Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

M. Iqbal Irfany

Musafir dalam random-walk kehidupan. Tinggal dan studi di Jerman. @iqbalirfany (twitter)

Bismillahi tawakkaltu

REP | 29 March 2012 | 02:26 Dibaca: 2724   Komentar: 0   0

Bismillahi tawakkaltu ‘alallah la hawla wala quwwata illa billah:
Dengan menyebut nama Tuhan, aku bertawakkal kepadaNya. Tiada daya dan kekuatan selainNya.

Wa maa min daabbatin fil ardhi illaa ‘alallahi rizquha:
Tiada satupun makhluk melata di bumi kecuali Allah lah penanggung rizkinya.

Bismillah
Tawakkaltu
‘Alallah

Wa man yattaqillaha yaj’al lahu makhraja, wayarzuqhu min haitsu la yahtasib:
Dan barangsiapa yang bertaqwa (merasa takut, malu, pasrah, berharap) hanya pada Tuhan, maka Ia akan menggelarkan jalan keluar baginya; dan Dia akan memberikan rizqi (karunia, kehormatan, harga diri, ketenangan jiwa) dari jalan yang sama sekali tak diduga.

Persistensi, komitmen meretas mekanisme Tuhan.

Minallah, ilallah, billah, fillah…
Minallah; dari Tuhan kita berasal
Ilallah; kepadaNya kita pasti kembali
Billah, bismillah; dengan asma-Nya, meretas mekanisme-Nya, ridha atas jalan-Nya…
Fillah; senatiasa berada dalam mekanisme-Nya, bersenyawa denganNya, ruang hampa surga tak berkesudahan…

Lihat dan buktikan!

Bismillah
Tawakkaltu
‘alaLlah!!!!

Demi Allah, Tuhan sekalian alam!
Ia menyuruh kita ikhlas
Ia menyuruh kita hidup tanpa tendensi
Ia menyuruh kita menyeru
Ia menyuruh kita tak menggerutu
Ia menyuruh kita jadi provokator kebaikan, pengacau sistematisnya kebatilan
Ia menyuruh kita berfaidah
Khairun-naas anfa’uhum linnas:
Sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat bagi sesamanya

Tuhan…
Bismika
Aku mencoba komitmen jalan ini
Mencoba bermanfaat
Walau dengan sumberdaya yang sebersit
Tak lena kanan kiri, kaul para pencuri mimpi, hujatan para provokator kenikmatan semu, hinaan para pemabuk, hardikan para penghasut, injakan para penjilat

Walau hanya pulang bawa tumpukan kertas-kertas pengetahuan, kitab-kitab tebal, gigabyte file-file investigasi negeri carut marut, akal yang dipaksa terasah! Isi kepala dan dada terus berusaha hanya terisi nurani
Insya Allah

“Wamal hayatud-dunya illa mataa’ul ghurur”
Dan sejatinya kehidupan dunia adalah tipuan yang melenakan!
Ia ibarat bayangan: dikejar takkan terkejar, dihiraukan balik mengerjar. Biarkan, maka Tuhan akan beri kekuatan. Allahu akbar.

Bismika
Aku serahkan segalanya padaMu
Aku pasrahkan jiwa, raga, keluarga padaMu
Mencoba menuju jalan Sang Nabi dan Para Kekasih
Serahkan pada mekanismeMu
Setelah itu: terserah apapun ketentuanMu
Rela terus mencoba, berusaha terus menerus menjadi kekasihMu: Ridha
Dan karena Engkau tak sedikitpun berbuat dzalim pada hambaNya

Bismika
la hawla wa la quwwata illa billah

Published August 30th, 2010 in Hidup dan kehidupan, Spiritual

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kompetisi Tiga Ruang di Pantai-Pantai Bantul …

Ratih Purnamasari | | 18 September 2014 | 13:25

Angkot Plat Kuning dan Plat Hitam Mobil …

Akbarmuhibar | | 18 September 2014 | 19:26

Koperasi Modal PNPM Bangkrut, Salah Siapa? …

Muhammad | | 18 September 2014 | 16:09

Tips Hemat Cermat selama Tinggal di Makkah …

Sayeed Kalba Kaif | | 18 September 2014 | 16:10

Nangkring dan Test Ride Bareng Yamaha R25, …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 06:48


TRENDING ARTICLES

TKI “Pejantan” itu Jadi Korban Nafsu …

Adjat R. Sudradjat | 11 jam lalu

Penumpang Mengusir Petinggi PPP Dari Pesawat …

Jonatan Sara | 12 jam lalu

Modus Baru Curanmor. Waspadalah! …

Andi Firmansyah | 13 jam lalu

Bogor dan Bandung Bermasalah, Jakarta …

Felix | 13 jam lalu

Kejahatan di Jalan Raya, Picu Trauma …

Muhammad | 16 jam lalu


HIGHLIGHT

Pangeran Samudera …

Rahab Ganendra | 7 jam lalu

Menumbuhkan Budaya Malu antara Bersubsidi …

Van_nder | 8 jam lalu

“Ulah Meuli Munding …

Asep Rizal | 8 jam lalu

Dari Cerita Rakyat Ikan Tapa Malenggang, …

Muhammad Aris | 8 jam lalu

Awalnya Peduli, Lama-lama Mencuri …

Dina Agustina | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: