSHIP. Untuk itu tentunya diperlukan kesadaran dan itu harus dimulai dari dirimasing-masing dan kelompok masing-masing.

Semua perbedaan dari kedua sisi  harus diganti  dari opposite menjadi relationship, menjadi relasi positif dari perbedaan yang ada…itulah prinsip alkitab khusunya di perjanjian baru dan lebih KHSUS LAGI SEPERTI YANG DI AJARKAN YESUS.

Logika memisah-misahkankan, logika memilah-milah manusia, logika membedakan antara langit/heaven and bumi/earth dan sebagainya itu telah berakhir sejak PENGAJARAN DAN CONTOH YANG DIBERIKAN YESUS dibumi yang telah mengintegrasikan (membuat jadi terhubung ke atas) manusia di bumi dan di sorga Semua cara-cara, perlakuan  yang ingin mengeklusivekan diri adalah tidak sejalan rancangan TUHAN didalam Yesus yang ingin menyelamatkan seluruh manusia dan siapa saja……….

Terinspirasi dari bible study oleh Rev. Augustine Musopole PhD, TICC  Taiwan.

tetapi isi tulisan adalah tanggung jawab pribadi penulis.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

[PENTING] Panduan ke Kompasianival 2014, …

Kompasiana | | 18 November 2014 | 15:19

Sensasi Menyelam di Tulamben, Bali …

Lisdiana Sari | | 21 November 2014 | 18:00

Kami Hadir di Kompasianival …

Hibah Buku | | 21 November 2014 | 17:54

Jadi Perempuan (Tak Boleh) Rapuh! …

Gaganawati | | 21 November 2014 | 15:41

Kompasiana Akan Luncurkan “Kompasiana …

Kompasiana | | 20 November 2014 | 16:21


TRENDING ARTICLES

Tak Berduit, Pemain Bola Indonesia Didepak …

Arief Firhanusa | 6 jam lalu

Rakyat Berkelahi, Presiden Keluar Negeri …

Rizal Amri | 9 jam lalu

Menteri Hati-hati Kalau Bicara …

Ifani | 9 jam lalu

Pernyataan Ibas Menolong Jokowi dari Kecaman …

Daniel Setiawan | 10 jam lalu

Semoga Ini Tidak Pernah Terjadi di …

Jimmy Haryanto | 11 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: