Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Franky Baganu

Almuni Perguruan Tinggi Kristen Kota Makassar dan Mahasisiwa Study Lanjut Perguruan Tinggi Kristen Kota Jogja.

Kisah Kain Membangun Kota ‘Henokh’

REP | 02 April 2012 | 15:27 Dibaca: 291   Komentar: 1   1

KISAH KAIN MEMBANGUNAN KOTA ‘HENOKH’

Henokh merupakan keturunan pertama dari Kain.  Jika kita membaca  Kejadian 4:17, “Kain bersetubuh dengan isterinya dan mengandunglah perempuan itu, lalu melahirkan Henokh; kemudian Kain mendirikan suatu kota dan dinamaninya kota itu Henokh, menurut nama anaknya.”
Nama Henokh juga terdapat dari garis keturunan ketujuh dari Set (Set adalah adik kandung dari Kain, yang dilahirkan setelah Kain membunuh Habel), sebagai seorang yang layak diteladani kehidupan rohaninya bersama Tuhan.  Akan tetapi tidak demikian dengan Henokh dari garis keturunan Kain.  Henokh adalah orang yang tidak saleh dan menjadi milik dunia.

Henok merupakan anak laki-laki pertama yang dianugerahkan Tuhan kepada Kain.  Henokh berarti ‘dedikasi’, ‘prakarsa’, ‘guru’.  Hal ini dapat kita lihat ketika Kain memberikan nama ‘Henokh’ kepada anak pertamanya dan nama Henokh kepada kota yang telah dibangunnya.  Sebagai seorang ayah, Kain berusaha untuk memamerkan kekuatannya dalam membangun kota dan menamakan kota tersebut berdasarkan nama anaknya.  Dengan nama Henokh, Kain coba untuk menyatakan dedikasi yang tinggi terhadap kemampuan dirinya tanpa pertolongan Allah.  Kain dan anaknya memulai kehidupan yang jauh dari Tuhan, membangun kota tanpa mengandalkan Tuhan, dan membesarkan anaknya tanpa pengenalan akan Tuhan.  Dengan demikian dapatlah dikatakan bahwa Kain merupakan tokoh Humanisme dalam sejarah Alkitab.

Kota dalam bahasa Ibrani berarti ‘ir’, kata ‘ir’ termasuk dalam golongan kata ‘feminim’ sehingga tak jarang dalam bahasa Indonesia kita sebut ‘ibu kota’ dan tidak ada ‘bapak kota’.  Membangun sebuah kota menunjukkan tujuan untuk membangun sebuah masyarakat dan komunitas sosial.  Sebuah kota seperti seorang ibu di mana anak-anaknya mengharapkan perlindungan, kedamaian dan memperoleh keamanan.  Kemungkinan besar Kain pun membangun kota dengan tujuan tersebut, yaitu untuk memberikan rasa aman, kedamaian, kesejahteraan kepada keturunannya.  Tetapi hal itu tidak didapatkan dalam kota ‘Henokh’ sebab mereka tidak melibatkan Tuhan sebagai sumber kebenaran dan kebaikan di dalam pembangunannya.
Dalam KJV, ‘…and called the name of the city, after the name of his son, Enoch.”  Kain telah memanggil dan memberi nama kota tersebut ‘Henokh’.  Hal tersebut untuk menyatakan sebuah ‘dedikasi’, ‘prakarsa’ dirinya yang humanisme, serta sebuah harapan akan suatu kota yang berdedikasi dalam keadailan, kesejahteraan dan keamanan terhadap semua penduduknya.  Tetapi hal itu tidak terjadi dalam kehidupan mereka dan malahan kota tersebut menjadi kota yang berdedikasi besar untuk perbuatan dosa, kejahatan, pembunuhan, korupsi, kecurangan dan lain-lain.  Kain dengan ‘dedikasinya yang tinggi’ tidak akan pernah mampu menyaingi TUHAN dalam membangun kehidupan yang sejahtera.

Bagaimana dengan kehidupan anda?
Apakah anda membangun sesuatu atau memulai sesuatu dengan atau tanpa Tuhan?
Apakah anda mendedikasikan keberhasilan anda untuk TUHAN atau diri anda sendiri?
Mari belajar dari kesalahan kehidupan KAIN dan memperbaiki kehidupan kita menjadi lebih baik lagi.

Tags:

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Buron FBI Predator Seks Pedofilia Ada di JIS …

Abah Pitung | | 23 April 2014 | 12:51

Ahok “Bumper” Kota Jakarta …

Anita Godjali | | 23 April 2014 | 11:51

Food Truck - Konsep Warung Berjalan yang Tak …

Casmogo | | 23 April 2014 | 01:00

Benarkah Anak Kecil Itu Jujur? …

Majawati Oen | | 23 April 2014 | 11:10

Kompasiana Menjadi Sorotan Pers Dunia …

Nurul | | 22 April 2014 | 19:06


TRENDING ARTICLES

Hotma Paris Hutapea dan Lydia Freyani …

Zal Adri | 6 jam lalu

Jokowi, Prabowo, dan Kurusetra Internet …

Yusran Darmawan | 8 jam lalu

Wuih.. Pedofilia Internasional Ternyata …

Ethan Hunt | 8 jam lalu

Bukan Hanya BCA yang Menggelapkan Pajak …

Pakde Kartono | 9 jam lalu

Kasus Hadi Poernomo, Siapa Penumpang …

Sutomo Paguci | 11 jam lalu

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: