Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ahmad Bastan Abhan

آللّهُمَ صَلّیۓِ ۈسَلّمْ عَلۓِ سَيّدنَآ مُحَمّدْ وَ عَلۓِ آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ

Senang Melihat Orang lain Susah

REP | 24 April 2012 | 11:25 Dibaca: 688   Komentar: 18   4

Senang Melihat Orang lain Susah, dan Susah Melihat Orang lain Senang…..

(1)
Banyak bermacam sifat tercela.
Dalam kehidupan dunia ini.
Semoga kita bisa menghindarinya.
Seperti HASAD alias dengki.

(2)
Kalau hasad bersarang di jiwa.
Itu merupakan penyakit hati.
Untuk penyembuh atau obatnya.
Berpikir positif dan instropeksi diri.

(3)
Kalau dengki sudah bersarang.
Dalam hati dan perasaan kita.
Biasanya dalam menilai seseorang.
Sering negatif ketimbang baiknya.

(4)
Adapun halnya sifat dengki.
Melihat orang mendapat ni’mat.
Kita selalu merasa iri hati.
Hingga timbul niat yang jahat.

(5)
Kalau orang mendapat ni’mat.
Si dengki ini tiada senang.
Hingga timbulah niat yang jahat.
Untuk melenyapkan ni’matnya orang.

(6)
Apabila dengki sudah mengental.
Berurat akar di dalam diri.
Bisa menghilangkan segala amal.
Bagaikan kayu dimakan api.

(7)
Semoga kita selalu terpelihara.
Jauh dari sifat-sifat kedengkian.
Dalam bermuamalah antar sesama.
Ataupun juga melalui Tulisan.

(8)
Semoga kita diberi Tuhan.
Ilmu dan amal di dalam jiwa.
Hingga dalam tiap kesempatan.
Dapat menghindari sifat-sifat tercela.

Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Waspadalah terhadap sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan pahala kebaikan, seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An Nisaa 32)

Pesan Nenek:

Ambil yang manfaat,
Buang yang mudharat,
Cerna yang sehat afiat.

Wallahua’lam

Salam Persaudaraan

Tiga Filsafat Hidup

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gayatri, Sang “Doktor Cilik” Itu Telah …

Randy Ghalib | | 24 October 2014 | 12:25

Ide Fadli Zon Bangun Perpustakaan & …

Hazmi Srondol | | 24 October 2014 | 08:54

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24

Tindak Pidana di Indonesia Masih Tinggi, Ini …

Joko Ade Nursiyono | | 24 October 2014 | 08:14

Bagi Cerita dan Foto Perjalanan Indahnya …

Kompasiana | | 22 October 2014 | 17:59


TRENDING ARTICLES

Jokowi Tunda Tentukan Kabinet: Pamer …

Ninoy N Karundeng | 6 jam lalu

Jokowi Marahin Wartawan …

Ifani | 7 jam lalu

Pelacur Berisi, Berintuisi di Dalam Selimut …

Seneng | 10 jam lalu

Jokowi Ngetest DPR …

Herry B Sancoko | 12 jam lalu

Jika Tak Lulus CPNS, Kahiyang Akan Jaga …

Erwin Alwazir | 12 jam lalu


HIGHLIGHT

Saat Nenek Ingin Sendiri …

Cucum Suminar | 7 jam lalu

Menelusuri Alam Pemikiran Mahatma Gandhi …

Kukuh Fany Fatkhulo... | 7 jam lalu

Surat Terbuka Kepada Kahyang Ayu Anak …

Abest | 7 jam lalu

Ada Apa di Ternate..? …

Teberatu | 7 jam lalu

Hanya Evan Dimas, Apa Paulo Belum Pantas ? …

Djarwopapua | 7 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: