Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Ajinatha

Kaum Proletar buruh para Kapitalis yang kebetulan saja hobby menulis..

Selalu Merasa Kurang [Geransang]

OPINI | 24 March 2012 | 09:14 Dibaca: 422   Komentar: 18   12

Tulisan ini hanya sekedar sharing, tentang penyakit yang banyak diidap orang-orang yang katanya kaya raya, tapi selalu “Geransang,” tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki dan tidak pernah bersyukur atas nikmat yang sudah diberikan-Nya, belum memiliki jabatan apa pun bisa menikmati hidup apa adanya, tapi begitu sudah menjadi pejabat, maka berubah pula prilakunya, tidak pernah cukup dengan fasilitas yang sudah diberikan, malah berusaha untuk hidup secara berlebih-lebihan dengan menghalalkan segala cara. Inilah jenis orang-orang yang terserng penyakit Geransang (selalu merasa kurang).

Budayawan dan Pengasuh Pondok Pesanteran Rodlatul Tholibin, Rembang, K.H.Musthopa Bisri meceritakan, pernah bertemu dengan seorang petani yang hidupnya pas-pasan, yang menawarkan nasi putih hanya dengan lauk pauk ikan asin dan sambal. Sehabis makan kemudian petani tersebut bersendawan kemudian disusul dengan ucapan Alhamdulillah. Hal ini jelas menunjukkan betapa nilmatnya makan meski dengan lak pauk seadanya. Nikmat itu bisa terjadi karena, petani tersebut selalu bersyukur dengan apa yang dimilikinya.

Berbeda dengan orang kaya yang bisa membeli makanan dan lauk pauk apa saja yang diinginkan, namun tidak bisa menikmati makanan, karena memiliki penyakit. Oleh karena itu diingatkan untuk tidak brsikap Lebay atau berlebihan dalam segala hal, seperti mencintai dunia secara brlebihan, termasuk juga beribadah secara berlebihan. Lakukan segala sesuatu secara wajar, sesuai dengan takaran.

Kata Gus Mus lebih lanjut< " Hidup sekedar mampir ngombe (minum)". Esensinya sama dengan yang diajarkan Islam menyiratkan bahwa hidup didunia ini hanyalah sementara, jangan disikapi secara berlebihan. (Harian Merdeka: 11/3/2012)

Bagaimana mungkin kita bisa katakan seseorang itu kaya raya kalau tidak pernh merasa cukup, padahal takaran kaya itu adalah serba berkecukupan, sementara orang yang miskin itu adalah orang yang serba kekurangan. kalau melihat illustasi cerita diatas, petani yang diceritakan Gus mus adalah orang yang kaya, karena dia senantiasa mensyukuri dengan segala yang dia miliki, sementara orang yang katanya kaya raya dan serba berkecukupan, tapi selalu merasa kurang, sehingga dengan menghalalkan segala cara untuk hidup secara berlebihan, bisa dikatakan orang yang miskin sesungguhnya, terutama miskin hati.

banyak pejabat yang tersangkut kasus korupsi sekarang ini, bisa diatakan juga mengidap penyakit Geransang ini, melakukan tindak kejahatan korupsi karena tidak pernah puas dengan apa yang sudah dimiliki, tidak pernah puas dengan semua fasilitas yang sudah diberikan, selalu ingin terlihat lebih dari pejabat lainnya, gaya hidup hedonis yang menghantui pikirannya, menyeretnya kejurang nista, dari orang yang terhormat menjadi kehilangan kehormatan juga harta bendanya karena tersangkut kasus korupsi.

Anjuran untuk senantiasa bersyukur dengan apa yang sudah dimiiki, adalah agar kita terhindar dari penyakit Gerangsang ini, agar kita tidak bersikap yang berlebihan dalam segala hal, selalu ingat bahwa hidup ini hanya sebatas ajal, tidak ada harta yang akan kita bawa kedalam kubur selain amal, kita hanya butuh harta untuk keselamatan kita didunia, bukanlah harta yang akan mendatangkan kemudharatan kita selama hidup didunia.

Demikianlah tulisan yang singkat ini, semoga saja ada manfaatnya.

Salam

Ajinatha

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Visa on Arrival Turki Dihapus? …

Sifa Sanjurio | | 29 July 2014 | 06:03

Kaum Dhuafa Berebut Zakat, Negara Gagal …

Nasakti On | | 28 July 2014 | 23:33

Membuat Hidangan Lebaran di Moskow (Jika …

Lidia Putri | | 28 July 2014 | 17:08

Kampanye Wisata Thailand’s Best …

Olive Bendon | | 28 July 2014 | 16:49

Punya Gaya “Make Up” Menarik? …

Kompasiana | | 09 July 2014 | 00:21


TRENDING ARTICLES

Pijat Ala Dubai International Airport …

Ardi Dan Bunda Susy | 20 jam lalu

Jangan Terlalu Berharap Banyak Pada Jokowi …

Bambang Srijanto | 21 jam lalu

Berlebaran Tetap Gaya dengan Kaos Kompasiana …

Topik Irawan | 22 jam lalu

Jangan Nanya Panci ke Polisi Amerika …

Usi Saba Kota | 28 July 2014 18:24

” Dari Tahun Ketahun Tak Pernah …

Rere | 28 July 2014 13:56

Ingin menyampaikan pertanyaan, saran atau keluhan?

Subscribe and Follow Kompasiana: