Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Justkrisma

Seorang pengemban kehidupan dalam dunia ini. Dan menjadikan menulis sebuah insparasi kehidupan bagi anak cucu selengkapnya

Sebuah Kata Bijak dalam Lingkungan Keluarga

OPINI | 31 October 2012 | 19:42 Dibaca: 1298   Komentar: 0   0

Kata bijak bila diambil dari kamusbesar.com berarti selalu menggunakan akal budinya serta pandai berkata-kata. Jika hal tersebut dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari jika ada orang yang selalu berkata dengan akal budinya berarti dia bijak. Dalam berkembangannya bijak sangat berarti dalam menyikapi sesuatu hal baik atau buruknya harus disikapi secara bijak.

Tidak mudah memang untuk menjadi seorang yang bijak; baik bijak dalam bertutur kata ataupun menyikapi hal yang terjadi di sekitar kita. Apalagi kita bijak dengan lingkungan keluarga, itu hal yang sulit. Karena keluarga adalah sebuah ‘rumah’ di dalamnya harus teduh, nyaman dan bernuansa positif. Dan kebijakan dalam sebuah keluarga sangat diperlukan sebagai penopang keluarga agar tetap terasa teduh.

1351687131513094499

ilustrasi/sakeena.net

Belajar menjadi bijak di dalam keluarga juga tidak mudah, bukan dilihat dari segi umur ataupun kepribadian, menjadi bijak melampau serentetan pengalaman kehidupan dari kesuksesan hingga kegagalan baik dari segi karir, keuangan, pendidikan, dll. Karena dengan senang susahnya kita dalam mengarungi kehidupan ini, kemampuan kita menganalisa/menyikapi suatu permasalahan di dalam keluarga akan menjadikan kita lebih baik dalam bersikap dan bertutur kata sehingga menjadikan kita lebih bijak.

Sudahkah kita menjadi bijak bagi keluarga kita ? Saya sendiri saja belum bisa melakukan ini secara baik menurut pandangan saya, namun mungkin menurut pandangan orang lain sudah. Karena memang sulit sekali menjadi bijak di dalam sebuah keluarga, namun hal ini tidak menghalangi saya untuk lebih bijak lagi di kemudian hari dengan pengalaman-pengalaman kehidupan di masa yang akan datang yang sudah direncanakan secara baik olehNya.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Usul Mengatasi Kemacetan dengan “Kiss …

Isk_harun | | 21 September 2014 | 17:45

Kompasianers Jadi Cantik, Siapa Takut? …

Maria Margaretha | | 21 September 2014 | 16:51

Kaizen dan Abad Indonesia …

Indra Sastrawat | | 21 September 2014 | 15:38

Kucing Oh Kucing …

Malatris | | 21 September 2014 | 16:00

Blog Competition Smartfren: Andromax yang …

Kompasiana | | 18 August 2014 | 20:22


TRENDING ARTICLES

2 Tahun di Kompasiana Membukukan Sejumlah …

Thamrin Sonata | 6 jam lalu

Logika aneh PKS soal FPI dan Ahok …

Maijen Nurisitara | 11 jam lalu

Usai Sikat Malaysia, Kali ini Giliran Timor …

Achmad Suwefi | 15 jam lalu

Warga Menolak Mantan Napi Korupsi Menjadi …

Opa Jappy | 15 jam lalu

Warisan Dapat Jadi Berkah untuk …

Tjiptadinata Effend... | 15 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: