Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ila Nugrahani

Mencoba berbagi ide, inspirasi, opini dan cerita. ilanugrahaninew.wordpress.com

Muhammad Adalah Idola Abadi

REP | 21 April 2012 | 11:11 Dibaca: 215   Komentar: 0   0

Nabi Muhammad SAW adalah seorang yang mengembangkan diri dan mampu mengatasi berbagai kesulitan hidup dengan luar biasa. Ia terlahir yati, pada usia 6 tahun sudah piatu juga dan diasuh sang kakek. Usia 8 tahun kakenya pun meninggal dan dititipkan pada sang paman yang sedang saja dan serba kekurangan. Dalam usia10 tahun ia harus mengais nafkahnya sendiri menjadi pengembala, pencari kayu bakar, buruh batu dan pasir serta bekerja serabutan. Hingga akhirnya menjadi seorang pengusaha nyaris tanpa modal.

Disinilah kita dapat mengambil pelajaran, bagaimana Muhammad kecil menjadi idola remaja idaman mekkah, pemuda yang dapat dipercaya kaumnya untuk melaksanakan tugas mulia dan penting seperti melatakan hajar aswad.

Fenomena lain yang harus kita cermati dan pelajari dari perjalanan karir Muhammad adalah bidang bisnis dan kewirausahaan yang merupakan unsure penting dalam meraih kesuksesan hidup. Banyak orang ingin sukses dalam hidup namun menempuh cara tidak halal. Rasululloh mengajarkan kita kebiasan – kebiasan sukses, Ia mencontohkan bagaiman membangin jiwa entrepreneurship, bagaimana strategi berbisnis dengan minim modal. Bagaimana membangun kepercayaan investor dan mitra usaha. Ia memilih komoditi yang laku dipasaran. Ia mejelajahi pasar – pasar regional mesir. Tatkala menjadi nabi, ia menetapkan kebijakan ekonomi polotik yang mampu menopang lahir dan berkembangnya suatu peradaban baru. Ia membangun baitul mal, Ia mengadopsi mata uang anti inflansi, dan menyatakan perang pada korupsi.

Namun Ia mengingatkan kita untuk selalu berorentasi pada rezeki yang halal dan menjauhi yang haram. “Mencari rezeki yang halal adalah kewajihu lainnya.” setelah kewajiban melaksanakan fardhu – fardhu lainnya” (H.R Bukhori dan Muslim). Rasululloh juga menegaskan bahwa kesuksesan hanya akan diraih jika kita ikhlas, sungguh – sungguh, bekerja keras, serta memberikan karya terbaik daam semua bidang.

Tidak dapat dipungkiri bahwa salah satu sisi kehidupan Rasulullah yang paling banyak disalahfahami adalah kehidupan keluarganya. Kesalahahaman ini bukan saja terjadi dikalangan orientalis tetapi tidak sedikit juga terdapat di umat Islam sendiri. Banyak yang menunduh bahwa praktek poligami Rasul memiliki banyak masalah, Ia haus akan wanita, Ia seorang fidofili dan lain sebagainya.

Hampir bias dipastikan, kesalahfaham ini terjadi karena distorsi informasi dan pembacaan yang kurang akurat. Kita jarang mengakji berapa usia Rasul saat menikah lagi, bagaimana kondisi social ekonominya. Janda – janda tua dinikahi, berapa jumlah anak bawaan janda – janda tersebut, serta bagaimana dampak dakwah dan kemenangan politis yang ditimbulkan. Sabda Rasululloh “Yang terbaik diantara kalian adalah yang terbaik pada keluarganya dan aku yang terbaik kepada keluargaku diantara kalian.” (H.R Tarmidzi : Hadist ini Shahih Wa Dhaif Sunan Al Turmizi Dinilia Shahih).

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kisah Haji Warto tentang Lumpur Lapindo …

Windu Andhika | | 17 April 2014 | 14:58

Introspeksi Pascapemilu (Kado buat Caleg …

Nurjanah Nitura | | 17 April 2014 | 11:14

Tahan Nafas di Kereta Gantung Ngong Ping …

Eddy Roesdiono | | 17 April 2014 | 15:42

Parkir Sebabkan PAD Bocor …

Eta Rahayu | | 17 April 2014 | 14:54

Inilah Pemenang Kompasiana - ISIC 2014 Blog …

Kompasiana | | 17 April 2014 | 15:52


TRENDING ARTICLES

Meski Tak Punya Ijin, JIS Berani Menolak …

Ira Oemar | 8 jam lalu

Agar Tidak Menyusahkan di Masa Tua …

Ifani | 16 jam lalu

Menguji Nyali Jokowi; “Say No to …

Ellen Maringka | 16 jam lalu

Dinda, Are You Okay? …

Dewi Nurbaiti | 16 jam lalu

Pelajaran Mengenai Komentar Pedas Dinda …

Meyliska Padondan | 17 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: