Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Katedrarajawen

"Merindukan Pencerahan Hidup Melalui Dalam Keheningan Menulis" ______________________________ Saat berkarya, kau adalah seruling yang melalui hatinya bisikan selengkapnya

Jimat

OPINI | 07 April 2012 | 01:21 Dibaca: 856   Komentar: 18   1

Sesungguhnya di dalam setiap diri kita memiliki JIMAT yang paling berharga. Tidak usah dicari ke mana-mana. Hanya butuh lahirnya kesadaran!

#
Apakah Anda memiliki JIMAT? Coba periksa dompet Anda! Sudah? Apakah ada tersimpan JIMAT? Tidak ada? Atau di ikat pinggang dan di tangan? Jangan-jangan ada tertanam tersembunyi di bawa kulit?
JIMAT. Nama atau benda yang sudah teramat akrab di masyarakat kita. Waktu saya bekerja di sebuah kampung daerah Tangerang-Banten.

Saya menemukan kebanyakan masyarakatnya memiliki JIMAT. Baik yang tersimpan di dompet, ikat pinggang maupun dipakai di jari. Berupa cincin berhias batu.

Padahal memiliki JIMAT itu banyak pantangannya. Misalnya saat masuk ke WC mesti dilepas.

Banyak bentuk JIMAT yang kita ketahui. Bisa berupa selembar kertas yang ditulis huruf, angka atau simbol. Batu, baju, kayu, atau benda lainnya yang diisi energi tertentu atau metafisika oleh orang yang ahli/spiritualis. Bisa juga berupa susuk yang ditanam pada bagian tubuh tertentu.

Dengan demikian bentuk tersebut memiliki kekuatan supranatural atau sifat gaib. Energi metafisika tergantung kehendaki pemiliknya.

Bisa untuk penglaris, menarik perhatian lawan jenis, tampak berwibawa, dan kebal. Bisa juga untuk menolak bala dan penyakit.

JIMAT. Kita tidak memungkiri memang memiliki kekuatan tertentu. Apabila tidak tentu usaha paranormal yang khusus menyediakan JIMAT sudah bangkrut.

Tetapi pada jaman yang maju ini, usaha per-JIMAT-an justru laris manis. Bahkan sudah terang-terangan ditawarkan melalui berbagai media.

Penggemar JIMAT ini bisa dari tukang becak sampai pejabat tinggi. Bahkan yang sudah intelektual bergelar profesor.

Mengapa kita begitu yakin dan percaya dengan JIMAT? Fenomena apakah ini? Apakah ketidakpercayaan pada kekuatan yang ada di dalam diri sendiri?

Saya tidak ingin membahas soal haram atau tidak memakai JIMAT. Apakah musryk atau halal? Semua itu adalah urusan pribadi.

Pada tulisan ini saya hanya ingin mengatakan, bahwa dalam setiap diri kita. Sesungguhnya Tuhan telah menanamkan sebuah JIMAT yang sangat teramat berharga.

Apakah itu?

JIMAT sakti bin mandraguna itu bernama HATI NURANI. Itulah JIMAT yang sesungguhnya yang mesti kita rawat dan sakralkan. Dijaga siang malam agar sinar Ilahinya selalu memancar terang benderang mengusir kekotoran batin.

Hati Nurani adalah JIMAT yang akan membuat kita menjadi manusia yang sesungguhnya. Paling masyur dan kaya serta mulia sampai selama-lamanya.

Pada akhir tulisan ini, agar tidak munafik. Saya mesti mengakui, bahwa saya memiliki satu JIMAT yang selalu tersimpan di kantong celana atau berada dalam genggaman. Namanya telepon seluler atau ponsel!

Lumayan sakti untuk memantau perkembangan dunia dan berkunjung ke dunia maya. Tapi pantangannya tidak boleh digunakan untuk berselingkuh!
Bukan karena akan kehilangan kesaktiannya. Tapi akan membuat kehilangan muka. Nah, Loh?!

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Gedung New Media Tower Kampus UMN, Juara …

Gapey Sandy | | 31 October 2014 | 19:12

Cerita di Balik Panggung …

Nanang Diyanto | | 31 October 2014 | 18:18

Giliran Kota Palu Melaksanakan Gelaran …

Agung Ramadhan | | 31 October 2014 | 11:32

DPR Akhirnya Benar-benar Terbelah, Bagaimana …

Sang Pujangga | | 31 October 2014 | 13:27

Ikuti Blog Competition dan Nangkring di IIBF …

Kompasiana | | 12 October 2014 | 18:25



HIGHLIGHT

Intip SDM Kesehatan era JKN : Antara …

Deasy Febriyanty | 7 jam lalu

Perjanjian Kerja Bersama (PKB) Saya …

Andri Yunarko | 8 jam lalu

Gadis-Gadis berlagak ‘Murahan’ di Panah …

Sahroha Lumbanraja | 8 jam lalu

Menjelajah Pulau Karang Terbesar di …

Dizzman | 8 jam lalu

Jangan Jadikan NKRI Menjadi Dua Kubu [II] …

Opa Jappy | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: