Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kanka Adji

hidup ini menakjubkan!

Keluar dari Masalah, Mencari Kebahagiaan

OPINI | 20 September 2012 | 16:28 Dibaca: 842   Komentar: 2   4


Kenapa manusia selalu ingin keluar dari masalah? Sedangkan dia sadar masalah itu tidak akan pernah ada habisnya, karena saya yakin semua sepakat bahwa masalah adalah salah satu tanda dimana kita bisa dikatakan hidup. Bahkan ketika kita sekalipun mencoba bersahabat dengan masalah disitu akan timbul masalah baru lagi.

Saat kita sekarang merasa sangat beruntungpun atau berada pada posisi di atas, pasti ada kalanya muncul suatu masalah yang menjadikan turun ke bawah dan manusia sadar akan perputaran itu. Saat kita sekarang berada di bawah, sadar juga suatu hari akan kembali menanjak ke atas dan kembali menunggu momentum untuk turun ke bawah.

Setiap manusia mempunyai insting untuk mencari kenyamanan, sedangkan kata-kata bijak menghimbau agar kita kluar dari zona nyaman, namun sebenarnya sama saja keluar dari zona nyaman atau tidak karena saat seseorang memilih untuk keluar dari zona nyaman sekarang sesungguhnya dia sedang mencari kenyamanan dikemudian hari.

Banyak saran atau petuah untuk selalu berpikir positif, namun di sisi lain sebenarnya saat berpikir positif manusia sadar itu sama saja menafikan masalah yang ada pada dirinya dan bukan jaminan dengan hal tersebut manusia bisa keluar dari masalah.

Kenapa manusia selalu mencari kebahagiaan? Sedangkan dia sadar kebahagiaan itu tidak akan ada habisnya untuk dicari dan selalu meningkat atau tambah indikator-indikator kebahagiaan dari setiap pribadi manusia. Permasalahan yang cukup manusiawi adalah merasa diri sendiri tidak sebahagia orang lain, walaupun sebenarnya dia cukup sadar pasti ada orang yang berpandangan bahwa dirinya lebih bahagia dari orang tersebut.

Banyak orang berkata materi tidak pasti membuat orang yang memilikinya bahagia, begitupun kebahagiaan tidak lantas membuat kita terhindar dari masalah. Tidak ada kebahagiaan utuh dalam diri manusia, dan hal tersebut artinya tidak bisa juga dibilang bahagia. Bahagia bukanlah suatu benda namun terkadang manusia senang untuk membendakan kebahagiaan.

Pencarian kebahagian disadari atau tidak disadari dalam lingkungan bersosial dapat saja akan saling bertabrakan dengan pencarian kebahagiaan orang lain. Ambil contoh ringan saat suatu pasangan salah satunya berusaha untuk mengakhiri hubungan dengan alasan kurang bahagia dalam hubungan tersebut dan mencoba kebahagiaan dengan lainnya, hal itu bisa bertentangan dengan pencarian kebahagiaan pasangan satunya lagi yang berpikir bahwasanya dengan pasangan yang sekarang dia akan hidup bahagia walaupun sebenarnya tidak ada suatu kepastian ketika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan itu menjadikan mereka bahagia.

Suatu masalah adalah kepastian, kebahagiaan adalah ketidakpastian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Wukuf di Arafah Puncak Ibadah Haji …

Aljohan | | 02 October 2014 | 15:27

Asyiknya Asia Tri ke-9 Jogjakarta …

Esang Suspranggono | | 02 October 2014 | 15:45

2 Oktober, Mari Populerkan Hari …

Khairunisa Maslichu... | | 02 October 2014 | 15:38

Teror Annabelle, Tak Sehoror The Conjuring …

Sahroha Lumbanraja | | 02 October 2014 | 16:18

[DAFTAR ONLINE] Nangkring bersama Bank …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:52


TRENDING ARTICLES

Ternyata, Anang Tidak Tahu Tugas dan Haknya …

Daniel H.t. | 4 jam lalu

“Saya Iptu Chandra Kurniawan, Anak Ibu …

Mba Adhe Retno Hudo... | 8 jam lalu

KMP: Lahirnya “Diktator …

Jimmy Haryanto | 9 jam lalu

Dahsyatnya Ceu Popong! …

Aqila Muhammad | 10 jam lalu

Liverpool Dipecundangi Basel …

Mike Reyssent | 14 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: