Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ar Kus

senang berpikir apa adanya dan adanya apa

Kenapa Allah Tak Terlihat? Tanya Anakku

OPINI | 25 May 2012 | 04:11 Dibaca: 792   Komentar: 2   0

Anakku yang masih kelas tiga SD, bertanya “Pak, kenapa Allah tidak terlihat?” Kening agak berkerut dengan pertanyaan ini.

“Coba deh tanya ke guru agama di sekolahmu” kataku.

“Ga pa ah, malu”

“Yah, kamu tuh”

“Baiklah anakku, ini adalah pertanyaan yang sulit. Menurut Bapak yang bukan ahli agama ini, Tuhan memang tidak bisa dijelaskan secara gamblang. Semua penjelasan yang ada tentang Tuhan baru berdasarkan katanya…katanya…dan katanya. Mengapa? Karena belum ada satu orang pun di dunia ini yang pernah melihat Tuhan. Jadi setiap deskripsi tentang Tuhan, hanyalah sebatas dugaan-dugaan.

Agama-agama Abrahamik menerangkan bahwa Tuhan itu memiliki sifat-sifat.

Lalu, kenapa Tuhan tidak terlihat? Jawaban sederhananya adalah karena Tuhan itu Maha Ghaib. Inilah jawaban yang diketahui banyak orang. Tentu saja jawaban seperti ini tidak lagi memadai. Tuhan tidak bisa dibatasi dengan keghaibannya.

Ada jawaban lain, bahwa Tuhan tidak terlihat karena Tuhan itu Maha Besar, saking besarnya Tuhan pun tak mampu dilihat indra manusia. Bayangkan saja bumi, kita menginjak bumi, karena bumi ini sangat besar dibanding manusia, maka kita tidak mampu melihat bentuknya bumi secara langsung.

Ada juga yang menyebut Tuhan tidak terlihat karena Dia adalah Maha Halus, saking halusnya Tuhan itu tak mampu terlihat dengan indra. Sesuatu yang sangat halus pasti tidak bisa dilihat dengan mata telanjang, diperlukan suatu alat atau yang disebutnya mata batin untuk melihatnya.

Ada juga yang menyebut Tuhan itu tidak terlihat karena Dia adalah Maha Dekat, saking dekatanya ia tak terjangkau indra manusia. Coba dekatkan benda di depan mata kita, kalau benda tersebut sangat dekat dengan mata, kita tidak akan bisa melihat bentuknya.

Ada juga yang bilang Tuhan itu tidak terlihat karena Dia itu Maha Jauh, saking jauhnya maka Tuhan tidak terjangkau indra manusia. Ini sangat jelas bahwa sesuatu yang sangat jauh tidak akan terlihat.

Ada juga yang mengatakan bahwa Tuhan itu tidak bisa dideskripsikan dengan kata-kata manusia, sebab kata-kata manusia adalah terbatas, bagaimana mungkin sesuatu yang terbatas menampung sesuatu yang absolut? Setiap penjelasan justru malah menunjukkan kekerdilan Dia.

Baiklah nak, mungkin penjelasan ini tak akan kau mengerti dengan otakmu yang masih sedang berkembang itu, dan sepert itulah Tuhan, tidak bisa terjangkau akal manusia yang terbatas.

Seumpama seekor penguin yang memikirkan thermonuklir, pastilah ia tak akan mampu memikirkannya. Manusia memikirkan Tuhan, sangat mungkin tak akan mampu memikirkannya.

Nak, jawaban ini adalah bukan jawaban, kau tak wajib meyakininya, apalagi menganggapnya sebagai sebuah kebenaran. Bacalah kembali tulisan ini saat engkau dewasa nanti, lalu ulangi lagi pertanyaanmu tersebut. Niscaya persfektifmu akan kembali berubah dan cakrawala baru akan kembali terbentang.”

***

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Politik Saling Sandera …

Salman Darwis | 9 jam lalu

Bank Papua, Sponsor Tunggal ISL Musim Depan …

Djarwopapua | 10 jam lalu

Seminggu di Makassar yang Tak Terlupakan …

Annisa Nurul Koesma... | 10 jam lalu

Robohkah Surau Kami Karena Harga BBM Naik? …

Arnold Mamesah | 10 jam lalu

Sahabat Hati …

Siti Nur Hasanah | 10 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: