Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Anton.lingga.al_aziz

"Hidup ibarat menaiki sepeda, agar tidak terjatuh dari sepeda dan menjaga keseimbangan, kita harus terus selengkapnya

Sholat Mempengaruhi Prilaku Seseorang

OPINI | 08 October 2012 | 22:19 Dibaca: 1557   Komentar: 0   1

Kesempurnaan sebuah ibadah sholat  memelihara mukmin dari segala perbuatan mungkar

Beberapa Ulama  MENGATAKAN, setitik makanan yang haram memberikan kesan terhadap kejernihan hati seseorang. Ibarat setitik tinta yang jatuh di atas kertas putih, semakin banyak makanan haram yang masuk kedalam tubuh, ibarat kertas putih yang banyak ternoda  oleh tinta. Sedikit demi sedikit akan menghitamkan semuanya. Hati yang gelap menutupi hati nurani, menyebabkan tidak terpekanya terhadap nilai kehidupan yang mulia. Seperti kaca yang kotor oleh debu,  sangat sukar terpandang cahaya yang menembusinya.

Banyak perilaku maksiat yang berlaku dalam kalangan generasi muda disebabkan nilai dirinya dan kemanusiaan sudah terkikis dalam jiwa mereka dengan tidak lagi mengindahkan makanan yang halal lagi baik.

Memakan makanan haram, MEMBENTUK perilaku seseorang akan  mudah berubah dengan sikapnya atau perangainya yang buruk. Tindakannya akan menjurus kepada hawa nafsu dan mengikuti telunjuk dan bisik-bisik syaitan.

Oleh demikian, banyak perilaku maksiat  yang berlaku dalam kalangan generasi muda disebabkan nilai diri dan kemanusiaan sudah terkikis dalam jiwa mereka.


Peringatan mengenai aspek makanan ini telah difirmankan oleh Allah SWT melalui firmannya dalam surah al-Baqarah (2:168-169) yang bermaksud:

“Wahai sekalian manusia! Makanlah daripada apa yang ada di bumi, yang halal lagi baik, dan janganlah kamu ikut jejak langkah syaitan, karena sesungguhnya syaitan itu ialah musuh kamu yang terang nyata bagi kamu. Ia akan menyuruh kamu melakukan kejahatan dan perkara yang keji, dan (menyuruh) kamu supaya berkata (dusta) terhadap Allah, apa yang kamu tidak ketahui (salah benarnya).”

Faktor  yang tidak menunaikan sholat(Apakah faktor yang menyebabkan individu tidak menunaikan sholat dalam kehidupan mereka? Persoalan ini mungkin tidak dapat diselesaikan dengan fakta atau mengajar cara melaksanakan sholat menunaikan sholat semata-mata, tetapi ia membabitkan banyak faktor lain. termasuk motivasi pelaksanaan solat dan ibadat.

tiga penyebab seseorang enggan dalam melaksanakan ibadah sholat yaitu:

  • Malas: mengerjakan ibadat kepada Allah, sedangkan setiap insan sanggup dan berupaya melakukan ibadah.
  • Lemah fikiran; atau tidak memiliki tekad yang kuat karena terpengaruh dengan kehidupan dunia.
  • Bosan ; atau cepat berasa bosan melakukan ibadah sedangkan tujuan belum tercapai.

    mencegah perbuatan keji, mungkar

    Sesungguhnya amalan atau perbuatan meninggalkan sholat ini menjadi masalah yang serius atau cukup berat, karena baik buruknya perlakuan seseorang itu sangat dipengaruhi oleh sholatnya. Jika ibadah sholatnya baik, dilakukan dengan penuh kesempurnaan yang merangkumi aspek rukun, syarat dan penuh khusyuk ia akan dapat mencegah seseorang daripada perbuatan keji dan mungkar.

    Aspek ini menjadi jawaban kepada berbagai masalah yang timbul dalam organisasi atau pun yang melakukan tindakan yang bertentangan dengan syarak. Dalam kajian dibuat oleh Anisah (2001) faktor seseorang itu meninggalkan sembahyang disebabkan beberapa perkara:

  1. dangkal pengetahuan. Golongan ini berpendapat sholat hanya untuk mereka yang tidak mempunyai kecerdasan dan ilmu pengetahuan. Bagi mereka yang telah memiliki pengetahuan tinggi (falsafah Barat), mereka menyatakan tidak perlu kerana sholat hanya untuk orang tertentu saja.
  2. Tidak mempunyai pengertian atau penghayatan terhadap sholat. Golongan ini tidak akan berasa bersalah atau berdosa meninggalkan sholat, karena mereka sama sekali tidak mempunyai pengertian dan kefahaman mengenai sholat. Biasanya mereka ini dilahirkan dalam keluarga atau masyarakat yang tidak pernah sholat.
  3. Sifat malas dan cuek. Biasanya golongan yang meninggalkan sholat karena malas, pada asasnya mengakui mengenai kewajiban sholat, tetapi akibat pengaruh kesibukan, sifat cuek, pengaruh rekan kerja dan sifat malas yang menguasai diri. Oleh itu, mereka tidak mengendahkan tuntutan sholat ini.
  4. Usia remaja. Golongan remaja biasanya meninggalkan sholat karena beranggapan bahwa ibadat sholat hanya sesuai untuk orang tua atau lanjut usia dan bagi orang yang tidak lagi berminat dengan kehidupan dunia.
  5. Pengaruh keresahan,gelisah,galaunya jiwa. Terdapat juga golongan yang meninggalkan sholat karena pengaruh  jiwa yang resah akibat kesedihan atau kesusahan, sedangkan yang sebaiknya ialah dalam saat inilah kita dituntut untuk sembahyang dan memohon doa serta pertolongan daripada Allah.

    Sesungguhnya pengabaian ibadah sholat ini ternyata sesuatu yang perlu diambil perhatian dan tindakan sewajarnya bagi kita  yang benar-benar mengaku sebagai umat Islam, dan benarlah apa yang telah difirmankan Allah dalam

Surah Al-Baqarah ayat 216, yang bermaksud: “ Sesungguhnya sholat itu amat berat kecuali orang khusyuk dan sabar”.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Hati-Hati Meletakkan Foto Rahasia di …

Pical Gadi | | 02 September 2014 | 15:36

Yohanes Surya Intan yang Terabaikan …

Alobatnic | | 02 September 2014 | 10:24

Plus Minus kalau Birokrat yang Jadi …

Shendy Adam | | 02 September 2014 | 10:03

Mereka Sedang Latihan Perang …

Arimbi Bimoseno | | 02 September 2014 | 10:15

Inilah Pemenang Lomba Kompetisi Blog ACC! …

Kompasiana | | 01 September 2014 | 12:25


TRENDING ARTICLES

Mungkinkah Jokowi Bisa Seperti PM India …

Jimmy Haryanto | 5 jam lalu

Bebek Betutu Ubud Pak Mangku …

Febi Liana | 7 jam lalu

Presiden SBY dan Koalisi Merah Putih …

Uci Junaedi | 9 jam lalu

Ahok, Mr. Governor si “Pembelah …

Daniel H.t. | 10 jam lalu

Gunung Padang, Indonesia Kuno yang …

Aqila Muhammad | 11 jam lalu


HIGHLIGHT

Mengenal dan Mengenang IH Doko, Pahlawan …

Blasius Mengkaka | 8 jam lalu

Kenormalan yang Abnormal …

Sofiatri Tito Hiday... | 8 jam lalu

Aku Akan Pulang …

Dias | 8 jam lalu

Terpenuhikah Hak Kami, Hak Anak Indonesia? …

Syifa Aslamiyah | 8 jam lalu

UUD 1945 Tak Sama dengan Jakarta …

Adinda Agustaulima ... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: