Back to Kompasiana
Artikel

Filsafat

Giyat Yunianto

Diam kupikir Lisan kuDzikir..... @GiyatYunianto... www.giyatyunianto17.blogspot.com

Menanti SBY “Ngamuk”

OPINI | 23 March 2012 | 09:36 Dibaca: 212   Komentar: 4   0

Seorang bocah delapan tahun yang bernama Ilham asal sukabumi mengamuk karena tidak diberikan rokok oleh kedua orang tuanya, hal ini terjadi karena selama kurang lebih empat tahun Ilham sudah kecanduan rokok dan Dinas kesehatan Kabupaten Sukabumipun sudah menyerah untuk merehabilitasi Ilham.

Di Kampar Riau, seorang Bupati bernama Jefry Noer “mengamuk” kepada dosen Hukum Adat Yayasan Permata Bunda yang bernama Yusrizal,alasannya karena nilai mata kuliah hukum adatnya tidak kunjung keluar sementara nilai mahasiswa lain sudah.

Dan yang terbaru Menteri Negara Urusan BUMN “mengamuk” di gerbang Tol Semanggi menuju Slipi,beliau mengamuk karena gusar dengan panjangnya antrean mobil.Padahal beliau sudah menginstruksikan berpuluh-puluh kali agar antrean paling panjang hanya lima mobil.

Apa yang dilakukan oleh Ilham dan Jefry Noer memang berbeda dengan apa yang dilakukan oleh Dahlan Iskan.Ilham mengamuk dengan memukul-mukul orang tuanya agar dibelikan rokok, sementara Jefry Noer mengamuk dengan menampar dosen hukum adatnya agar nilainya keluar.

Sedangkan yang dilakukan Dahlan Iskan adalah mengamuk dengan cara melempar kursi pada loket tol yang tidak dijaga oleh petugas karena merasa tidak ada lagi gunanya kursi tersebut.Kemudian membuka pintu penghalang agar mobil yang antre segera masuk dan gratis agar antrean berkurang.

Ya begitulah kalo setiap orang sudah punya keinginan dan harus terpenuhi saat itu juga segala cara pasti akan dilakukan.Ilham dan Jefry Noer adalah dua orang yang tidak patut dicontoh karena mengamuk dengan cara merugikan orang lain.Dahlan Iskan adalah orang yang patut dicontoh bahkan diteladani.

Sebagai orang nomor satu di negeri ini sudah selayaknya SBY meniru gaya kepemimpinan Dahlan Iskan yang lugas, tegas dan keras.Tidak ada gunanya lagi memimpin dengan kesantunan karena sudah terbukti 50 % instruksinya tidak dilaksanakan.Walloahu A’lam Bi Showab.

081381852400

Tags: sby ngamuk

 
Kompasiana adalah Media Warga. Setiap berita/opini di Kompasiana menjadi tanggung jawab Penulis.
Siapa yang menilai tulisan ini?
    -
Processing data ..
Tulis Tanggapan Anda
Guest User


HEADLINE ARTICLES

Kekecewaan Penyumbang Pakaian Bekas di …

Elde | | 25 October 2014 | 12:30

Rafting Tidak Harus Bisa Berenang …

Hajis Sepurokhim | | 25 October 2014 | 11:54

10 Tanggapan Kompasianer Terhadap Pernikahan …

Kompasiana | | 25 October 2014 | 15:53

Dukkha …

Himawan Pradipta | | 25 October 2014 | 13:20

Ayo, Tunjukkan Aksimu untuk Indonesia! …

Kompasiana | | 09 September 2014 | 16:24


TRENDING ARTICLES

Jokowi Bentuk Kabinet Senin dan Pembicaraan …

Ninoy N Karundeng | 9 jam lalu

Kursi Gubernur Ahok dan Ambisi Mantan Napi …

Zulfikar Akbar | 14 jam lalu

Jangan Musuhi TVOne, Saya Suka Tendangan …

Erwin Alwazir | 15 jam lalu

Jokowi Ajak Sakit-sakit Dulu, Mulai dari …

Rahmad Agus Koto | 15 jam lalu

Gayatri, Mahir Belasan Bahasa? …

Aditya Halim | 19 jam lalu


HIGHLIGHT

Gayatri Wailissa Anggota BIN? …

Prabu Bolodowo | 8 jam lalu

Ketika Berada di Bukit Wantiro …

Voril Marpap | 8 jam lalu

Hatta Rajasa Tahu Siapa Bandit Migas …

Eddy Mesakh | 8 jam lalu

Selamat Ulang Tahun Baru Hijriah 1436 H …

Imam Muhayat | 8 jam lalu

Membaca Membuat Pintar …

Nitami Adistya Putr... | 8 jam lalu

Subscribe and Follow Kompasiana: