Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Kanka Adji

hidup ini menakjubkan!

Keluar dari Masalah, Mencari Kebahagiaan

OPINI | 20 September 2012 | 16:28 Dibaca: 837   Komentar: 2   4


Kenapa manusia selalu ingin keluar dari masalah? Sedangkan dia sadar masalah itu tidak akan pernah ada habisnya, karena saya yakin semua sepakat bahwa masalah adalah salah satu tanda dimana kita bisa dikatakan hidup. Bahkan ketika kita sekalipun mencoba bersahabat dengan masalah disitu akan timbul masalah baru lagi.

Saat kita sekarang merasa sangat beruntungpun atau berada pada posisi di atas, pasti ada kalanya muncul suatu masalah yang menjadikan turun ke bawah dan manusia sadar akan perputaran itu. Saat kita sekarang berada di bawah, sadar juga suatu hari akan kembali menanjak ke atas dan kembali menunggu momentum untuk turun ke bawah.

Setiap manusia mempunyai insting untuk mencari kenyamanan, sedangkan kata-kata bijak menghimbau agar kita kluar dari zona nyaman, namun sebenarnya sama saja keluar dari zona nyaman atau tidak karena saat seseorang memilih untuk keluar dari zona nyaman sekarang sesungguhnya dia sedang mencari kenyamanan dikemudian hari.

Banyak saran atau petuah untuk selalu berpikir positif, namun di sisi lain sebenarnya saat berpikir positif manusia sadar itu sama saja menafikan masalah yang ada pada dirinya dan bukan jaminan dengan hal tersebut manusia bisa keluar dari masalah.

Kenapa manusia selalu mencari kebahagiaan? Sedangkan dia sadar kebahagiaan itu tidak akan ada habisnya untuk dicari dan selalu meningkat atau tambah indikator-indikator kebahagiaan dari setiap pribadi manusia. Permasalahan yang cukup manusiawi adalah merasa diri sendiri tidak sebahagia orang lain, walaupun sebenarnya dia cukup sadar pasti ada orang yang berpandangan bahwa dirinya lebih bahagia dari orang tersebut.

Banyak orang berkata materi tidak pasti membuat orang yang memilikinya bahagia, begitupun kebahagiaan tidak lantas membuat kita terhindar dari masalah. Tidak ada kebahagiaan utuh dalam diri manusia, dan hal tersebut artinya tidak bisa juga dibilang bahagia. Bahagia bukanlah suatu benda namun terkadang manusia senang untuk membendakan kebahagiaan.

Pencarian kebahagian disadari atau tidak disadari dalam lingkungan bersosial dapat saja akan saling bertabrakan dengan pencarian kebahagiaan orang lain. Ambil contoh ringan saat suatu pasangan salah satunya berusaha untuk mengakhiri hubungan dengan alasan kurang bahagia dalam hubungan tersebut dan mencoba kebahagiaan dengan lainnya, hal itu bisa bertentangan dengan pencarian kebahagiaan pasangan satunya lagi yang berpikir bahwasanya dengan pasangan yang sekarang dia akan hidup bahagia walaupun sebenarnya tidak ada suatu kepastian ketika mereka mendapatkan apa yang mereka inginkan itu menjadikan mereka bahagia.

Suatu masalah adalah kepastian, kebahagiaan adalah ketidakpastian.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Sambut Sunrise Dari Puncak Gunung Mahawu …

Tri Lokon | | 28 July 2014 | 13:14

Pengalaman Adventure Taklukkan Ketakutan …

Tjiptadinata Effend... | | 28 July 2014 | 19:20

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 4 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 5 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 6 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 9 jam lalu

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 14 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: