Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dessy Margareta

Allah meletakan kemuliaan manusia pada ketaatan pada-Nya. Tapi manusia mencuciya dengan kepatuhan pada penguasa.

Filosofi Sebagai Landasan Berpikir

REP | 24 June 2012 | 09:08 Dibaca: 1621   Komentar: 0   0

Banyak orang yang memandang sinis terhadap filsafat, mereka melihat filsafat seolah ilmu yang tidak memberi manfaat. Sehingga tidak sedikit orang yang berpaling dari filsafat, filsafat dianggap seolah berada dipuncak menara dan tidak bersentuhan dengan realitas yang terjadi. Kalau kita merujuk pada akar filsafat itu sendiri yang berarti cinta kebijaksanaan, tentu semua ilmu berawal dari filsafat.

Filsafat bagaikan prajurit yang merebut sebuah wilayah dan setelah menguasainya ia menyerahkan kepada pasukan lain untuk menguasai dan menjaga daerah taklukan tersebut. Pada kenyataannya memang filsafat seperti itu, hanya mencari filosofi sebuah ilmu. Kemudian ilmu yang menjadi temuan filsafat tadi melahirkan ilmu pengetahuan baru untuk mengkaji lebih dalam ilmu yang menjadi temuan tadi.

Fungsi filsafat disini hanyalah sebagai peletak landasan berpijak pengetahuan. Apa yang menjadi landasan ilmu pengetahuan yang ada saat ini adalah proses penemuan dan kajian filsafat. Filosofi diperlukan untuk menetapkan apa yang menjadi landasan berpikir untuk melihat masa depan ditengah-tengah ribuan pilihan yang sama pentingnya.

Setiap orang tentu punya cara berpikir yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Dan pada saat yang sama akan mengalami pilihan-pilihan yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Dalam kondisi seperti ini nilai sebuah filosofi menjadi akan menjadi penting dan sangat diperlukan.

Dalam perjuangan membangun bangsa Indonesia yang penuh dengan keterbatasan dan kesulitan yang menghimpit dimasa penjajahan. Sukarno dengan pemahaman filosofi perjuangan dan pemahaman kesulitan saat itu, ia memilih untuk berpikir demokrasi terpimpin. Pilihan itu tentu merupakan pilihat yang tepat saat itu mengingat ia tidak memiliki banyak pilihan, tidak memiliki tenaga yang cukup untuk membantunya dan ia dikelilingi oleh pilihan-pilihan yang cenderung konflik satu dengan yang lainnya.

Hal yang sama juga dipraktekan oleh pemimpin Uni Emirat Arab dimana filosofi yang dianutnya berbeda dengan filosofi yang dianut oleh dunia barat. Dimana dunia barat menganggap bahwa politik dulu baru ekonomi, dimana filosofi ini didasari oleh pemahaman bahwa ekonomi tidak akan berjalan ketika demokrasi belum terlaksana dengan baik. Namun Sheikh Mohammed Bin Rashid memiliki filosofi lain, bahwa ekonomi dulu baru politik.

Landasan berpikirnya berangkat dari asumsi bahwa politik tidak akan berlangsung secara demokratis ketika ekonomi belum mapan. Menurutnya untuk menuju pada politik yang beradab maka manusia harus sejahtera lebih dulu. Terbukti filosofi yang di terapkan mampu membawa Uni Emirat Arab menjadi negara yang maju.

Tentu setiap orang memiliki filosofi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, hal ini sangat ditentukan oleh kemampuan masing-masing orang dalam melihat apa yang menjadi impian-impian mereka. Kepekaan mereka dalam memahami fenomema yang terjadi akan berpengaruh terhadap filosofi yang mereka anut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Bergembira Bersama Anak-anak Suku Bajo …

Akhmad Sujadi | | 17 September 2014 | 05:23

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48

Jokowi Menghapus Kemenag atau Mengubah …

Ilyani Sudardjat | | 17 September 2014 | 13:53

Menempatkan Sagu Tidak Hanya sebagai Makanan …

Evha Uaga | | 16 September 2014 | 19:53

5 Hal yang Perlu Dipertimbangkan dalam …

Hendra Makgawinata | | 17 September 2014 | 19:50


TRENDING ARTICLES

Ternyata Gak Gampang Ya, Pak Jokowi …

Heno Bharata | 13 jam lalu

Bangganya Pakai Sandal Jepit Seharga 239 …

Jonatan Sara | 14 jam lalu

Invasi Tahu Gejrot …

Teberatu | 15 jam lalu

Percayalah, Jadi PNS Itu Takdir! …

Muslihudin El Hasan... | 17 jam lalu

Yang Dikritik Cuma Jumlah Menteri dan Jatah …

Gatot Swandito | 17 jam lalu


HIGHLIGHT

Hujan Gol Warnai Kemenangan AS Roma dan …

Febrialdi | 7 jam lalu

“Tarian” Ahok dengan Derek …

Bhayu Parhendrojati | 8 jam lalu

Kita dan Lingkungan Hidup …

Alfarizi | 8 jam lalu

Gara-gara Anak Mencuri,Suami-Istri Dipecat …

Andi Akhmad Yusuf | 8 jam lalu

Memahami Cara Kerja Jurnalis …

Sugiyanto Hadi | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: