Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Choiron

Guru Ngaji. Tinggal di desa.

Irshad Manji Sebahaya Jumanji-kah?

OPINI | 10 May 2012 | 18:37 Dibaca: 1057   Komentar: 66   3

1336624003532438349

Courtesy of wikimedia.org

Pernahkah Anda menonton film Jumanji? Bila pernah menontonnya, Anda pasti tahu kisah seram nan fantastis dari film layar lebar tersebut. Saya sendiri tertegun dengan animasi yang ditampilkan di film tersebut dengan menampilkan isi hutan yang keluar dari permainan Jumanji ini.

Film Jumanji berkisah tentang sebuah kotak permainan kuno ajaib yang sangat berbahaya. Alkisah, karena berbahaya, kotak permainan Jumanji ini dikuburkan oleh 2 orang pria yang saya tidak tahu namanya.

Namun takdir berkata lain. Suatu hari 2 orang anak laki-laki dan perempuan menemukan kotak permainan Jumanji tersebut dan mencoba memainkannya dengan melempar dadu. Kejadian anehpun dimulai. Hewan sejenis kalelawar tiba-tiba keluar dari perapian dan membuat panik mereka berdua. Namun saat permainan dilanjutkan pada giliran si anak laki-laki, tiba-tiba dia terhisap ke dalam permainan tersebut dan terdampar di sebuah hutan antah berantah. Menurut aturan permainan tersebut, di anak laki-laki tersebut tidak akan kembali hingga dadu yang dilempar berikutnya memunculkan angka 5 dan 8.

Adegan filmpun beralih ke masa kini dengan menampilkan sebuah keluarga baru dengan 2 orang anaknya baru saja menempati sebuah rumah. Tanpa dinyana, kedua anak laki-laki dan perempuan tersebut ternyata menemukan kotak permainan Jumanji yang dulu digunakan. Maka serunya adegan demi adegan yang menegangkan karena penuh bahayapun dimulai.

Berbagai kejadi aneh dengan munculnya isi kebun binatang seperti laba-laba raksasa, buaya, singa, badak, dan terutama seorang pemburu dengan tampilan dan bedil kunonya menjadi tantangan yang menarik dalam film ini. Saya tidak hendak membuat sinopsis lengkap dari film ini. Silahkan baca sendiri di wikipedia.org/Jumanji atau tonton sendiri saja deh bagi yang belum nonton.

13366249521113501843

Courtesy of .hellokids.com

Lalu apakah hubungan Ishad Manji dengan kotak permainan Jumanji ini? Dari segi nama memang ada kemiripan, yaitu sama-sama berakhiran ‘manji’. Namun dari segi makna, bisa saja antara Irshad Manji dan Jumanji, sama-sama memiliki makna filosofi yang sama. Menurut  wiki.answers.com/ kata Jumanji yang mirip dengan bahasa Swahili Afrika, merupakan penggabungan dari Jungle (hutan) dan Magic (sihir). Menurut crew film sendiri, kata Jumanji berarti ‘to change’ atau mengubah. Jadi, sepertinya karakteristik permainan Jumanji dan Irshad Manji sama. Hanya bedanya, Irshad Manji mencoba mengubah cara berfikir mainstream Ummat Islam tentang penafsiran Al-Quran.

1336631615104657454

Irshad Manji dan para gay & homo (www.irshadmanji.com)

Saya memang belum membaca apapun yang ditulis oleh Irshad Manji. Namun dari kabar tentang orientasi seksual Irshad Manji yang dikatagorikan sebagai perilaku menyimpang dari golongan Kaum Luth, saya bisa sangat paham apa yang ingin diubah oleh Irshad Manji. Dari beberapa artikel, Irshad Manji mencoba menafsir ulang kisah Kaum Luth sesuai dengan orientasi seksualnya tersebut. Bagi Irshad Manji, Nabi Luth adalah orang yang dholim karena mengutuk seorang pemuda yang tidak mau menikahi putrinya. Ternyata pemuda tersebut termasuk golongan pecinta sesama jenis. Maka marahlah Nabi Luth. Sedangkan istri Nabi Luth yang ‘bijak’ menurut kelompok Irshad Manji, membela si pemuda sehingga dia juga menerima kutukan tersebut. Ya, itulah cerita yang hendak ‘diubah’ oleh penafsiran Irshad Manji untuk membenarkan perilakunya lesbi dan homo seksualnya.

Jika memang kemudian Irshad Manji mencoba menafsirkan Al-Quran dan ajaran Islam dengan tafsiran bebasnya, maka bagi saya, Irshad Manji rupanya ingin memulai permainan Jumanji dengan melemparkan dadu pemikirannya di Indonesia yang mayoritas muslim bermazhab Ahlussunnah wal Jamaah (bukan sekuler liberal). Silahkan tinggal ditunggu saja makhluk apa saja yang akan keluar dari peralatan permainan Jumanji yang digunakan oleh Irshad Manji. Salahsatunya mungkin Dajjal bermata satu.

Saya tidak mempermasalahkan orientasi seksual Irshad Manji selama dia tidak mencari pembenaran dengan mencoba mengotak-atik ajaran Islam dengan penafsirannya yang ‘penuh nafsu’ tersebut. Silahkan ‘be your self’ asal jangan mengkampanyekan pemikiran ‘Jumanji’-nya di sini.

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Memotret Kinerja Warga Kubangwungan …

Roselina Tjiptadina... | | 21 December 2014 | 22:08

Kejutan Tingkah Polah Remaja di Lokasi …

Dhanang Dhave | | 22 December 2014 | 11:47

Rimba Beton dalam Labirin Kota …

Ratih Purnamasari | | 22 December 2014 | 11:25

Drama Proyek Jembatan Linggamas …

Kandar Tjakrawerdaj... | | 22 December 2014 | 12:32

Ayo Tulis Ceritamu untuk Indonesia Sehat! …

Kompasiana | | 25 November 2014 | 21:46


TRENDING ARTICLES

Evan Dimas, Tengoklah Chanathip ‘Messi …

Achmad Suwefi | 9 jam lalu

Ibu Melemparku ke Tiga Benua …

Sunaryoadhiatmoko | 12 jam lalu

Hari Ibu Selow Aja …

Ifani | 12 jam lalu

Gol Telat Skrtel, Bawa Liverpool Imbangi …

Achmad Suwefi | 20 jam lalu

Karena Gede Pasek, SBY Akan Terus Berjaya …

Giri Lumakto | 21 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: