Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Reza Wahyu

Seorang Manager di Bank BUMN. Hobi membaca dan menulis. Minat di bidang Marketing, Motivasi, dan selengkapnya

Pancasila, Trisila, Dwisila, dan Ekasila

REP | 03 August 2012 | 14:28 Dibaca: 2277   Komentar: 2   0

Sesungguhnya, Pancasila cukup tiga sila saja. Sila ‘Persatuan Indonesia’ dan sila ‘Kerakyatan yang dipimpin oleh blablabla..’ itu tidak perlu. Negara kita, bahkan dunia, hanya membutuhkan tiga ideologi; Trisila.

Trisila: Berketuhanan, Kemanusiaan, Keadilan. Persatuan Indonesia tidak perlu ditegaskan dan memang tidak bisa dipaksakan. Jika negara bisa memberikan keadilan sosial bagi seluruh rakyatnya, pastilah persatuan otomatis terjadi. Jika masyarakat berperikemanusiaan dan mengikuti perintah Tuhan untuk mencintai sesama, pastilah kesatuan otomatis tercipta.

Dan jika pemimpin mengikuti ajaran-ajaran Tuhan yang berperikemanusiaan dan adil, tak perlulah lagi kepemimpinan lewat kebijaksanaan musyawarah-mufakat. Kebijaksanaan tinggal mengikuti kebijakan Tuhan yang manusiawi dan adil. Hanya ada satu jalan lurus, mengikuti norma yang tertinggi: Ketuhanan, Kemanusiaan, dan Keadilan.

Berketuhanan bukan berarti menjadi fanatik dan ekstrimis-teroris. Berketuhanan berarti mengerti kalau Tuhan itu ada, bahkan Tuhan pun adalah ketiadaan itu juga, karena Tuhan segalanya. Tuhan adalah satu dan tidak ada yang di luar satu, karena Tuhan juga yang tidak ada, serta yang ada mencakup semuanya.

Dan semua agama wajib dihormati selama masih berperikemanusiaan dan adil. Agama adalah alat, semua orang merdeka memilih alat untuk mengenal Tuhannya. Agama bukanlah Tuhan, bahkan yang tidak beragama pun berhak merdeka dan wajib dihormati juga. Selama kita saling menghargai nilai-nilai kemanusiaan dan menjunjung keadilan.

Bahkan, saking pribadinya urusan berketuhanan ini; sila-nya cukup dua saja. Berperikemanusiaan dan Berkeadilan. Adil&Manusiawi. Dwisila jika diterapkan akan lebih dahsyat dari Pancasila karena lebih fokus. Kita tidak perlu penataran P4 untuk mengaplikasikan Dwisila ini. Cukup dijadikan budaya bangsa dan dasar negara. Maka, pasti negeri kita akan makmur-sejahtera, damai-sentosa. Bahagia.

Mulailah dari diri sendiri, dengan hal-hal yang sederhana yang bisa dilakukan sekarang. Adil&Manusiawi. Berikan senyuman kepada semua, atasan dan tukang sapu, mertua dan anak, bahkan ke diri sendiri. Cintai teman&keluarga, belajar mencintai yang lain bahkan sampai orang yang dibenci. Cintai diri dan segalanya. Dan tegakkan keadilan dimana kita berada dengan semangat cinta-kasih.

Pada akhirnya, hanya ada satu sila: CINTA…

Tags: 100motivasi

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

Jokowi Seorang “Koki” Handal …

Sjahrir Hannanu | 17 jam lalu

Indra Sjafri Masih Main-main dengan …

Mafruhin | 18 jam lalu

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 21 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 22 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 23 jam lalu


HIGHLIGHT

Nasi Jinggo: Kuliner Merakyat Asli Bali …

Herdian Armandhani | 15 jam lalu

Wanda Hamidah, Kau Mau ke Mana? …

Mbah Mupeang | 15 jam lalu

Rame-Rame Minum Air Sungai Cisadane …

Gapey Sandy | 16 jam lalu

Ditemukan: Pusat Tidur Dalam …

Andreas Prasadja | 17 jam lalu

Museum Louvre untuk First-Timers …

Putri Ariza | 17 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: