Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Josubhi

Apalagi yang kita punya di dunia ini, selain Tuhan, cinta, dan keberanian...

Menghargai Sebuah Keputusan

OPINI | 17 September 2012 | 16:27 Dibaca: 76   Komentar: 0   0

Setiap individu adalah pemimpin. Setiap pemimpin adalah pengambil keputusan. Dan sebuah keputusan harus diambil.

Mengapa sebuah keputusan harus diambil? Di tengah situasi hidup yang terasa semakin menghimpit, menyikut dan menindas, berbagai pilihan dalam hidup menyerbu. Setiap orang mendapatkan pilihan-pilihan dalam hidup dimana setiap pilihan mengantarkan pada pilihan berikutnya. Hidup adalah rangkaian pilihan-pilihan dimana setiap orang adalah pemimpin (dirinya sendiri) untuk mengambil keputusan.

Kemudian skala kepemimpinan atau sebut juga pengambil keputusan meluas. Dalam lingkup keluarga, kepala keluarga menjadi pengambil keputusan. Meluas lagi ada pemimpin di sebuah RT, RW, Kelurahan dan seterusnya. Demikian juga pada lingkup organisasi lainnya.
Sebuah keputusan harus diambil dan keputusan tersebut bisa saja terlihat sebagai hal yang salah. Sebagian orang (yang tidak setuju) dapat mencemooh. Bahkan berteriak dengan lantang itu adalah sebuah kesalahan.
Dalam hal negara, seorang presiden menjadi pengambil keputusan yang menentukan masa depan sebuah Negara. Sama seperti masing-masing pribadi kita dalam mengambil keputusan pun seorang presiden dapat dipengaruhi beberapa hal. Namun bila ditarik kembali maksud dari sebuah keputusan adalah demi kebaikan. Mungkin bukan kebaikan yang secepat kilat terlihat hasilnya. Mungkin akan mengambil waktu yang tidak sedikit. Mungkin 2 tahun lagi akan terlihat. Mungkin 5 tahun lagi akan terlihat hasilnya. Bahkan mungkin memakan waktu lebih lama, bahkan saat si pengambil keputusan telah meninggal dunia, namun sejarah akan mencatatnya.
Apa pun keputusan seorang pemimpin mari kita hargai dan berpikirlah akan hal positif di depan sana. Karena suatu saat masing-masing pribadi kita harus mengambil keputusan untuk masa depan kita sendiri yang mungkin terlihat salah pada awalnya.
Samboja, 18 Januari 2012
 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Keputusan KPU Tetapkan Jokowi-JK sebagai …

Yusril Ihza Mahendr... | | 23 July 2014 | 14:21

Kado Hari Anak; Berburu Mainan Tradisional …

Arif L Hakim | | 23 July 2014 | 08:50

Stop! Jadi Orangtua Egois (Mari Selamatkan …

Siska Destiana | | 23 July 2014 | 12:36

Penting Gak Penting Ikut Asuransi Kebakaran …

Find Leilla | | 23 July 2014 | 11:53

Ikuti Lomba Resensi Buku Tanoto Foundation! …

Kompasiana | | 11 July 2014 | 16:12


TRENDING ARTICLES

Kata Ahok, Dapat Jabatan Itu Bukan …

Ilyani Sudardjat | 2 jam lalu

Siapkah Kita di “Revolusi …

Gulardi Nurbintoro | 3 jam lalu

Film: Dawn of The Planet of The Apes …

Umm Mariam | 7 jam lalu

Seberapa Penting Anu Ahmad Dhani buat Anda? …

Robert O. Aruan | 7 jam lalu

Sampai 90 Hari Kedepan Belum Ada Presiden RI …

Thamrin Dahlan | 10 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: