Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ayick Tigabelas

Sedikit pinter, sedikit bloon, Sedikit aneh, sedikit punya wawasan, sedikit-banyak tahu, sedikit2 banyak bertanya.

Adakah kehidupan setelah mati

REP | 08 September 2012 | 09:10 Dibaca: 4218   Komentar: 10   3

Sebelumnya, Buat para pembaca yang budiman. Jika memang postingan saya ini termasuk sampah silahkan di lewati saja atau close bila memang dirasa perlu.

Saya memang tolol, bodoh bin bego dan disini saya ingin menambah wawasan. mungkin tulisan saya ini melempem dan ‘ngga bergizi’. Nah, disini saya ingin mengerti benar-tidaknya ada kehidupan setelah kematian Tapi Sungguh, saya ndak tahu apa2 tentang kematian. konon, kelak jika saya mati/meninggal/bongko/matek/die. Akan ada kehidupan setelah kematian. Benarkah itu?

Secara ngga langsung, jika merujuk pada kitab suci dan khotbah2 para ulama Sudah banyak perihal mengenai kehidupan setelah kematian ini dibahas disana.

Secara kita di doktrin untuk mempercayainya bahwa yang jika begini maka begitu, kalau begitu maka begini. Secara umum, kita sudah mengerti begini begitu tadi. Sekian mubaligh, para ustadz-ustadzah, para wiku, dan para romo2 telah mengabarkan, sekian kitab telah mengupasnya. Bahkan, komik dan filmnya pun tersedia.
Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya pengetahuan2 saya yang selalu dituntut untuk maju. bagaimana saya bisa ‘percaya dengan sebenar2nya’ jika belum pernah ke sana (kehidupan setelah mati)? Belum pernah ‘merasakannya’? Lagi pula, mereka yang sudah mati tidak ada yang kembali lagi ke alam dunia ini untuk menceritakannya?

Bayangkan, kita diminta untuk mempercayai adanya kehidupan setelah kematian sementara belum pernah ‘jalan2’ ke sana. Sekilas video atau secuil foto pun tidak ada. Adanya sebatas ‘kisah’.
Simpul besarnya adalah bagaimana kita bisa sedemikian yakin bahwa setelah itu tidaklah ada apa2 lagi? Sekarang pun kita dapat merasakan bahwa disamping jasad, ada hal lainnya dari keutuhan kita sebagai manusia,bukan? Manusia itu kan lengkap, jasadi ~ ruhani, lahir ~ batin, syariat ~ hakikat. Nah, kemanakah hal lain ini setelah jasad kita mati? Apakah dengan itu selesai juga kisahnya?
Kalau hanya segitu, lantas untuk apakah kita berlari2an di bumi selama ini? Menikah, bekerja, beribadah, sakit, sehat, lapar, haus, kenyang, bertengkar, membenci, mencinta, memaafkan, dan lain2nya. Apakah semua itu berjalan tanpa arti apa2? Sekedar iseng2 saja? Apa betul begitu? Apa mungkin ada maknanya..? Apakah.. Apakah.. Apakah.. Begitulah pikiran saya bergelayut terus menerus secara kontinyu.
Nah, disini saya menginginkan sebentuk pencerahan, saya masih ingat kutipan yang disampaikan oleh Bang Erianto Anas bahwa : “pencerahan itu bukan barang murah. Dibutuhkan proses trial and error, jatuh-bangun pemikiran dan perenungan yang panjang. Dan akan lebih kencang jalannya jika ada sparing partner dalam menggapainya. Tapi maaf, sejauh ini; itu yang nyaris belum saya temukan. Meskipun dengan beberapa nama sempat saya nikmati. Tapi jumlah mereka sangat sangat sedikit.”
Akhirul kata Buat para pembaca yang budiman, Mohon tuangkanlah komentar2 yang cerdas dan ‘bergizi’. Itulah yang saya rindukan. Itulah yang saya cari selama ini. Itulah salah satu sorga kegemaran saya
Well, lantas bagaimana kehidupan setelah kematian yang saya tuliskan diatas menurut pandangan para pembaca yang budiman? Mohon penjelasannya.

Terima Kasih.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

‘Gabus Pucung’ Tembus Warisan Kuliner …

Gapey Sandy | | 24 October 2014 | 07:42

Terpaksa Olahraga di KLIA 2 …

Yayat | | 25 October 2014 | 02:17

Ikuti Kompasiana-Bank Indonesia Blog …

Kompasiana | | 02 October 2014 | 10:39

Pengabdi …

Rahab Ganendra | | 24 October 2014 | 22:49

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 4 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 4 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 5 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 8 jam lalu

Romantisme Senja di Inya Lake, Yangon …

Rahmat Hadi | 9 jam lalu


HIGHLIGHT

Tips COD (Cash on Delivery) an untuk Penjual …

Zanno | 10 jam lalu

DICKY, Si Chef Keren dan Belagu IV: Kenapa …

Daniel Hok Lay | 10 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 11 jam lalu

Dosen Muda, Mana Semangatmu? …

Budi Arifvianto | 11 jam lalu

Aku Berteduh di Damai Kasih-Mu …

Puri Areta | 11 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: