Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Yuhesti Mora

Menulis itu, sebuah ekspresi.

Seberapa Perlukah Sebuah Alasan?

OPINI | 07 August 2012 | 06:44 Dibaca: 95   Komentar: 0   0

Aku tidak begitu mengerti alasan mengapa seseorang mampu berbuat jahat kepada sesamanya. Tetapi untuk kebaikan, MASIH PERLUKAH ALASAN?

Seseorang boleh saja ingin hidup sendiri. Toh, kita memang lahir dan meninggal sendiri. Tetapi kita tetap tidak bisa memungkiri bahwa semasa hidup, kita tidak sendiri. Mengapa? Karena sadar atau tidak, kita tidak bisa hidup sendirian. Kita menjalani hidup dengan saling berbagi. Ada kalanya kita diberi dan memberi. Itu sudah seperti sebuah siklus alamiah dalam rantai kehidupan.

Jika kita memberi HARUS DENGAN ALASAN TERTENTU, Hati-hati! MUNGKIN KITA JUGA AKAN DIBERI KETIKA ADA ALASAN YANG SAMA.

Jadi, Mengapa repot memikirkan alasan untuk sesuatu yang positif bagi diri kita sendiri???????

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Flu Kok Bisa Jadi Menigitis …

Lidia Putri | | 28 March 2015 | 00:30

Earth Hour: “Giliran Mati Lampu” …

Remy Riverino | | 27 March 2015 | 23:18

Hinaan Roger Milla dan Sakit Hati karena …

Ardi Winata Tobing | | 27 March 2015 | 20:54

Musikalisasi Puisi: Proses Kreatif Apresiasi …

Adhyra Irianto | | 28 March 2015 | 03:04

[Nangkring] Jelajah Non Tunai bersama Bank …

Kompasiana | | 17 March 2015 | 16:48


TRENDING ARTICLES

Apakah Kematian Olga Syahputra Membuat …

Ardi Winata Tobing | 6 jam lalu

Rapor Merah Jokowi-JK …

Ceha Izzuddin Rabba... | 9 jam lalu

R.I.P Olga Syahputra …

Nineball Pool | 10 jam lalu

Bertemu Teman Lama… Jangan Senang …

Bain Saptaman | 11 jam lalu

Berterimakasihlah Kepada Jokowi-Ahok …

Blind Side | 12 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: