Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Mohammad Jhon Abdullah

Seorang yang ingin mencari dan berbagi Kebenaran . Islam Universal = Islam Ilmiah = Islam rahmatan lil alamin

Konsep Kebenaran

OPINI | 15 July 2012 | 18:33 Dibaca: 856   Komentar: 19   2

“Konsep Kebenaran”

Ketika kita berbicara mengenai kebenaran milik siapa ?

Allah maha mengtahui dan sudah pasti Dia yang membuat kebenaran

Namun

Allah tidak pernah menyebutkan kebenaran itu hanya  bisa diketahui oleh Allah. tetapi manusia juga bisa menemukannya

Bukti bahwa kebenaran bisa ditemukan oleh manusia contohnya adalah kasus perang Khandaq “parit” dimana pada saat itu pendapat nabi dikalahkan oleh sahabat bernama “Salman Al Farisi” memberikan masukan bahwa pada perang tersebut lebih baik menggunakan strategi parit agar musuh terperangkap jebakan. Pendapat tersebut mengalahkan strategi nabi sendiri yang ingin melakukan penyerangan langsung. Pendapat nabi tanpa masukan atau petunjuk dari Allah. Dalam peperangan tersebut nabi setuju untuk menggunakan strategi dari sahabat tersebut dan kaum muslim bisa menang.

Atau masalah tentang ilmu pengetahuan tentang hukum gravitasi atau hukum kecepatan cahaya yang angkanya dan perumusannya bisa diketahui oleh manusia yang belajar dengan sungguh sungguh dan melihat dan mengamati “Sunnatullah” atau yang bisa dikatakan ketetapan ketetapan hukum alam  yang Allah buat merupakan suatu hal yang bisa dipelajari oleh siapa pun.

Setealah mengetahui bahwa kebenaran bisa dicari oleh manusia maka kita masuk ke dalam jenis fenomena yang bisa dikatakan kebenaran. Pada hakekatnya kebenaran bisa dijadikan 2 jenis yakni :

kebenaran itu sesuai dengan fakta empirisnya

misal orang dikatakan benar jika mengatakan benda matahari itu bulat karena sesuai dengan apa yang ada

Terkadang fenomoena di alam ini kompleks sehingga membutuhkan pengamatan dan penelitian yang mendalam.

Contohnya seperti “berapa kecepatan cahaya itu”, para peneliti tidak bisa menggunakan suatu alat yang sederhana untuk mencari standart kecepatan tersebut sehingga bisa ditemukan dijaman modern sekarang.

Kebenaran itu bisa menyelesaikan masalah sesuai dengan konteks

Seperti permasalahan “ kita ingin berliburan ke solo”  …..
moda angkutan yang bisa dipakai bisa bermacam macam mulai kereta , pesawat, mobil, sepeda motor atau jalan kaki hal tersebut bisa memberikan jawaban untuk pergi ke jakarta.

Hal itu merupakan kebenaran, namun jika kita tambahkan konteks efisiensi waktu maka yang paling efisien adalah pesawat. Dan akan berbeda dan semakin rumit  seiring bertambahnya konteks yang dipakai.

Maka bisa dikatakan bahwa kebenaran bisa diketahui oleh orang yang memiliki pengaetahuan atau yang telah meneliti dengan detail dan mendalam dengan metode yang pas tentunya dalam mengkaji suatu fenomena atau peristiwa di alam ini.

“Konsep Keyakianan Akan Kebenaran”

Intro :/….

Ada orang yang mengatakan kalo kita harus menghargai pendapat orang lain

Tidak boleh merasa  pendapat kita paling benar

Semua bebas memberikan komentar

Kita harus menghargai pendapat orang lain

Jika jita harus menghargai pendapat orang lain yang menyatakan semua benar maka kita juga harus menghargai pendapat orang yang berfikir pendapatnya paling benar.

Semua boleh berpendapat dan mengungkapkan pendapatnya baik yang menyatakan semua benar maupun hanya 1 kebenaran (percaya pendapatnya sendiri yang benar)

Kita harus menghargai pendapat yang bertentangn dengan pendapat kita seperti kebenaran itu banyak dan pendapat kebenaran itu satu.

Dalam logika tersebut ada yang salah dimana ketika kita menggunakan atau melakukan premis kebebasan maka kita harus membebaskan atau membiarkan para masyarakat atau orang yang memiliki pandangan hanya pendapat mereka lah yang benar.

http://s8.postimage.org/cte42j6qd/Diagram_Kebenaran.jpg

Contoh kasus

Ilmuwan Jon menemukan bahwa kecepatan cahaya itu sebesar 4 1010

Ilmuwan Sholeh  menemukan bahwa kecepatan cahaya itu sebesar 9 1010

Sedangkan Ilmuwan budi  menemukan bahwa kecepatan cahaya itu sebesar 2 1010

Kita berhak untuk menyatakan setuju semua atau memiliki pendapat hanya 1 ilmuwan yang benar.

Kita harus menghormati pendapat tersebut karena merupakan kebebasan individu

Menghargai adalah membiarkan dan tidak mengganggu pendapat orang lain

Menghargai adalah tidak memaksakan kehendak atas pendapat nya

Menghargai adalah tidak melakukan kekerasan atas pendapat orang lain

Menghargai tidak selalu membenarkan pendapat orang lain. Ketika kita harus membenarkan atau menyetujui pendapat orang lain maka kita tidak dihargai oleh orang lain atau kebebasan kita telah tergadai.

Menghargai intinya tidak memaksakan kehendak dengan kekerasan atau cara lain namun dengan diskusi yang terbuka dan santai kita bisa membicarakan jalan keluar dan menyatukan pemahaman. Dan dengan diskusi para pemegang pendapat bisa instropeksi diri atas kesalahan dan kekurangannya.

Yang penting jangan bertengkar atau melakukan kekerasan.

Kalo aku percaya bahwa kebenaran itu 1 dan berdasarkan bukti dan penelitian mendalam dalam memahami alam semesta dengan menggunakan metode yang tercanggih dan tak terbantahkan.

Insya Allah ini akan bisa menjadi pelindung untuk konsep konsep yang menyesatkan seperti “kebenaran itu banyak” atau naudzubillah min dzalik tersesat dalam konsep semua agama benar. Karena konsep membenarkan semua agama itu salah besar.

Pada jaman modern ini peperangan bukan terletak pada kekerasan namun pada pemikiran. Sedikit tetang hadist yang masuk akal tentang hal ini : ”Sesungguhnya tidak ada fitnah di muka bumi ini semenjak Alloh menciptakan keturunan Adam sehingga hari kiamat tiba yang lebih besar dari fitnah Dajjal ” (HR. Muslim). Fitnah disini berarti suatu pemikiran pemikiran yang sengaja dibuat salah atau di sembunyikan premis premis penting sehingga orang terlarut pada “kebenaran yang telah diatur” sesuai dengan apa yang “mereka” inginkan. Memang pemikiran pemikiran tersebut harus dianalisa mendalam dengan sungguh sungguh sehingga mendapat jawaban yang pasti.

Jka kita pahami lagi mengenai logika diatas secara tidak langsung Tuhan yang menciptakan logika tidak ingin kita memegang konsep semua kebenaran namun 1 kebenaran yang harus terus dicari oleh manusia dengan menggunakan pemahaman, pemikiran, dan teknologi tercanggih untuk mendapatkannya.

Teruslah meneliti dan memahami fenomena di Alam Semesta ini Insya Allah u akan mendapat Kebenaran

Correct Me If I am Wrong

Tidak ada tuhan selain Allah

Nabi Muhammad adalah utusan Allah

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

50 Yacht Luar Negeri “Serbu” …

Mustafa Kamal | | 25 October 2014 | 23:43

Upacara Adat Satu Suro Kampung Adat Cirendeu …

Sandra Nurdiansyah | | 26 October 2014 | 00:06

[PALU] Kompasiana Nangkring Bareng BKKBN di …

Kompasiana | | 01 October 2014 | 15:12

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | | 26 October 2014 | 08:45

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25


TRENDING ARTICLES

Serunya di Balik Layar Pemotretan Presiden …

Gatra Maulana | 16 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 18 jam lalu

Presiden Jokowi, Ibu Negara, dan …

Sintong Silaban | 19 jam lalu

Kerumitan Membentuk Kabinet …

Mas Isharyanto | 20 jam lalu

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 25 October 2014 08:22


HIGHLIGHT

Selamatkan Kawasan Ekosistem Leuser Aceh …

Nur Terbit | 9 jam lalu

Terinspirasi = Plagiat ? …

Aqsa Intan Pratiwi | 9 jam lalu

Gayatri, Polycarpus, BIN dan Persepsi Salah …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kontroversi Pengangkatan Menteri oleh …

Edward Pakpahan | 9 jam lalu

Pesta Raffi Ahmad dan Bakiak Lady Gaga …

Ifani | 9 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: