Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Reza Wahyu

Seorang Manager di Bank BUMN. Hobi membaca dan menulis. Minat di bidang Marketing, Motivasi, dan selengkapnya

Pancasila, Trisila, Dwisila, dan Ekasila

REP | 03 August 2012 | 14:28 Dibaca: 2370   Komentar: 2   0

Sesungguhnya, Pancasila cukup tiga sila saja. Sila ‘Persatuan Indonesia’ dan sila ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh blablabla..’ itu tidak perlu. Negara kita, bahkan dunia, hanya membutuhkan tiga ideologi; Trisila.

Trisila: Berketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan. Persatuan Indonesia tidak perlu ditegaskan dan memang tidak bisa dipaksakan. Jika negara bisa memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, pastilah persatuan otomatis terjadi. Jika masyarakat berperikemanusiaan dan mengikuti perintah Tuhan untuk mencintai sesama, pastilah kesatuan otomatis tercipta.

Dan jika pemimpin mengikuti ajaran-ajaran Tuhan yang berperikemanusiaan dan adil, tak perlulah lagi kepemimpinan lewat kebijaksanaan musyawarah-mufakat. Kebijaksanaan tinggal mengikuti kebijakan Tuhan yang manusiawi dan adil. Hanya ada satu jalan lurus, mengikuti norma yang tertinggi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan.

Berketuhanan bukan berarti menjadi fanatik dan ekstrimis-teroris. Berketuhanan berarti mengerti kalau Tuhan itu ada, bahkan Tuhan pun adalah ketiadaan itu juga, karena Tuhan segalanya. Tuhan adalah satu dan tidak ada yang di luar satu, karena Tuhan juga yang tidak ada, serta yang ada mencakup semuanya.

Dan semua agama wajib dihormati selama masih berperikemanusiaan dan adil. Agama adalah alat, semua orang merdeka memilih alat untuk mengenal Tuhannya. Agama bukanlah Tuhan, bahkan yang tidak beragama pun berhak merdeka dan wajib dihormati juga. Selama kita saling menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung keadilan.

Bahkan, saking pribadinya urusan berketuhanan ini; sila-nya cukup dua saja. Berperikemanusiaan dan Berkeadilan. Adil&Manusiawi. Dwisila jika diterapkan akan lebih dahsyat dari Pancasila karena lebih fokus. Kita tidak perlu penataran P4 untuk mengaplikasikan Dwisila ini. Cukup dijadikan budaya bangsa dan dasar negara. Maka, pasti negeri kita akan makmur-sejahtera, damai-sentosa. Bahagia.

Mulailah dari diri sendiri, dengan hal-hal yang sederhana yang bisa dilakukan sekarang. Adil&Manusiawi. Berikan senyuman kepada semua, atasan dan tukang sapu, mertua dan anak, bahkan ke diri sendiri. Cintai teman&keluarga, belajar mencintai yang lain bahkan sampai orang yang dibenci. Cintai diri dan segalanya. Dan tegakkan keadilan dimana kita berada dengan semangat cinta-kasih.

Pada akhirnya, hanya ada satu sila: CINTA…

Tags: 100motivasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | | 25 October 2014 | 17:32

ATM Susu …

Gaganawati | | 25 October 2014 | 20:18

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri Wailisa, Anggota BIN? Perlukah …

Arnold Adoe | | 25 October 2014 | 16:01

Inilah Daftar Narasumber yang Siap Beraksi …

Kompasiana | | 20 October 2014 | 15:40


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 6 jam lalu

BMI Hongkong Tertipu 60 Juta Oleh “Bule …

Fey Down | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 9 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 10 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Pilih Steak Sapi New Zealand Atau Ramen …

Benny Rhamdani | 7 jam lalu

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | 8 jam lalu

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | 8 jam lalu

Resiko Terlalu Banyak Informasi Diri di …

Opa Jappy | 9 jam lalu

Ketika Sayang Dijadikan Sebuah Alasan Untuk …

Fairusyifa Dara | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: