Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Reza Fikria Laksana

Seorang yang ingin berubah untuk jadi lebih baik setiap hari

Awal Mula Perseteruan Iblis dan Adam

OPINI | 23 July 2012 | 12:41 Dibaca: 565   Komentar: 8   0

Ingatlah ketika Tuhanmu berfirman kepada para Malaikat: “Sesungguhnya Aku hendak menjadikan seorang khalifah di muka bumi.” Mereka berkata: “Mengapa Engkau hendak menjadikan (khalifah) di bumi itu orang yang akan membuat kerusakan padanya dan menumpahkan darah, padahal kami senantiasa bertasbih dengan memuji Engkau dan mensucikan Engkau?” Tuhan berfirman: “Sesungguhnya Aku mengetahui apa yang tidak kamu ketahui.” (Qs Al Baqoroh: 30)

11. Sesungguhnya Kami telah menciptakan kamu (Adam), lalu Kami bentuk tubuhmu, kemudian Kami katakan kepada Para Malaikat: “Bersujudlah kamu kepada Adam”, Maka merekapun bersujud kecuali Iblis. Dia tidak Termasuk mereka yang bersujud. 12. Allah berfirman: “Apakah yang menghalangimu untuk bersujud (kepada Adam) di waktu aku menyuruhmu?” Menjawab Iblis “Saya lebih baik daripadanya: Engkau ciptakan saya dari api sedang Dia Engkau ciptakan dari tanah”. 13. Allah berfirman: “Turunlah kamu dari surga itu; karena kamu sepatutnya menyombongkan diri di dalamnya, Maka keluarlah, Sesungguhnya kamu Termasuk orang-orang yang hina”. 14. Iblis menjawab: “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”. 15. Allah berfirman: “Sesungguhnya kamu Termasuk mereka yang diberi tangguh.” 16. Iblis menjawab: “Karena Engkau telah menghukum saya tersesat, saya benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus, 17. kemudian saya akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan dari kiri mereka. dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat). 18. Allah berfirman: “Keluarlah kamu dari surga itu sebagai orang terhina lagi terusir. Sesungguhnya Barangsiapa di antara mereka mengikuti kamu, benar-benar aku akan mengisi neraka Jahannam dengan kamu semuanya.” (QS. Al-A’raaf: 11-18)

Allah SWT emnciptakan Adam dengan bertujuan ingin menjadikan Khalifah di muka bumi, kemudian para malaikat bertanya, “mengapa engakau menjadikan orangan yang akan menjadikan kerusakan”? Tetapi kata Allah, “Aku mengetahui apa yang tidak kalian ketahui”. Lalu Allah menyuruh kepada semua malaikat untuk sujud kepada Adam, lalu mereka pun sujud kecuali Iblis. Karena dengan kesombongannya, ia menganggap dirinya lebih mulia daripada Adam kareana dia diciptakan dari api dan Adam dari tanah, padahal pada saat itu Iblis adalah makhluk Allah yang paling taat.

Allah pun murka terhadap Iblis dan mengutuknya sebagai makhluk yang sombong dan mengusirnya dari syurga. Iblis pun bersedia turun dari syurga asalkan ia diberi tangguh sampai hari akhir untuk menyesatkan Adam dan anak cucunya dari jalan Allah, lalu Allah menyetujuinya dan memberi peringatan kepada Iblis hanya orang yang mukhlis lah yang tidak akan tergoda olehnya.

Misi pertamanya pun ia lakukan terhadap Adam dan Hawa dengan menggodanya memakan buah khuldi yang sudah jelas Allah melarang mereka memakannya. Tetapi Iblis berhasil menjerumuskan mereka yang kemudian Allah mengusir Adam dan Hawa dari syurga. Adam pun menyesal atas perbuatannya dan ia meminta ampunan kepada Allah dan Allah pun menerimanya, tidak seperti Iblis bukannya meminta ampunan untuk taubat tapi malah ingin balas dendam kepada anak cucu Adam. Malah Allah menyuruh Iblis untuk mengerahkan semua pasukannya untuk menyesatkan manusia agar Allah mengetahui siapa saja yang benar-benar beriman dan kafir.

Allah berfirman: “Pergilah, barangsiapa di antara mereka yang mengikuti kamu, maka sesungguhnya neraka Jahannam adalah balasanmu semua, sebagai suatu pembalasan yang cukup. Dan hasunglah siapa yang kamu sanggupi di antara mereka dengan ajakanmu, dan kerahkanlah terhadap mereka pasukan berkuda dan pasukanmu yang berjalan kaki dan berserikatlah dengan mereka pada harta dan anak-anak dan beri janjilah mereka. Dan tidak ada yang dijanjikan oleh syaitan kepada mereka melainkan tipuan belaka (Qs Al Israa: 63-64).

Permusuhan Iblis dan manusia pun terus berlangsung sampai saat ini dan bahakan akan terus sampai kimat. Dalam menjalankan misinya itu Iblis tidak lah sendiri, tapi ia membentuk system batil yang didalamnnya Setan dari golongan jin dan manusia. Seperti ayat diatas bahwa Iblis mempunyai bala tentara dalam menjalankan misinya. Oleh karena itu sampai kapanpun pengikut Allah dan pengikut Iblis akan saling bermusuhan bahkan saling memerangi

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tertangkapnya Polisi Narkoba di Malaysia, …

Febrialdi | | 01 September 2014 | 06:37

Menjelajahi Museum di Malam Hari …

Teberatu | | 01 September 2014 | 07:57

Memahami Etnografi sebagai Modal Jadi Anak …

Pebriano Bagindo | | 01 September 2014 | 06:19

Kompas TV Ramaikan Persaingan Siaran Sepak …

Choirul Huda | | 01 September 2014 | 05:50

Ikuti Blog Competition Sun Life dan Raih …

Kompasiana | | 30 August 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

BBM Bersubsidi, Menyakiti Rakyat, Jujurkah …

Yunas Windra | 5 jam lalu

Rekayasa Acara Televisi, Demi Apa? …

Agung Han | 6 jam lalu

Salon Cimey; Acara Apaan Sih? …

Ikrom Zain | 6 jam lalu

Bayern Munich Akan Disomasi Jokowi? …

Daniel Setiawan | 7 jam lalu

Kisah Ekslusive Tentang Soe Hok Gie …

Tjiptadinata Effend... | 10 jam lalu


HIGHLIGHT

Belajar Tertib Anak-anak Jepang di Taman …

Weedy Koshino | 8 jam lalu

9 Kompasianer Bicara Pramuka …

Kompasiana | 8 jam lalu

Dilarang Parkir Kecuali Petugas …

Teberatu | 8 jam lalu

Ini Kata Rieke Dyah Pitaloka …

Uci Junaedi | 8 jam lalu

‘Royal Delft Blue’ : Keramik …

Christie Damayanti | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: