
Mahasiswa Kesehatan Masyarakat Di Fakultas Kedokteran dan Kesehatan Universitas Muhammadiyah Jakarta
Dibaca:
187
Komentar: 0
0
Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang mengembangkan diri dan mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yati, pada usia 6 tahun sudah piatu juga dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakenya pun meninggal dan dititipkan pada sang paman yang sedang saja dan serba kekurangan. Dalam usia10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi pengembala, pencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan. Hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha nyaris tanpa modal.
Disinilah kita dapat mengambil pelajaran, bagaimana Muhammad kecil menjadi idola remaja idaman mekkah, pemuda yang dapat dipercaya kaumnya untuk melaksanakan tugas mulia dan penting seperti melatakan hajar aswad.
Fenomena lain yang harus kita cermati dan pelajari dari perjalanan karir Muhammad adalah bidang bisnis dan kewirausahaan yang merupakan unsure penting dalam meraih kesuksesan hidup. Banyak orang ingin sukses dalam hidup namun menempuh cara tidak halal. Rasululloh mengajarkan kita kebiasan – kebiasan sukses, Ia mencontohkan bagaiman membangin jiwa entrepreneurship, bagaimana strategi berbisnis dengan minim modal. Bagaimana membangun kepercayaan investor dan mitra usaha. Ia memilih komoditi yang laku dipasaran. Ia mejelajahi pasar – pasar regional mesir. Tatkala menjadi nabi, ia menetapkan kebijakan ekonomi polotik yang mampu menopang lahir dan berkembangnya suatu peradaban baru. Ia membangun baitul mal, Ia mengadopsi mata uang anti inflansi, dan menyatakan perang pada korupsi.
Namun Ia mengingatkan kita untuk selalu berorentasi pada rezeki yang halal dan menjauhi yang haram. “Mencari rezeki yang halal adalah kewajihu lainnya.” setelah kewajiban melaksanakan fardhu – fardhu lainnya” (H.R Bukhori dan Muslim). Rasululloh juga menegaskan bahwa kesuksesan hanya akan diraih jika kita ikhlas, sungguh – sungguh, bekerja keras, serta memberikan karya terbaik daam semua bidang.
Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu sisi kehidupan Rasulullah yang paling banyak disalahfahami adalah kehidupan keluarganya. Kesalahahaman ini bukan saja terjadi dikalangan orientalis tetapi tidak sedikit juga terdapat di umat Islam sendiri. Banyak yang menunduh bahwa praktek poligami Rasul memiliki banyak masalah, Ia haus akan wanita, Ia seorang fidofili dan lain sebagainya.
Hampir bias dipastikan, kesalahfaham ini terjadi karena distorsi informasi dan pembacaan yang kurang akurat. Kita jarang mengakji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi social ekonominya. Janda – janda tua dinikahi, berapa jumlah anak bawaan janda – janda tersebut, serta bagaimana dampak dakwah dan kemenangan politis yang ditimbulkan. Sabda Rasululloh “Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik pada keluarganya dan aku yang terbaik kepada keluargaku diantara kalian.” (H.R Tarmidzi : Hadist ini Shahih Wa Dhaif Sunan Al Turmizi Dinilia Shahih).
-