Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ahmad Bastan Abhan

اَللَّهُمَّ صَلِّ عَلَى سَيّدنَآ مُحَمَّدٍ وَ عَلَى آلِ سَيّدنَآ مُحَمَّد

Senang Melihat Orang lain Susah

REP | 24 April 2012 | 11:25    Dibaca: 750   Komentar: 18   4

Senang Melihat Orang lain Susah, dan Susah Melihat Orang lain Senang…..

(1)
Banyak bermacam sifat tercela.
Dalam kehidupan dunia ini.
Semoga kita bisa menghindarinya.
Seperti HASAD alias dengki.

(2)
Kalau hasad bersarang di jiwa.
Itu merupakan penyakit hati.
Untuk penyembuh atau obatnya.
Berpikir positif dan instropeksi diri.

(3)
Kalau dengki sudah bersarang.
Dalam hati dan perasaan kita.
Biasanya dalam menilai seseorang.
Sering negatif ketimbang baiknya.

(4)
Adapun halnya sifat dengki.
Melihat orang mendapat ni’mat.
Kita selalu merasa iri hati.
Hingga timbul niat yang jahat.

(5)
Kalau orang mendapat ni’mat.
Si dengki ini tiada senang.
Hingga timbulah niat yang jahat.
Untuk melenyapkan ni’matnya orang.

(6)
Apabila dengki sudah mengental.
Berurat akar di dalam diri.
Bisa menghilangkan segala amal.
Bagaikan kayu dimakan api.

(7)
Semoga kita selalu terpelihara.
Jauh dari sifat-sifat kedengkian.
Dalam bermuamalah antar sesama.
Ataupun juga melalui Tulisan.

(8)
Semoga kita diberi Tuhan.
Ilmu dan amal di dalam jiwa.
Hingga dalam tiap kesempatan.
Dapat menghindari sifat-sifat tercela.

Dari Abu Hurairah Radiyallahu’anhu ia berkata: Rasulullah Shalallahu ‘Alaihi Wa Sallam bersabda: “Waspadalah terhadap sifat dengki, karena sesungguhnya dengki itu dapat memakan pahala kebaikan, seperti api memakan kayu bakar.” (HR. Abu Daud).

Dan janganlah kamu iri hati terhadap apa yang dikaruniakan Allah kepada sebahagian kamu lebih banyak dari sebahagian yang lain. (Karena) bagi orang laki-laki ada bahagian dari pada apa yang mereka usahakan, dan bagi para wanita (pun) ada bahagian dari apa yang mereka usahakan, dan mohonlah kepada Allah sebagian dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Mengetahui segala sesuatu.(QS. An Nisaa 32)

Pesan Nenek:

Ambil yang manfaat,
Buang yang mudharat,
Cerna yang sehat afiat.

Wallahua’lam

Salam Persaudaraan

Tiga Filsafat Hidup

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Ayo Jalan-jalan ke Lapangan Banteng Jakarta! …

Amirsyah | | 30 May 2015 | 16:31

Menyiapkan Keluarga untuk Menyambut Ramadhan …

Cahyadi Takariawan | | 30 May 2015 | 13:09

Mini Market Tanpa Miras, Kita Lihat …

Kompasiana | | 30 May 2015 | 18:33

Catatanku di Eropa: Pungutan Kuliah? No! …

Dyah Rahmasari | | 30 May 2015 | 04:59

Sambutlah: Kompasiana Baru 2015 yang Lebih …

Kompasiana | | 20 May 2015 | 19:02


TRENDING ARTICLES

Gagasan Khilaf Khilafah …

Iqbal Kholidi | 9 jam lalu

Salah Membaca Gestur, Calon Doktor Itu …

Muhammad Armand | 10 jam lalu

Berkat Jokowi Rakyat Indonesia Semakin Kuat …

Stefanus Toni A.k.a... | 11 jam lalu

Jika Ibu Kota Dipindah ke Palangka Raya! …

Jimmy Haryanto | 13 jam lalu

Buku Kontroversial: Akulah Istri Teroris …

Muthiah Alhasany | 13 jam lalu


Subscribe and Follow Kompasiana: