Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ahmad Taufiq

Berminat di bidang pendidikan, sejarah, ekonomi politik, sastra dan revolusi. Frustasi jadi mahasiswa. Belajar jadi selengkapnya

Pesan Sunan Kalijogo

OPINI | 04 August 2012 | 06:43 Dibaca: 473   Komentar: 0   0

“Anglaras ilineng banyu, angeli ananging ora keli.”

Itulah yang tampak saat aku duduk di teras depan masjid UIN Suka, Jogja. Ucapan Sunan Kalijogo itu artinya kurang lebih mengajak kita untuk menyelaraskan diri dengan arus zaman, tapi jangan sampai terhanyut dalam arus itu.

Memang, terkadang kita temui orang-orang yang maunya hanya ngelawan arus, tapi lebih sering kelelahan dan mati di tengah jalan, atau minimal berbalik arah sebab tak kuat menahan arus. Tipe yang kedua adalah mereka yang sejak awal selalu cari aman, cari enaknya saja. Tipikal yang seperti ini susah untuk dijadikan pelopor. Dan Sunan Kalijogo jauh-jauh hari sudah berpesan pada kita, bahwa zaman memang tidak bisa ditentang. Tapi kita harus punya prinsip, punya pijakan. Sebab dengan itu, kita tidak bakal kebingungan menentukan arah.

Orang yang tak punya tujuan yang jelas, adalah orang yang tidak sadar posisinya ada dimana, hidupnya untuk apa, apa yang harus dilakukan, mengapa sesuatu harus dilakukan dan untuk apa. Ia hanya ikut saja maunya arus. Atau ia menjadi naif. Mengharapkan perubahan atas realita sosial yang menurutnya hancur, lalu dengan serta-merta ia frontal melawan arus itu, dan akhirnya hanya dua, menyerah kelelahan, atau mati.

Alangkah indahnya pesan Sunan Kalijogo itu kalau kita bisa jalankan.

04/08/12

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Menyelamatkan 500 Generasi Muda dari Dampak …

Thamrin Dahlan | | 19 September 2014 | 20:47

Dangdut Koplo Pengusir Jenuh, Siapa Mau? …

Gunawan Setyono | | 20 September 2014 | 08:45

“Apartemen” untuk Penyandang …

Arman Fauzi | | 19 September 2014 | 14:10

Saya, Istri dan Kompasiana …

Tubagus Encep | | 20 September 2014 | 08:00

Beli Bahan Bakar Berhadiah Jalan-jalan ke …

Advertorial | | 20 September 2014 | 07:12


TRENDING ARTICLES

Heboh!Foto Bugil Siswi SMP Di Jakarta …

Adi Supriadi | 2 jam lalu

Kisah Perkawinan Malaikat dan Syaiton …

Sri Mulyono | 3 jam lalu

Beda Kondisi Psikologis Pemilih Jokowi …

Rahmad Agus Koto | 3 jam lalu

Tidak Rasional Mengakui Jokowi-Jk Menang …

Muhibbuddin Abdulmu... | 11 jam lalu

Malaysian Airlines Berang dan Ancam Tuntut …

Tjiptadinata Effend... | 14 jam lalu


HIGHLIGHT

Puluhan Kompasianer Tanggapi Ulah Florence …

Kompasiana | 7 jam lalu

Sate Khas Semarang yang ada Di Jakarta …

Kornelius Ginting | 8 jam lalu

Browser Chrome Tidak Cocok Untuk Membuka …

Ruslan | 8 jam lalu

Andromax Pilihanku dalam Komunikasiku …

Dedy Sigid Setiawan | 8 jam lalu

Bang Ahok Jangan Bikin Malu Kami Ya …

Betterthangood Ina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: