Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Dessy Margareta

Allah meletakan kemuliaan manusia pada ketaatan pada-Nya. Tapi manusia mencuciya dengan kepatuhan pada penguasa.

Filosofi Sebagai Landasan Berpikir

REP | 24 June 2012 | 09:08 Dibaca: 1688   Komentar: 0   0

Banyak orang yang memandang sinis terhadap filsafat, mereka melihat filsafat seolah ilmu yang tidak memberi manfaat. Sehingga tidak sedikit orang yang berpaling dari filsafat, filsafat dianggap seolah berada dipuncak menara dan tidak bersentuhan dengan realitas yang terjadi. Kalau kita merujuk pada akar filsafat itu sendiri yang berarti cinta kebijaksanaan, tentu semua ilmu berawal dari filsafat.

Filsafat bagaikan prajurit yang merebut sebuah wilayah dan setelah menguasainya ia menyerahkan kepada pasukan lain untuk menguasai dan menjaga daerah taklukan tersebut. Pada kenyataannya memang filsafat seperti itu, hanya mencari filosofi sebuah ilmu. Kemudian ilmu yang menjadi temuan filsafat tadi melahirkan ilmu pengetahuan baru untuk mengkaji lebih dalam ilmu yang menjadi temuan tadi.

Fungsi filsafat disini hanyalah sebagai peletak landasan berpijak pengetahuan. Apa yang menjadi landasan ilmu pengetahuan yang ada saat ini adalah proses penemuan dan kajian filsafat. Filosofi diperlukan untuk menetapkan apa yang menjadi landasan berpikir untuk melihat masa depan ditengah-tengah ribuan pilihan yang sama pentingnya.

Setiap orang tentu punya cara berpikir yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain. Dan pada saat yang sama akan mengalami pilihan-pilihan yang saling bertentangan satu dengan yang lainnya. Dalam kondisi seperti ini nilai sebuah filosofi menjadi akan menjadi penting dan sangat diperlukan.

Dalam perjuangan membangun bangsa Indonesia yang penuh dengan keterbatasan dan kesulitan yang menghimpit dimasa penjajahan. Sukarno dengan pemahaman filosofi perjuangan dan pemahaman kesulitan saat itu, ia memilih untuk berpikir demokrasi terpimpin. Pilihan itu tentu merupakan pilihat yang tepat saat itu mengingat ia tidak memiliki banyak pilihan, tidak memiliki tenaga yang cukup untuk membantunya dan ia dikelilingi oleh pilihan-pilihan yang cenderung konflik satu dengan yang lainnya.

Hal yang sama juga dipraktekan oleh pemimpin Uni Emirat Arab dimana filosofi yang dianutnya berbeda dengan filosofi yang dianut oleh dunia barat. Dimana dunia barat menganggap bahwa politik dulu baru ekonomi, dimana filosofi ini didasari oleh pemahaman bahwa ekonomi tidak akan berjalan ketika demokrasi belum terlaksana dengan baik. Namun Sheikh Mohammed Bin Rashid memiliki filosofi lain, bahwa ekonomi dulu baru politik.

Landasan berpikirnya berangkat dari asumsi bahwa politik tidak akan berlangsung secara demokratis ketika ekonomi belum mapan. Menurutnya untuk menuju pada politik yang beradab maka manusia harus sejahtera lebih dulu. Terbukti filosofi yang di terapkan mampu membawa Uni Emirat Arab menjadi negara yang maju.

Tentu setiap orang memiliki filosofi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lain, hal ini sangat ditentukan oleh kemampuan masing-masing orang dalam melihat apa yang menjadi impian-impian mereka. Kepekaan mereka dalam memahami fenomema yang terjadi akan berpengaruh terhadap filosofi yang mereka anut.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Tren Selfie Ekstrem, Gangguan Kejiwaankah? …

Weka Bhagawan | | 31 January 2015 | 15:03

Perjalanan Menantang Maut Guru SM3T di …

Fi La | | 31 January 2015 | 11:40

Peringkat Badminton Makin Membumi, Indonesia …

Sahroha Lumbanraja | | 31 January 2015 | 12:41

Windows 10 Preview #Edisi Januari, Hampir …

Kembang_jagung | | 31 January 2015 | 14:58

Dari Undangan Diskusi di Kompasiana TV; …

Subronto Aji | | 31 January 2015 | 08:45


TRENDING ARTICLES

Niat Jokowi Tidak Akan Torehkan Cacat …

Den Bhaghoese | 8 jam lalu

Musni Umar: Save Jokowi Walau Dapat Rapor …

Musni Umar | 8 jam lalu

Fakta Menjelang Jatuhnya QZ8501 Mulai …

Mas Wahyu | 11 jam lalu

Topeng Ketua KPK Abraham Samad Dibeberkan …

Edi Abdullah | 11 jam lalu

Siapa yang Bakal Terdepak dari Istana? …

Anis Kurniawan | 17 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: