Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Fachri Reza

Observer, check my blog: http://fachrirezakusuma.wordpress.com/

Benarkah Jodoh Ada di Tangan Tuhan?

OPINI | 08 September 2012 | 01:09 Dibaca: 5186   Komentar: 56   20

“Jodoh ada di tangan Tuhan.”

Benar seperti itu? Ya memang benar. Tapi sayangnya ada saja orang yang salah dalam memahami kalimat tersebut. Pikirnya jodoh itu akan datang sendiri tanpa dicari. Anggapnya jodoh itu sudah ditentukan tanpa harus berikhtiar. Begitu? Bukan mas mas mbak mbak. Jodoh itu bukan seperti dongeng Cinderella yang pasti bertemu dengan Pangeran. Mencari jodoh itu sama seperti kita mencari rezeki. Jodoh adalah pilihan kita sendiri. Ingat: PILIHAN.

Lho kok pilihan kita? Bukankah jodoh, rezeki, kematian, itu semua sudah ditakdirkan oleh Allah, bahkan semua itu telah ditentukan sebelum kita lahir?

Ya betul, jodoh seseorang memang sudah ditentukan sebelum dia lahir. Seperti di tulisan-tulisan sebelumnya mengenai takdir dan dunia paralel, jodoh pun merupakan hasil dari pilihan kita dengan persetujuan dari Tuhan yang sebelumya sudah ditentukan sejak lahir. Supaya mudah menjelaskannya, saya telah membuat skema jodoh seperti ini.

Ya, ini misalnya saja ya, Tuhan telah menentukan jodoh sang Pemuda seperti skema atas. Jika sang Pemuda memilih untuk menjadi da’i, pada akhirnya ia bisa berjodoh dengan wanita sholehah atau wanita karir (sesuai persetujuan Tuhan). Namun jika sang Pemuda memutuskan untuk menjadi seniman musik, Tuhan telah menentukan bahwa ia akan berjodoh dengan artis sinetron saja, tidak dengan yang lain.

Sedangkan untuk sang Gadis, misalnya saja, Tuhan telah menentukan skema jodohnya seperti di atas. Jika ia memilih untuk menanti pujaan hatinya waktu sekolah dulu dan tidak membuka hati untuk pria lain, maka Tuhan menakdirkan sang Gadis untuk tidak menikah seumur hidupnya. Kasihan kan? Ya tapi ini cuma misalnya.

*****

Dalam agama Islam, Allah telah menegaskan hal ini dalam Al-Qur’an Surat An-Nuur ayat 26 yang artinya:

Wanita-wanita yang keji adalah untuk laki-laki yang keji, dan laki-laki yang keji adalah buat wanita-wanita yang keji (pula), dan wanita-wanita yang baik adalah untuk laki-laki yang baik dan laki-laki yang baik adalah untuk wanita-wanita yang baik (pula). Mereka (yang dituduh) itu bersih dari apa yang dituduhkan oleh mereka (yang menuduh itu). Bagi mereka ampunan dan rezki yang mulia (surga).” (Q.S. 24:26)

Maka dari itu, jodoh tidak datang sendirinya. Jodoh itu didapatkan ketika sudah berusaha, berdoa, dan memilih. Jika kita menginginkan pasangan yang baik dalam kehidupan kita, sudah sepatutnya kita berusaha untuk menjadi baik pula.

“…tapi ada tuh ustadz yang sholeh namun dapat istri yang gak baik. Gimana hayoo?”

Ya berarti skema jodoh sang ustadz memang sudah ditentukan seperti itu. Dan semua itu pun bergantung kepada pilihan sang ustadz. Kan sudah dikatakan di awal tulisan ini, JODOH ADALAH PILIHAN.

“…eh, ada juga lho orang yang gak memilih jodohnya sendiri, tapi dipilihkan, dijodohkan.”

Saudaraku, hidup ini bukan hanya dipengaruhi oleh pilihan kita sendiri, tapi juga pilihan-pilihan yang dibuat orang lain. Lagipula “dijodohkan” itu juga termasuk sebuah pilihan kan?

Cukup sekian saja lah, nanti jadi ngelantur ke mana-mana. :D

Yang benar datang dari Allah, yang salah datang dari penulis pribadi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Perpu Pilkada Adalah Langkah Keliru, Ini …

Rolas Jakson | | 01 October 2014 | 10:25

3 Kesamaan Demonstrasi Hongkong dan UU …

Hanny Setiawan | | 30 September 2014 | 23:56

Punya Ulasan Seputar Kependudukan? Ikuti …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 10:29

Kompasiana “Mengeroyok” Band Geisha …

Syaiful W. Harahap | | 01 October 2014 | 11:04

Ikuti Blog Competition “Aku dan …

Kompasiana | | 30 September 2014 | 20:15


TRENDING ARTICLES

Tanpa Ibra, PSG Permalukan Barca …

Mike Reyssent | 5 jam lalu

Benefit of Doubt: Perpu dari SBY …

Budiman Tanjung | 7 jam lalu

Masalah Pilkada: Jangan Permainkan UU! …

Jimmy Haryanto | 8 jam lalu

Beraninya Kader PAN Usul Pilpres oleh MPR, …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Guru Pukul Siswa, Gejala Bunglonisasi …

Erwin Alwazir | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Daffa (2thn) Atlit Cilik Taekwondo …

Muhammad Samin | 7 jam lalu

Fatimah Hutabarat, Derita di Penjara …

Leonardo | 8 jam lalu

Anak Muda Haruskah Dipaksa? …

Majawati Oen | 8 jam lalu

Gigi berlubang Pada Balita …

Max Andrew Ohandi | 8 jam lalu

Sosialisasi Khas Warung Kopi …

Ade Novit | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: